
“Jangan bercanda kamu, kamu sadar kan dengan ucapan kamu barusan?.”
“Iya pak saya serius...”
Akhirnya Ricard berjalan dan mendekati Luke, ia berjalan lalu meletakkan botol minuman mewah yang sedang ia pegang dan mendekat ke arah Luke.
“Jadi gini ya dek...saya tau kamu lagi dalam masa masa merasa paling hebat dan bisa melakukan segala hal, saat di usiamu dulu saya juga sama...suka bikin bercandaan biar suasana makin meriah.”
“Tapi saya gak pernah bicara hal bodoh kayak yang kamu bilang.”
“Jadi sekarang juga pergi dan cari teman main yang sebaya...”
Akhirnya Ricard dengan tegas mengusir Luke dari tempat tersebut. Luke yang ucapannya tak di dengar akhirnya merasa marah dan pergi. Ia saat ini berjalan dengan kemarahan yang memenuhi dirinya.
“Dasar orang tua bodoh...susah amat di kasih tau.”
Luke sendiri tau jika ucapannya itu susah untuk di percaya. Dan saat itu Luke mencari ide lain dan ketika sedang berjalan ia melihat di atas kapal itu ada Fuka dan seorang pria berbadan besar dan tegap sedang mengobrol sambil minum minum. Luke yang melihat itu langsung paham dan mendekatinya.
“Kak.”
“Ehh...kamu..ada apa?.”
“Gini kak, saya mau bilang sesuatu yang penting.”
“Waduh...kok dateng dateng langsung mulai obrolan panas gini...mau nembak adek saya ya?.”
“Ihh...apasih kakak nih.”
Terlihat jelas pria tesebut sedang bercanda mengejek sang adik, dan benar saja, tepat seperti yang Luke perkirakan kalau ternyata orang itu adalah Dony Darko, kakak kandung Fuka yang bekerja di Kemiliteran.
“Jadi mau ngomong apa dek sama adik saya?.”
Dony bertanya langsung kepada Luke karna merasa tak senang waktu berharganya dengan sang adik tercinta di ganggu, langsung menatap Luke dan bertanya padanya.
“Nanti malam tempat ini bakalan di serang perampok bang.”
Ketika mendengar ucapan Luke, Dony langsung diam seketika. Ia terlihat mencoba menahan tawanya tapi tetap tak bisa.
“Hahahaha....aduh ini anak.”
“Fuka...ini pacar kamu lucu juga ya.”
“Ihh...bukan pacarlah ...dia cuman temen aku.”
Nampak Fuka juga tersenyum melihat kakaknya tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
“Dah lama juga gak lihat kakak ketawa lepas kaya gini, hahaha nice Luke...kamu dapat nilai 100.”
Melihat omonganya hanya jadi tertawaan, Luke mulai tak dapat menahan emosinya lagi.
“Saya serius...tolong dengerin omongan saya baik baik.”
Lalu Dony langsug berdiri dan menatap Luke. Tubuh besar dan tinggi itu langsung menutupi tubuh Luke yang jika di bandingkan tak ada apa apanya.
“Kamu dah ganggu waktu berharga saya, kalo mau bercanda pilih pilih orang ya dek.” Nampak Dony memegang pundah Luke sambil menatapya dengan tatapan penuh ancaman.
“Kak...udahlah...dia anak baik baik kok.”
“Luke...kamu kenapa sih, kok dateng dateng ngomong hal ngawaur kaya gitu?."
Tapi ketika melihat ekspresi yang Luke keluarkan, Fuka jadi sedikit heran. Ia tau betul kalau Luke ini adalah anak yang pintar. Jadi gak munggin dia bikin prank aneh kaya begitu. Bahkan Luke terlihat sama sekali tak takut dengan ancaman yang di arahkan Dony padanya.
“Udah cukup bercandanya..sana pergi.”
Akhirnya Dony mengusir Luke, tapi Fuka langsung bilang kalau ia percaya dengan apa yang Luke bilang.
“Kamu serius?.”
“Iya kak, saya serius?.”
“Woi..jangan di ladenin orang tolol kayak dia.”
Setelah mendengar penjelasan sang adik Dony pun langsung berbicara lagi.
“Yaudah...karna saya lagi seneng saya bakalan dengerin omongan kamu.”
Akhirnya mereka bertiga duduk di sana. Lalu Luke dengan cepat dan jelas menceritakan kebenarannya. Walaupun ia berbohong kalau itu semua hanya terjadi di dalam mimpi. Tapi ketika melihat Luke yang berbicara dengan sangat meyakinkan, Dony yang ahli dalam membaca ekspresi dan mimik wajah seseorang akhirnya mulai mendengarkan penjelasan yang di berikan Luke.
Akhirnya setelah sudah selesai memberikan penjelasan, Luke dan Dony langsung bergegas pergi ke tempat kapten kapal dan memberitahukan masalah tersebut.
Ricard yang lagi lagi melihat Luke datang mulai tak senang, tapi ketika melihat Dony di sampingnya, akhirnya Ricard mau tak mau mendengarkan penjelasan yang di berikan Luke.
Sampai akhirnya para penjaga sudah bersiap siap sesuai rencana yang sudah mereka jalankan. Saat ini bagian atas kapal sudah di kosongkan. Dan semua pengunjung sudah di beri tahu untuk berada di kamar mereka pada pukul 23:00.
“Kalo sampe bohong awas kamu ya...”
Nampak Ricard dan beberapa penjaga yang sudah menunggu kedatangan perampok tengah bersiap siap menyambut mereka. Lalu ketika semua persiapan sudah di lakukan jam pun akhirnya menunjukkan pukul 23:00.
Nampak Ricard dan beberapa penjaga mulai was was...
Di sini Dony dan beberapa penjaga lainnya sudah ada di spot yang berbeda, sedangkan Ricard sudah siap di atas kapal dengan yang lainnya.
__ADS_1
Dan benar saja. Ketika pukul 23:05 sebuah suara kapal terdengar mendekat. Walaupun tak ada lampunya mereka mulai dapat mendengar suara mesin kapal tersebut.
Dan dalam sekejap, para penjaga langsung mengarahkan lampu sorot dari kapal pesiar ke arah yang di tunjuk oleh Luke dan saat lampu di nyalakan, mereka semua terkejut saat melihat kapal pencari ikan yang di dalamnya sudah ada banyak orang dengan senjata laras panjang sedang bersiap siap menyerang.
Ketika lampu sorot di arahkan, nampak para ******* langsung panik dan adu tembakan pun tak terhindarkan. Dengan persiapan yang matang dan spot menembak yang lebih di untungkan. Dony dan para penjaga dapat dengan mudah menghujani kapal itu dengan peluru.
Meskipun para ******* berusaha melawan tapi di posisi yang tidak menguntungkan itu mereka semua di sapu bersih dalam sekali gerakan.
Nampak semua tamu dan murid yang sudah di peringatkan di awal sangat ketakutan mendengar suara tembakan yang tak henti hentinya terdengar. Dalam waktu tak lebih dari 10 menit itu akhirnya suara tembakanpun berhenti.
Saat ini kapal yang di tumpangi perampok sudah habis di hujani oleh peluru. Nampak suasana malam itu hening dan mencekam. Bahkan saat itu tak terdengar suara sedikit pun.
Ricard yang sudah membuat keputusanpun akhirnya mulai menyiapkan kapal kecil dan dengan beberapa orang langsung mengecek kapal pencari ikan tersebut.
Dan saat mereka masuk nampak semua perampok sudah mati tertembak dan hanya ada beberapa yang sudah menyerah dan bersembunyi di bagian bawah kapal. Dengan itu sisa perampok yang berhasil selamat di tangkap.
Melihat hal yang di bicarakan oleh Luke benar benar terjadi, Dony terlihat sangat penasaran dengan Luke dan setelah situasi aman para penjaga langsung membawa para penjahat dan menyerakanya ke polisi untuk di introgasi.
“Luke...”
Nampak Dony mendekat ke arah Luke dan mengajaknya ngobrol.
“Kamu beneran tau ini semua dari mimpimu?.”
“Iya bang bener, terus jangan di sebar kalo saya yang kasih tau ya bang.”
“Kalo itu mah aman, cuman abis ini saya mau ngobrol sesuatu sama kamu.”
Akhirnya malam itu para penjaga memberiskan tkp dan acara perpisahan anak kelas tiga SIS di tunda sehari sampai akhirnya di lanjutkan kembali. Dan masalah pembantaian perampok tersebut hanya di ketahui oleh beberapa orang saja.
Akhirnya pesta perayaan dan perpisahan anak kelas tiga di adakan di pulau tersebut. Nampak banyak tamu dan murid terlihat bersenang senang sampai akhirnya mereka semua kembali ke pelabuhan...
Setibanya di pelabuhan, nampak Luke sudah di jemput oleh pak Andre dan di sana Juga sudah ada pria bule yang masih cukup muda.
"Luke..." nampak pak Andre memanggil Luke dan menghampirinya.
Karna tak enak hati akhirnya hari itu kedua adiknya dan Ayu di antar Rudy pulang sedangkan Luke langsung pergi ke mobil pak Andre. Dan saat sampai di sana nampak seorang pria bule langsung memperkenalkan dirinya.
"Jadi ini dia anak yang jual berlian itu."
"Iya pak.. Itu saya."
"Perkenalkan saya Leon Cramwel, saya pebisnis Diamond dan ada banyak hal yang ingin saya bahas denganmu."
"Salam kenal juga, nama saya Luke Lawrance. Sebenernya saya juga dah lama pengen ketemu dan ngobrol ngobrol."
__ADS_1
Akhirnya Luke yang di jemput langsung itu pergi dengan pak Andre dan Leon mengendarai sebuah mobil.