
Nampak pak Ryan langsung berjalan dan mendekat ke arah Luke.
“Dek Luke...mau gak bantu bapak.?
“Huh..apa tuh pak?.”
“Mau gak kamu memperkerjakan Ayu...kan kamu punya dua adik yang masih kecil tuh, jadi kalau udah ada yang jaga kan kamu bisa fokus sama bisnismu.”
Nampak pak Ryan yang lihai dalam mencari peluang bisnis langsung menyarankan Luke memperkerjakan saudaranya yang baru saja tiba dari kampung.
“Heh...tapi ...”
“Lah, bantulah bapak...kan selama ini bapak dah sering bantu kamu juga.”
Mendengar ucapak pak Ryan Luke langsung ingat jasa jasa beliau. Memang benar pak Ryan sering membantu ia dan kedua adiknya bahkan Luke sering menunggak cicilan sewa ruko tapi pak Ryan selalu kompromi padanya.
Setelah memikirkan lagi Luke pun merasa kalau memang sudah saatnya kedua adiknya itu di jaga oleh orang lain. Karna Luke sendiri sudah memikirkan semuanya dan ketika dia nanti genap 18 tahun dia akan memulai bisnis besarnya dan akan sangat sibuk.
“Kalo itu tanya Ayunya pak...saya sih memang butuh asisten rumah tangga buat jagain adik adik saya.” Mendengar jawaban Luke, pak Ryan sangat senang dan memanggil Ayu.
“Yu... sini.” Lalu Ayu pun jalan menghampiri pak Ryan dan Luke.
“Jadi gini...karna kamu belum dapet kerja mau gak kerja sama adek ini?.”
“Huh...”
“Santai aja kerjanya gamang kok, cuman jagain adik kembar adek ini aja.”
“Tapi kan...” melihat ekspresi pak Ryan, Ayu pun langsung setuju.
“Yaudah deh Ayu mau."
“Nah kalo gini kan enak."
Nampak pak Ryan tersenyum lega melihat strateginya berhasil.
“Yaudah pak saya mau pamit pulang, dah sore nih adek saya pasti dah nungguin di rumah.”
“Yaudah bapak pamit juga ya kalo gitu, terus surat rukonya bakalan bapak kasih nanti malem.”
Akhirnya pak Ryan pergi kembali bersama Ayu. Luke yang melihat pak Ryan sudah pergi langsung menutup toko peninggalan ayahnya itu.
Sambil berjalan dan melihat toko milik ayahnya itu luke tersenyum tipis.
“Yah...sebentar lagi Luke akan mewujudkan mimpi ayah.” Nampak Luke tersenyum sambil menatap tokonya itu yang nampak kusam dan pergi meninggalkanya.
Luke pergi berjalan kaki ke suatu tempat dan setelah beberapa menit ia sampai di sebuah Shorum mobil. Nampak karna hari sudah mulai sure ada beberapa karyawan yang sudah bersiap siap pulang.
“Pak, masih buka gak?.”
__ADS_1
“Hem...kenapa dek?.”
“Saya mau beli mobil pak.”
Mendengar jawaban Luke seorang karyawan yang sudah bapak bapak hanya bisa tersenyum dan menyuruh Luke pulang.
“Udah sana pulang dek, dah sore nih.” Nampak karyawan tersebut justru mengusir Luke.
Tapi mendengar omongan si bapak Luke nampak cuek dan masuk ke dalam Shorum mobil tersebut.
“Eh..eh..eh.. mau kemana?.”
“Saya mau lihat lihat dulu pak.”
“Kamu ini jangan nyusahin orang, kalau cuman mau lihat lihat mending pulang aja sana.”
Nampak karyawan tersebut justru memarahi Luke. Tapi tiba tiba seorang pria yang bersetelan rapi yang tengah duduk sambil minum kopi di sana melihat pertengkaran mereka.
“Kenapa dit...?.”
“Ini pak...adek ini bilang mau beli mobil, cuman ya mana bisa saya percaya melihat penampilannya aja dah gak meyakinkan.”
Nampak bapak karyawan itu mempermasalahkan pakaian Luke yang kotor, maklum aja abis gelud jadi itu seragamnya emang lagi kotor.
Tapi tiba tiba pria bersetelan rapi dengan kemeja warna biru lengkap dengan dasi itu berjalan ke arah Luke.
“Iya bener...”
“Yaudah silahkan lihat lihat dulu, kalo ada yang suka, bisa nanya ke saya.”
Nampak karyawan yang tadinya memarahi Luke hanya bisa diam karna pria itu telah mengizinkan Luke untuk masuk dan melihat lihat mobil yang di jual.
Luke tanpa basa basi masuk lebih dalam dan melihat ada banyak mobil mewah terpajang di sana. Sampai mata Luke tertuju ke sebuah mobil sedan berwarna hitam dan nampak ia sangat menyukai bentuk mobil tersebut yang simple tapi elegan.
“Pak...yang ini berapa?.” Nampak Luke memanggil pria berjas itu, saat mendengar teriakan Luke pria itupun menghampirinya.
“Yang ini mobil Mercedes M-021 Harganya 10 milliar.”
Mendengar harga yang di sebutkan, Luke langsung mananyakan syarat syarat pembeliannya.
“Syaratnya gampanng dek, kalau beli cash cukup pake KTP aja bisa.”
“Gini aja pak, karna saya masih belum punya KTP gimana kalau saya beli Cash tapi bapak bantu ngakalin bisa gak.?”
“Hem... tapi adek serius mau beli kan?.”
“Iya pak.”
“Yaudah isi dulu sini dokumen dokumennya.”
__ADS_1
Nampak pria tersebut membawa Luke duduk dan mulai mengisi beberapa dokumen.
“Dah untuk sekarang syaratnya ini aja dulu, selebihnya biar saya yang urus.”
“Yaudah pak, bisa lewat trasnferkan?.”
“Bisa dong...nih nomor rekeningnya.” Akhirnya Luke mentrasnferkan uang senilai 1OM dan pria bersetelan rapi itu langsung memberikan kunci mobil itu pada luke.
“Nih dek kuncinya, nanti sisa sisa dokumennya biar saya yang urus...adek bisa kan bawa mobilnya?.”
“Bisa kok pak .”
Nampak luke yang sudah di beri kunci langsung masuk ke dalam mobil Mercedes hitam tersebut dan membuka toko sistem bagian keterampilan. Lalu membeli Keterampilan menyetir dengan harga 2000CP.
[Ting]
[Berhasil membeli keterampilan Master Menyetir]
[Ting]
[Memulai penggabungan keterampilan Master Menyetir dengan tubuh tuan]
[10%]
{30%]
[60%]
[80%]
[100%]
[Ting]
[Berhasil menyatukan keterampilan Master Menyetir dengan tubuh tuan]
Nampak karyawan tadi mulai mendekat ke arah pria bersetelan rapi dan bertanya.
"Pak, kok bapak bisa tau kalau dia orang kaya?."
"Hemm... Kamu kira posisi saya di sini saya dapetin cuman dengan keberuntungan aja?."
"Nih ya pid saya bilangin sama kamu, jaman sekarang nih banyak orang yang gayanya wow banget tapi isinya nol. Jadi kamu harus jeli dan bisa melihat ekspresi dan gaya tubuh seseorang kalau mau sampe ke posisi saya." nampak pria itu mulai bercerita dengan bapak tersebut.
Kemudian Luke langsung menghidupkan mesin mobil, Lalu mencoba mengendarainya. Nampak saat awal mengemudikan mobil tersebut Luke sangat kaku.
Tapi secara cepat Luke langsung menguasainya dan dapat mengendarai mobil itu dengan mudah.
Luke yang pertama kalinya mengendarai mobil sangat senang dan nampak ia sangat menikmati perjalanan pulang kerumahnya di sore hari itu.
__ADS_1