Penguasa 10 Pedang Legenda

Penguasa 10 Pedang Legenda
Tujuan Masket - Arc 1 (End)


__ADS_3

Pertempuran kecil ini memang sudah berakhir untuk sementara waktu. Dilihat memang Arav mengalami kerugian cukup besar karena selain kehilangan beberapa penjaga kediaman, koridor juga mengalami kerusakan cukup parah hingga retak.


Arav beruntung dia tidak kehilangan satupun anggota Tameng Berduri ataupun Mawar Sembilan, melihat seluruh anggotanya cukup kewalahan menghadapi Eagle. pandangannya kini Arav jatuh ke arah Masket ketika gadis tersebut menahan rasa sakit yang dialaminya.


"Kau baik-baik saja? Apakah perlu jika aku mengobati lukamu ini?"


"Tuan ... Ini ..." Masket sampai tersipu malu melihat Arav begitu mengkhawatirkannya.


Aiyla langsung mengembungkan pipi melihat tingkah mereka, dia hanya tidak tahan melihat Masket seolah-olah menunjukan senyuman kemenangan terhadapnya.


"Arav, aku tidak enak badan ... Bisakah kau mengantarku ke ruang perawatan untuk mengambil obat?"


Arav menaikan alis, tidak biasanya Aiyla meminta diantar olehnya seperti ini, "Kau bisa pergi sendiri atau meminta Maya untuk menemanimu ..."


Arav menoleh ke arah Maya bermaksud agar gadis ini mengerti dengan yang dikatakannya, Maya mengganguk pelan bersedia menerima perintah ini. Namun Aiyla tiba-tiba menggerutu sambil menggelengkan kepala.


"Tidak mau ... Aku hanya ingin kau yang mengantarku ... Kumohon ..." Aiyla menarik-narik lengan Arav.


"Aiyla ..." Arav merasa kepalanya terasa agak sakit, sikap manja Aiyla ini bahkan menurutnya sudah kelewatan batas. Arav sungguh berada dalam dilema.


"Tuan bisa mengantar dia terlebih dahulu ... Saya baik-baik saja, tuan jangan terlalu mengkhawatirkanku ..." Masket buka suara, lebih baik dia tidak membuat Arav dalam posisi kesulitan.


Nyatanya tidak semudah itu karena Masket memang harus segera mendapatkan pertolongan medis, mengingat setiap luka mungkin akan bertambah parah jika tidak segera diobati. Andai luka Masket tidak separah itu, Arav mungkin tidak mampu menolak permintaan Aiyla.

__ADS_1


Aiyla yang awalnya mengira Masket hanya bermaksud mendapatkan perhatian lebih dari Arav mendadak terdiam sejenak, dia merasa tidak enak hati kepada Masket. Jadi dia memutuskan untuk membiarkan Arav terlebih dahulu membawa Masket ke ruang perawatan.


"Bagaimana denganmu? Apakah kau yakin akan baik-baik saja?"


Aiyla tersenyum canggung melihat perhatian Masket, "Kau lebih baik pergi sekarang ... Arav sudah bersedia membawamu lebih baik kau tidak membuatnya menunggu ..."


"Aku ..."


"Jangan salah paham, urusan diantara kita masih belum selesai ... Aku tidak akan kalah darimu ..." Aiyla tertawa kecil. Namun di dalam hatinya, terasa agak nyeri apalagi harus menahan perasaannya saat ini. Dia memegang dadanya yang mulai terasa sakit.


***


"Tuan ... Saya baik-baik saja ... Anda tidak perlu mengkhawatirkan saja ..."


Selama di ruang sakit kediaman ini, Masket terlihat lebih baik dan sama sekali tidak menunjukan ekspresi kesakitan akibat luka yang dialaminya.


"Jika kau masih berbohong maka aku tidak ada pilihan lain ..."


Arav memeriksa kondisi tubuh Masket yang tengah terbaring di atas ranjang, bahkan beberapa orang yang memiliki keahlian kelas penyembuh di sekitarnya pun menatap binggung melihat metode penyembuhan Arav yang tidak biasa, bahkan bisa dibilang langka.


Arav menghela nafas panjang begitu selesai memeriksa, "Selama tiga hari, kau dilarang melakukan latihan berat dan begadang sepanjang malam untuk berlatih ..."


Masket mulai bercucuran keringat dia tanpa henti dikejutkan Arav yang seakan mengetahui semua tentangnya, Arav menjelaskan setiap hal yang dilakukan gadis ini mungkin akan mempengaruhi kesehataannya dan akan berdampak tidak baik bagi kondisi tubuhnya.

__ADS_1


Masket sadar dirinya tidak memiliki kemampuan beladiri jarak dekat seperti yang Maya miliki sebelumnya. Beberapa waktu yang lalu Masket lebih banyak menghabiskan waktu malam harinya untuk berlatih hingga larut malam.


Arav yang sering ditemani Masket tidur seranjang, karena gadis ini memaksanya, jelas mengetahui kebiasaan Masket yang satu ini. Dia sudah beberapa kali melihat Masket diam-diam keluar dari kamar tidurnya lewat jendela dan berlatih Ilmu P Pedang di atap rumah.


"Tuan sudah mengetahui semuanya ... Tidak ada alasan bagiku untuk menyembunyikan lagi ..." Masket terdiam sejenak, dia merenungkan nasehat Arav tadi.


"Kau tidak perlu melakukan semua ini, lagipula keahlianmu dalam pertarungan jarak jauh sudah sangat baik dibandingkan dengan yang lain ..."


Masket menggelengkan kepala pelan "Tidak ... Jika ingin melindungi dan berada disisi Tuan maka saya harus menjadi lebih kuat, jika hanya mengandalkan kekuatan ini bisa dipastikan saya tidak akan berguna jika sewaktu-waktu harus bertarung menggunakan pedang seperti tadi ... Saya tidak ingin mengecewakan anda ..."


Arav tertegun, di dunia lamanya sekalipun gadis sepertinya belum tentu ada gadis yang memperlakukan seperti yang Masket lakukan saat ini.


"Setiap kemampuan ada batasannya ... Jangan memaksakan diri. Lagipula ada Maya yang juga akan melindungiku, dan aku tidak akan semudah itu untuk dikalahkan ..." Arav mengelus-elus rambut Masket.


"Benarkah?"


Arav menggangukan kepala, "Jadi kau tidak perlu menyalahkan dirimu atas semua yang terjadi akhir-akhir ini. Karena aku mungkin akan memerlukan bantuanmu untuk kedepannya nanti meskipun dengan kekuatanmu yang sekarang, tidak masalah kau itu ahli pertarungan jarak jauh ataupun jarak dekat, kau adalah kau dan aku adalah aku, menurutku kita semua memiliki kekurangan masing-masing ..." Arav berhenti berbicara begitu menemukan Masket tersenyum lebar.


Rasanya Masket sangat beruntung memiliki majikan seperti Arav, dia tau dirinya memiliki kelemahan tetapi selama mereka bisa saling melengkapi Masket tidak merasa keberatan meski harus melakukan berbagai cara apapun demi bisa memenuhi tujuannya.


Wajah Masket sudah berada didepan wajah Arav, Arav sudah dapat menebak apa yang akan dilakukan oleh gadis ini setelahnya dari ekspresi Masket yang terlihat tersipu malu.


"Apa itu tadi?!" Aiyla tercekat di tempatnya, wajahnya sudah terlihat memerah seperti tomat setelah melihat Masket dengan jelas telah melakukan sesuatu di bibir Arav tadi, "Gadis ini! Setelah mendapatkan kesempatan! Dia ternyata lebih agresif dari yang telah aku perkirakan selama ini!"

__ADS_1


 


Penguasa 10 Pedang Legenda - Arc 1 (End)


__ADS_2