Penguasa 10 Pedang Legenda

Penguasa 10 Pedang Legenda
Tetua Mawar Hitam Menyerang


__ADS_3

Kelompok Mawar Hitam memiliki 5 petinggi yang masing-masing tunduk di bawah pimpinan mereka. Tidak diketahui siapa nama pemimpin organisasi ini namun ada sebuah rumor mengatakan bahwa dirinya setara dengan 50 petarung biasa dan memiliki sihir tingkat tinggi.


Eagle adalah salah satu dari petinggi ini, dialah yang paling pertama kali menyaksikan kehebatan calon korbannya diantara 4 petinggi lain dari kabar berita yang tersebar.


"Jadi ini adalah kediaman Arav?"


"Siapa kau! Beraninya memasuki kediaman Tuan seenaknya!" Alis para penjaga menaik melihat tingkah Eagle.


"Ahh ... Kalian pasti regu yang akhir-akhir ini dibicarakan banyak orang ..." Eagle tertawa kecil.


Para penjaga ini tetap waspada terhadapnya, Eagle tidak membawa pedang sehingga anggota 'Tameng Berduri' menggangapnya bukan sebagai ancaman serius, namun tanpa mereka sadari para penjaga ini telah melakukan kesalahan karena terlalu lama membiarkan Eagle berada di koridor.


"Para pengikutku ... Bangunlah dari tidur kalian, inilah saatnya kalian menunjukan kesetiaan kepadaku ..." Eagle merapal sebuah mantra, terlihat cahaya berbentuk lingkaran bermunculan dari bawah lantai dan jumlahnya terus bertambah.


Sebelum para anggota 'Tameng Berduri' bereaksi lebih jauh, langkah mereka terhenti begitu muncul sekelompok orang-orang mengenakan baju zirah yang menutupi seluruh badan mereka dari lingkaran tersebut lantas tertawa lepas bersamaan.


"Nona Eagle ... Mereka akan merasakan akibat karena berani menghalangimu!"


"Aku tidak sabar untuk memotong-motong kecil tubuh mereka!"


Mata setiap lawan bewarna merah darah sehingga membuat siapa saja gentar terhadap mereka belum lagi topeng yang dikenakannya terlihat begitu menyeramkan, Eagle yang menyaksikan tertawa kecil melihat reaksi regu 'Tameng Berduri' dihadapannya yang seakan tidak berdaya menghadapi serangan ini.


"Kalian ... Jangan takut ..." Salah satu anggota Tameng Berduri menenangkan.


Dia melihat setiap anggota regu ini begitu terkejut melihat kemampuan lawannya yang menguasai sihir tingkat tinggi seperti ini.


Biasanya mereka akan menghadapi pembunuh bayaran yang menyerang secara diam-diam, tetapi yang dilakukan oleh Eagle tidak biasa karena menyerang secara terbuka.


"Akh!" Jerit seorang gadis.


"Jangan sakiti dia!" Sontak rekan yang berdiri di sampingnya ikut terkejut menemukan gadis malang tersebut yang diserang secara tiba-tiba.


Satu demi satu lawan mulai bergerak menyerang secara membabi buta, sementara anggota regu Tameng Berduri bergerak mundur untuk membentuk formasi berbaris dan mengarahkan belasan senapan ke arah pembunuh-pembunuh ini.


"Semuanya! Tembak bersama-sama!"


Belasan orang kompak menarik pelatuk bersamaan. Dalam hitungan sedetik kurang dari puluhan peluru dimuntahkan oleh senjata ini dan mengincar setiap bagian tubuh lawanya. Para penembak ini kaget bukan main, nyatanya baju zirah para pembunuh tersebut terlalu tebal sehingga bola-bola kecil tersebut tidak mampu menembusnya justru pecah berkeping-keping.

__ADS_1


"Siapkan tembakan kedua! Aku yakin pelindung mereka akan hancur setelahnya!"


Belasan gadis ini mengikuti instruksi walaupun kecil kemungkinan rencana tersebut berhasil, raut wajah Eagle menunjukan kemarahannya karena pengikutnya cukup lambat mendekati mereka. Jadi dia memutuskan untuk terlibat langsung.


"Wahai leluhurku, berkatilah aku dengan kekuatanmu sehingga bisa mengalahkan mereka ..." Eagle menaikan tangannya, terlihat sebuah mana terkumpul menyerupai bentuk sebuah bola cukup besar di ujung jari gadis ini dalam hitungan beberapa detik.


Regu Tameng Berduri terlalu fokus terhadap puluhan pembunuh tersebut sehingga jurus yang Eagle dikeluarkan tidak mampu direspon ataupun mereka sadari.


Eagle sendiri menyeringai lebar memanfaatkan situasi ini kemudian mengarahkan tangannya ke anggota regu yang sedang berkumpul.


"Kilatan Penghancur!"


"Cahaya Penembus!"


Bersamaan dengan jurus Eagle keluarkan, sebuah peluru kecil berwarna emas terang menyambar bola mana tersebut yang kemudian mengakibatkan ledakan kecil di dalam ruangan.


Eagle menelan ludahnya, jurusnya yang begitu mematikan mampu ditangkis begitu saja, ditambah hanya dengan mengandalkan peluru kecil dialiri dengan mana.


Biasanya yang mampu menggunakannya adalah seseorang berada di kelas penembak, warna peluru menunjukan identitas serta kemampuan mereka, warna keperakan adalah tingkat menengah dimiliki oleh seluruh regu Tameng Berduri, beda cerita dengan warna keemasan menunjukan tingkatan ini hanya biasa dikuasai oleh seseorang dalam kemampuan tingkat tinggi.


"Ketua Masket ..."


"Aku tidak bisa menghadapi mereka semua sekaligus ... Tolong kalian urus sisanya!" Masket sadar hanya dengan kemampuannya saat ini tidak mungkin bisa menghancurkan sekumpulan pembunuh tersebut.


"Ketua jangan khawatir! Kami akan mengurus sisanya!"


Sementara Masket berbincang lebih jauh dengan bawahannya, Eagle justru tertawa lepas membuat Masket lebih waspada karenanya.


"Kau yang berdiri disana! Kemarilah dan hibur aku dengan kemampuanmu!"


Masket tidak menjawab melainkan langsung mendekati wanita tersebut. Masket adalah ahli pertarungan jarak jauh, mengandalkan senapan apinya untuk pertarungan dekat mungkin cukup beresiko tetapi dia tidak mempunyai pilihan lain.


Keduanya bertatap muka cukup lama sebelum Eagle tersenyum melihat kebolehan Masket ketika memegang senjata, "Melihat wajahmu yang manis, membuatku teringat akan masa muda dulu ..."


Eagle tertawa kecil lantas mengeluarkan senjata yang sebenarnya dia miliki namun sengaja disembunyikannya, sebuah tongkat dari besi dengan panjang lebih dari 1 meter mengejutkan Masket karena disimpan di balik jubah wanita ini.


Eagle tanpa basa-basi maju beberapa langkah, gerakannya yang lincah membuat Masket kesulitan membaca pola seranggannya.

__ADS_1


Selain ahli dalam sihir, petinggi Mawar Hitam yang satu ini juga diketahui berbakat dalam menggunakan sejenis tombak sebagai senjatanya.


Senapan api Masket dan tongkat besi ini kemudian mendekat, menimbulkan suara benturan keras dari keduanya.


"Cahaya Penembus." Masket tidak memilih menahan serangan tersebut karena terlalu kuat sehingga membuatnya berfikir untuk menciptakan jarak.


"Kau tidak akan bisa kabur!" Eagle jelas mengetahui niat Masket.


Eagle melepaskan serangan, tendangan ini mengenai tubuh Masket ketika lambat dalam menangkis serangan, membuatnya terdorong beberapa meter.


Sekilas pandangan Masket terasa buram dan kepalanya tiba-tiba tertunduk, dia melihat regu Tameng Berduri juga kewalahan menghadapi gempuran pembunuh ini.


"Ada apa? Oh ... Kau pasti menunggu majikanmu untuk menyelamatkanmu bukan?" Eagle tertawa kecil.


Masket tersadar dari lamunannya, dia menemukan Eagle tengah berdiri kurang dari semeter dengannya. Mendadak saja kakinya terasa agak berat membuatnya kesulitan bergerak mundur saat tongkat besi tersebut nyaris mengenainya.


PANG!


Senjata tersebut begitu panjang, Masket susah payah menahannya dengan senapan yang dibawanya.


Sediki demi sedikit kaki gadis ini mulai terasa lemas, begitu ada kesempatan Eagle segera melepaskan pulukan.


"Aku belum selesai ..." Masket memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Kau cukup menghiburku dengan semangat bertarungmu itu ... Sayang sekali bagiku harus mengabisimu secepat ini."


Eagle terlalu percaya diri ketika merapal mantra sebagai serangan terakhir untuk Masket sehingga terlalu larut dalam kejadian tersebut ketika seorang gadis menusuknya dari belakang mengunakan pisau kecil.


"Kau ... Apa yang ..." Belum sempat bertindak isi perut Eagle keluar.


"Seharusnya kau memanggilku dari tadi ... Sungguh, ini pertama kalinya aku melihat gaya bertarung seperti itu ..." Aiyla muncul namun dia merasakan perasaan seperti ketakutan terhadap Eagle.


Eagle sendiri menyadari bukan Aiyla yang menusuknya dari belakang melainkan seorang pemimpin penjaga kediaman ini, Maya.


Dia melihat ke belakang juga menemukan pengikutnya sudah terlebih dahulu tumbang ke lantai saat sebuah suara lantang terdengar.


"Sepertinya kau sangat bersenang-senang sementara rekan mu yang lain sudah terlebih dahulu meninggalkanmu, Eagle ..."

__ADS_1


__ADS_2