Penguasa 10 Pedang Legenda

Penguasa 10 Pedang Legenda
Petualang Dari Vinterm


__ADS_3

Saat Arav memasuki desa dia menemukan puing-puing bangunan berserakan di jalanan, sekelilingnya juga dipenuhi oleh banyaknya kerusakan pada gedung-gedung sekitar.


"Melihat kondisi desa ini kurasa ada hal yang mengerikan telah terjadi tetapi aku masih belum dapat memastikannya ..." Batin Arav kemudian menelusuri lebih jauh tempat tersebut.


Masket dapat merasakan ada beberapa pasang mata mengamati gerak-gerik kedatangan mereka namun dia tetap diam tanpa bertindak karena mengetahui orang-orang tersebut adalah warga desa.


"Kalian, apakah kita tidak seharusnya memasuki tempat ini? Mungkin yang dikatakan para penjaga itu ada benarnya juga ... Arav, ayo kita kembali ke kota saja ke kota tadi," Aiyla sudah tidak nyaman lagi dengan suasana tempat tersebut, seakan terasa sulit baginya untuk segera beradaptasi tetapi dia akhirnya memutuskan agar perjalanan lebih dipersingkat.


Arav menghela nafas panjang, mengetahui Aiyla akan berhenti banyak bicara jika dirinya segera turun tangan, "Jika kau masih berisik dan menggangu konsentrasiku maka aku akan meninggalkanmu sendirian di desa ini!"


"Kau ... Apakah begitu tega meninggalkan gadis cantik sepertiku ini sendirian tanpa ada pengawalan?" Aiyla sekali lagi memperlihatkan penampilannya diketahui tidak kalah dari Masket ataupun anggota mawar lainnya.


Kali ini Arav hanya tersenyum sinis ke arah Aiyla, dia tidak terlalu mempedulikan gadis ini namun karena perdagangan Vinterm sekarang berada dalam kendalinya membuatnya harus mengurungkan niat.


"Kepala desa ini mungkin mengetahui sesuatu, kurasa tidak ada salahnya untuk bertanya kepadanya!"


"Tuan, izinkan saya mengikuti tuan!" Masket menawarkan diri, setelah melihat kondisi sekitar dia rasa tidak baik membiarkan Arav pergi sendiri.


"Aku ... Aku akan berada di tempat ini menunggu kalian," Aiyla merasa keberadaannya tidak dibutuhkan, sebenarnya gadis ini memang sengaja tidak melibatkan diri dalam masalah tetapi bukan itu yang dipikirkan Arav.


"Kau harus ikut dan selalu berada dalam pengawasanku, kita belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di desa ini jadi jangan membuat masalah!"


Arav akan repot jika suatu saat nanti Aiyla malah menghilang atau lebih buruknya diculik oleh sekelompok perampok, jadi Aiyla harus mau mematuhi perintahnya.


Beberapa waktu setelah berkeliling desa, kelompok Tameng Berduri sudah menyebar dalam waktu singkat membuatnya dengan mudah menemukan kediaman yang dimaksud adalah sebuah rumah dimiliki oleh seorang pria paruh baya.


"Anak muda? Siapakah dirimu ini?"

__ADS_1


"Aku adalah seorang petualang dari Vinterm. Bisa kau jelaskan yang terjadi di desamu ini?"


Kepala Desa itu menahan nafas selama kurang dari beberapa detik sebelum mengamati sekitar, pria tua tersebut kemudian mempersilahkan Arav untuk memasuki kediamannya agar lebih leluasa dalam melakukan pembicaraan.


"Desa ini sudah berkali-kali diserang oleh sekawanan monster, kami sudah berjuang sebaik mungkin untuk mengusir mereka, awalnya hanya ada serigala dan beberapa monster tidak berbahaya namun ..."


Arav sepertinya pernah mendengar tentang para monster ini dari suatu tempat namun dia tidak dapat mengingat dengan jelas.


Kepala Desa tersebut menjelaskan bahwa desa tempat tinggal mereka pernah mengirim beberapa surat pemohonan kepada pihak penguasa wilayah dengan maksud meminta segera mengatasi masalah ini. Permintaan ini kemudian langsung diterima, tidak lama berselang ada dua kelompok petualang dari serikat datang membantu secara bertahap.


"Salah satu kelompok Petualang sudah tidak terlihat sejak kemarin, dan bantuan lainnya akan segera datang namun aku tidak bisa berharap lebih kepada mereka," Keringat bercucuran dari pria paruh baya dihadapannya, "Anak muda ... Melihat kau memiliki kemampuan setidaknya melebihi para petualang itu, mewakili seluruh penduduk desa aku memohon kepadamu agar membantu kami!"


Arav mengerutkan dahi, bukan urusannya dalam ikut campur pemerintahan Vion jelas karena ini akan menimbulkan masalah nantinya. Dia kemudian melirik Masket untuk mendengar pendapat gadis tersebut.


"Saya hanya akan mengikuti seluruh perintah tuan, masalah ini saya juga tidak dapat memutuskannya sendiri," Masket tersenyum lebar.


"Aku ... Lebih baik kita tidak usah ikut campur. Apa untungnya bagi kita? Jika saja kakek bersedia membayarnya mungkin kami akan mempertimbangkannya ..."


Raut wajah kepala desa tersebut berubah menjadi panik, rasanya Arav ingin mencubit pipi Aiyla karena menurutnya tidak pantas mengambil keuntungan dari masalah ini.


Namun dia juga merasa Aiyla ada benarnya soal hadiah. Selain mendapat jaminan untuk merahasiakan keberadaan mereka, dengan semua ini setidaknya beberapa pihak memang menggangap Arav adalah seorang petualang.


"Baiklah seratus keping koin emas akan aku berikan ... Asalkan kalian para petualang tangguh bersedia menyelesaikan misi ini!"


Aiyla menyeringai lebar lalu mengangkat dua jari tangannya, "Dua ratus atau kami akan segera pergi meninggalkan desa ini!"


"Anak muda ... Ini ..." Kepala desa memandangi Arav dengan ragu.

__ADS_1


Arav menaikan bahu, "Aku tidak keberatan, yang pasti uang ini bukan kami gunakan untuk pribadi, melainkan agar kau memberikannya kepada warga desa yang terdampak masalah ini terutama bagi yang membutuhkannya."


Kepala desa awalnya mengira Arav tidak lebih dari seorang perampok mulai berubah pikiran sekarang, selain menemukan sisi baik Arav dia merasa pemuda ini adalah seorang penyelamat yang sengaja dikirim dari langit agar datang membantu desanya.


"Hmm ... Tunggu dulu! Aku masih keberatan tentang ini, dimana bagianku? Kita tidak akan mendapatkan dua ratus koin emas jika bukan karenaku," Aiyla berbicara pelan sehingga hanya Arav dan Masket mampu mendengarnya.


Arav menggaruk kepalanya, "Kau akan mendapatkan bagianmu setelah kita tiba di ibu kota, lagipula jika ingin segera meninggalkan desa ini setidaknya kau harus membantu kami mengalahkan kawanan monter itu."


Aiyla mengganguk secepat yang dia bisa, Aiyla merasa antusias dan berharap agar dirinya ikut mengambil bagian dalam misi tersebut.


Beberapa menit berselang, Arav tanpa banyak bicara langsung meninggalkan kediaman kepala desa dan menuju sebuah tempat yang diperkirakan tempat bersembunyi kawanan monster tersebut.


Kepala desa juga berharap bantuan Arav akan membuahkan hasil sehingga memberikan perbekalan cukup untuk mereka


"Masket, bagaimana dengan persiapannya?"


"Tuan, seluruh regu sudah siap bertarung." Masket terlihat sudah mengenakan baju zirah begitupun seluruh anggota Tameng Berduri lainnya.


"Bagaimana dengan petualang dari ibu kota itu? Apakah kau sudah menemukan informasi berharga tentang mereka dari penduduk desa?"


"Kemampuan kelompok petualang ini adalah unggul dalam pertarungan jarak dekat, kelas mereka saya ketahui dari warga desa berada di kelas penusuk ahli dan penebas."


Penusuk Ahli adalah sebuah julukan atau tingkatan kemampuan ketika seseorang di kelas penusuk setara dengan 5 petarung berkemampuan sama. Begitupun dengan kelas di tingkat serupa seperti penebas dan kelas penyembuh akan mendapatkan julukan serupa jika telah memenuhi persyaratan, termasuk di tingkat menengah dan tinggi sekalipun.


"Jadi maksudmu kita tidak bisa mengandalkan mereka? Dan memilih untuk mengurus semuanya hanya mengandalkan kemampuan Tameng Berduri?"


"Setidaknya itu yang saya pikirkan ..."

__ADS_1


__ADS_2