Penguasa 10 Pedang Legenda

Penguasa 10 Pedang Legenda
Kemunculan Sosok Pemimpin Hewan Buas


__ADS_3

Hutan biasanya menjadi tempat persembunyian para monster, tetapi dengan cerdik makhluk ini dikeluarkan dari sarangnya kemudian diarahkan ke daerah padang rumput, mereka terdiri berbagai macam tingkatan yang paling lemah adalah Kelas serigala muda.


"Bersiap menembak!" Masket memerintahkan, dalam hitungan detik sudah lebih dari 20 pucuk senapan api membidik segerombolan monster ni, "Tembak!"


Para serigala ini nyaris dibuat tanpa perlawanan oleh regu Tameng Berduri begitu senjata-senjata yang digunakan memuntahkan puluhan bahkan mencapai ratusan dalam hitungan detik.


Kelas Serigala Muda memang adalah kategori monster tingkat rendah sebab usia rata-rata makhluk yang menempati kelas ini adalah sekitar beberapa bulan. Untuk mendapatkan julukan Serigala Dewasa mereka harus hidup membunuh sebanyak mungkin, dan harus berusia setidaknya 5 sampai 6 tahun tergantung kemampuannya.


"Kemampuan kelas Penembak Ahli memang jauh lebih kuat daripada kelas penembak biasa ..."


Melihat kemajuan dalam pertarungan kecil tersebut membuat Arav yakin jika keberadaannya tidak dibutuhkan dalam pertarungan di tempat ini, namun Arav masih ingin meningkatkan kekuataannya sehingga dia mendekati kelompok pasukan bawahannya tersebut.


Tameng Berduri setidaknya diisi oleh seluruh anggota berkemampuan kelas Penembak Ahli, sama halnya dengan kelas penusuk persyaratan serupa juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan.


"Tuan ..." Masket yang pertama kali menyadari keberadaan Arav.


"Kerja bagus, sepertinya aku tidak salah membiarkanmu dan regu Tameng Berduri mendapatkan pengalaman bertempur."


Arav sudah selesai dalam misinya yang lain setelah berhasil membunuh lebih dari ratusan monster di berbagai tempat, kemampuannnya pun beragam mulai dari kelas Serigala Biasa sampai Serigala Dewasa, Arav sudah menghabisi mereka semua dalam hitungan menit.


"Tidak heran mengapa orang-orang memberikan Tuan julukan jenius muda Antasia ..." Salah satu anggota Tameng Berduri terpukau sejenak, tidak lama firasatnya mengatakan ada bahaya muncul di sekelilingnya, "Tuan ... Sa ... Saya menemukan ada lebih dari lima ratus Serigala Muda, dua ratus Serigala Dewasa dan lima puluh Serigala Petarung!"


Laporan ini mengejutkan Arav, bukan hanya mengenai jumlahnya hampir mencapai ribuan tetapi mendengar 'Serigala Petarung' jelas dari semua kategori kelas serigala kelas Serigala Petarung adalah yang paling kuat diantara ketiga tingkatan ini.


"Persiapkan pertahanan melingkar ... Lindungi tuan sebaik mungkin!" Masket tidak tinggal diam mengarahkan Tameng Berduri membentuk formasi yang dimaksud.

__ADS_1


Arav diam bukan berarti dia hanya akan menonton pertarungan tanpa terlibat sedikitpun, Arav hanya ingin melihat seberapa kuat pasukan elit pimpinannya saat ini sehingga bisa disebut layak atau tidak menjadi pelindungnya.


Kawanan serigala saling mengaung, hasrat dan nafsu membunuh dipancaran bersama-sama oleh para monster ini kemudian tidak kalah membentuk sebuah formasi pengepungan.


"Mode Serang Dekat! Seribu Tembakan!"


Mode serangan dekat adalah salah satu jurus wajib dimiliki ataupun dikuasai oleh setiap anggota Tameng Berduri, mengubah pola serangan jarak jauh menjadi sebuah pertahanan dalam menghadapi serbuan adalah fungsi mengaktifkan mode tersebut.


Jarak tembaknya pun beragam, 100 meter adalah jarak paling jauh sementara jika lawan berhasil memasuki jarak tembak sekitar 50 sampai 20 meter maka Tameng Berduri secara otomatis menempatkan diri dalam kewaspadaan penuh.


"Setidaknya menggunakan rencana ini bisa mengulur waktu mungkin hingga beberapa menit ..." Arav menemukan tanda-tanda kehabisan mana pada regu pimpinannya yang disusul Masket hampir kehilangan keseimbangan dalam berdiri disertai dengan nafasnya yang tidak teratur.


Tidak menginginkan Masket menderita terlalu lama Arav memutuskan untuk membagi mana nya kepada gadis ini begitupun dengan bawahannya yang lain secara diam-diam.


"Masih belum ... Aku akan menunjukan kemampuanku sehingga tidak mengecewakan tuan," Masket mengalirkan sisa mananya ke senjata di tangannya tersebut, terlihat sebuah cahaya terang berwarna kuning perlahan keluar sebelum senapan miliknya melepaskan tembakan berupa peluru kecil namun menimbulkan ledakan besar.


"Sudah cukup ... Ini adalah batas kemampuanmu, jangan memaksakan diri," Arav menaikan tangan seraya mengambil langkah cepat menghentikan niat Masket.


"Tapi ... Ini belum seberapa ..."


"Percayalah kepadaku, sudah kubilang kemampuan setiap orang ada batasnya. Kau lebih dari mengulur waktu bahkan membuatku layak untuk mengatakan regu ini pantas menjadi pasukan pengawal pribadiku," Usai berbicara dengan nada pelan Arav langsung menarik cepat pedangnya yang tersarung kemudian menghunuskannya.


Kawanan Serigala ini berhenti menyerang bukan tanpa alasan, didepannya telah berdiri sosok kuat yang sedari tadi menahan diri untuk bertarung.


"Kalian sudah membuat mereka menjadi seperti itu, waktunya bagiku untuk membalas perbuatan kalian."

__ADS_1


Serangan Arav begitu cepat sehingga kawanan Kelas Serigala Muda terbunuh dalam hitungan detik, tebasan demi tebasan dilepaskan tanpa henti oleh Arav hingga menyisakan 20 ekor serigala dari jumlah sebelumnya.


Satu serangan terakhir kemudian menentukan nasib sisa kelompok monster ini sebelum sebuah suara nafas kasar disertai aura membunuh pekat muncul dari balik pepohonan. Bayangan monster ini jelas terlihat mengerikan bahkan kedua bola matanya bewarna merah darah.


"Tuan ... Disana!" Masket mengarahkan pandangan Arav ke satu arah, terlihat sosok serigala berukuran lebih besar puluhan kali lipat dari serigala biasa datang tentunya dengan maksud tidak baik.


Serigala ini memiliki bulu berwarna hitam, taringnya yang begitu tajam membuatnya ditakuti oleh serigala lain. Arav baru ingin menyerang tetapi didahului oleh serigala ini setelah sebuah bola cahaya besar menghantam tempatnya berada.


"Jadi kau adalah pemimpin dari sekumpulan serigala ini?!" Arav berusaha mencairkan suasana namun hewan buas besar ini tidak memberinya kesempatan, "Jangan salahkan aku jika kau juga harus kehilangan nyawa!"


Jurus Kilatan Cahaya dilepaskan Arav begitu tubuhnya melambung tinggi di udara, serangannya secepat angin bahkan lebih cepat dari cahaya membuat monster ini seakan-akan menjadi sasaran empuk serangannya.


"Masih bisa berdiri setelah menerima serangan sekuat itu?! Kau tidak membuatku tidak mempunyai pilihan lain! Tombak Kristal!"


Giliran tombak-tombak berbahan kristal yang menancap tepat di setiap tubuh serigala ini, darah segar memang mengalir deras namun monster tersebut sampai saat ini mampu berdiri bahkan mengaung.


"Tuan ... Kondisi kita sekarang tidak menguntungkan! Sebaiknya kita segera mundur ke desa sebelum semuanya terlambat!" Masket buru-buru menghampiri Arav meskipun tubuhnya terasa berat.


Arav mengepalkan tangannya, dia menyeringai lebar karena ini adalah pertama kalinya Arav kesulitan menghadapi lawannya.


"Kalian apa tidak mengetahui bahaya?! Cepat mundur atau kita semua akan terbunuh!" Suara dari seorang pria berbaju zirah megejutkan Arav. Arav merasa pernah bertemu dengan mereka disuatu tempat.


"Kau adalah pemuda di penginapan itu! Mengapa berada di desa ini?" Rekannya yang lain tidak kalah terkejut mengetahui.


"Cukup basa basinya! Kita ada misi yang harus diselesaikan!" Arav mengalihkan pembicaraan, jelas karena masalah tadi belum selesai membuatnya harus memikirkan cara untuk mengatasi hewan buas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2