Penguasa 10 Pedang Legenda

Penguasa 10 Pedang Legenda
Arav Vs Petinggi Mawar Hitam


__ADS_3

"Kau ..."


"Benar, ini aku ... Duke Sanjaya yang kau cari di kediaman ini ..."


Eagle terpana selama belasan detik begitu melihat sosok pemuda tampan tengah berjalan ke arahnya. Aura yang dipancarkan pun berbeda dari yang pernah dia rasakan sebelumnya, berkarisma memiliki pembawaan sebagai seorang bangsawan.


"Apa yang telah kau lakukan kepada anggota kelompokku yang lain?" Eagle memandangi Arav dari atas sampai bawah, dia rasa pemuda ini sungguh tidak berbohong dalam memperkenalkan diri.


"Kau telah membuat keributan besar! Mengapa tuan harus menjawab pertanyaanmu?" Maya menengahi keduannya, dia merasa setelah Eagle menerima tusukan tadi mungkin membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkannya.


Eagle memutar otaknya, berusaha mencari celah dari setiap orang yang menggelilinginya dan menemukan Masket kesulitan untuk berdiri.


Mana nya mungkin akan terkuras jika menggunakan sihir penyembuhan tingkat tinggi dan membutukan waktu hingga lukanya sembuh, ada baiknya jika dirinya berbincang lebih jauh dengan Arav.


"Ah, kebetulan sekali kau datang, sungguh ini pertama kalinya aku bertemu denganmu ..."


"Kau pasti adalah salah satu petinggi Mawar Hitam bukan? Mengapa kau dan anggotamu tiba-tiba menyerang dan membuat keributan di kediamanku?" Arav tersenyum tipis.


Arav tidak sebodoh yang dipikirkan Eagle, dia mengetahui wanita tersebut berusaha untuk mengulur waktu namun dia juga memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi.


"Ini ..."


Eagle dengan senyumannya berusaha bersikap tenang, baginya bertemu dengan Arav yang sudah mengetahui identitasnya sungguh mengejutkannya.


Diitambah Eagle berhadapan dengan pemuda yang berusia lebih muda denganya sudah diluar perkiraannya, dia kemudian menyadari kabar dari organisasi tentang identitas penguasa wilayah Vinterm ini ternyata benar.


"Ah, bisa dibilang kami tidak akan pernah nekat menerobos tempat ini tanpa mendapatkan imbalan ..."


Arav mengerutkan dahinya, dia sudah menduga hal ini yang akan dikatakan Eagle tetapi masih cukup mampu mengontrol rasa keterkejutannya.


Arav berusaha sebisa mungkin mencari tau tentang orang yang dimaksud, tentunya orang tersebut memiliki latar belakang yang kuat dan memiliki cukup banyak uang untuk menyewa pembunuh seperti Mawar Hitam.

__ADS_1


"Bisakah kau mengatakan siapa yang menyuruhmu untuk melakukan semua ini?"


"Maafkan aku, sebenarnya kelompok Mawar Hitam demi menjaga keamanan berusaha sebisa mungkin untuk merahasiakan identitas klien ... Tapi aku dapat mengatakan bahwa dia adalah orang yang berpengaruh di ibu kota ..." Eagle tertawa kecil.


Hampir 50 persen luka luar yang dialaminya sembuh dan ini membuat waktu Arav dalam mengumpulkan informasi semakin sedikit.


"Ahh, seharusnya ini sudah lebih cukup untuk pergi dari kediaman ini ..."


Eagle tertawa lepas menemukan Arav cukup terkejut dengan kecepatan dalam pemulihan kekuatannya, bisa dibilang karena menggunakan sihir pemanggil dia kehabisan banyak mana, membuatnya harus berhemat energi jika tidak ingin kehilangan kesadaran.


"Tuan tenang saja! Kami akan melindungimu dari pembunuh ini!"


Sebelum Eagle mampu bertindak lebih jauh, Maya dan anggota 'Tameng Berduri' berdiri dihadapan Arav bermaksud melindunginya.


Sementara Masket tidak berniat untuk melakukan hal tersebut karena akan menjadi beban bagi mereka dengan kondisi yang dialaminya saat ini.


"Hmmm ... Mengapa daritadi kau hanya berdiri di tempat itu tanpa berbicara sedikitpun ..."


Arav menghela nafas panjang sebelum menarik keluar pedangnya dan berniat untuk mengakhiri semuanya dengan cepat.


Tameng Berduri tidak dapat berbuat banyak setelahnya, mengingat sebagian anggotanya telah kehabisan banyak mana dan kelelahan jadi hanya bisa membantu ketika Arav membutuhkannya. Eagle juga sudah dalam posisi siap bertarung sehingga ini tidak akan mudah baginya untuk menang.


"Aku adalah lawanmu! Jangan harap bisa memenangkan pertarungan dengan menggunakannya sebagai sandera!" Arav tersenyum tipis lalu mengarahkan pedangnya ke arah Eagle.


"Hmm ... Akhirnya aku bisa melihat kemampuan penguasa wilayah Vinterm yang dikatakan mampu mengimbangi pejuang terkuat sekalipun ..."


Eagle menggunakan tongkat besinya untuk bertarung sehingga satu serangan mungkin tidak cukup untuk melukainya. Dia meskipun memiliki status sebagai salah satu petinggi dari organisasi Mawar Hitam merasa sebaiknya tidak terlalu meremehkan kemampuan Arav.


Apalagi Eagle pernah mendengar seorang jenius ahli pedang yang berhasil mengatasi konflik perang saudara di Ariville mungkin ada hubungannya dengan Arav.


Pedang Arav berayun secepat angin, gerakannya yang gesit ini satu demi satu berhasil ditangkis oleh tongkat besi Eagle namun wanita ini merasakan hal yang tak terduga.

__ADS_1


"Ayunan Pedang Roh ..."


Arav menggunakan senjata pusaka ini, Pedang Roh memancarkan energi bewarna keputihan dalam setiap gerakannya sehingga kadang membuat Eagle terpana melihat keindahan pola serangan ini.


"Wahai leluhurku ... Berikan aku semua kekuatanmu untuk menghabisi setiap lawanku ..." Eagle tersadar dari lamunannya dan merapal sebuah mantra ketika Arav melompat mundur beberapa meter.


"Petir Surgawi!"


Sebuah cahaya berbentuk menyerupai setengah lingkaran dilepaskan oleh Arav kearah lawannya, Kedua jurus saling menunjukan kehebatan, membuat suasana semakin terasa mencekam.


Baik Masket, Maya, Aiyla ataupun anggota Tameng Besi mereka semua terpukau menyakskan kebolehan Arav menggunakan pedang ataupun melepaskan beberapa jurus. Arav dan Eagle bertukar belasan serangan dengan hasil imbang dalam beberapa saat.


"Tidakku sangka kau adalah ahli pedang dan juga mampu menggunakan sihir?" Eagle nyaris berhenti bernafas ketika menemukan jurus yang digunakan Arav terasa tidak asing.


Eagle tidak berniat lebih lama tinggal di tempat ini karena selain posisinya yang tidak menguntungkan karena rentan terkena tembakan, mana yang tersisa di tubuhnya hanya ada kurang dari 20 persen sekarang.


Melihat itu Arav bermaksud untuk menghentikan, terlebih dahulu Eagle menggunakan jurus mematikannya.


"Aku sebenrnya tidak ingin melakukan ini, tetapi tidak ada pilihan lain ..." Tangan Eagle bergerak cepat ke atas dan mengumpulkan sebagian manannya membentuk sebuah bola energi besar, "Ini akan membuatmu sibuk beberapa saat ... Penghancur Dalam Satu Serangan!"


"Kalian semua! Berlindung di belakangku!" Arav mengarahkan Masket, Aiyla, Maya dan yang lainnya.


Bersamaan dengan Eagle yang melepaskan jurus ke arah Arav, sebuah perisai sihir bewarna biru terang muncul melindungi mereka dari efek ledakan.


"Ini adalah saatnya ..."


Eagle hanya mementingkan keselamatannya sendiri, Eagle tidak peduli meski mereka selamat atau tidak, yang penting adalah baginya untuk kabur selagi Arav menghadapi jurusnya yang mematikan.


"Tuan ... Sepertinya dia berhasil kabur ..." Maya menggelengkan kepala setelah menoleh ke luar jendela, dia merasa bersalah karena tidak berbuat banyak.


"Ahh, aku sudah kapok ... Lain kali aku tidak akan pernah berurusan dengan orang gila sepertinya lagi ..." Aiyla mengusap-usap jantungnya yang nyaris copot setelah merasakan sendiri kekuatan petinggi Mawar Hitam.

__ADS_1


__ADS_2