
Pagi harinya Luke akhirnya terbangun. Sesaat setelah terbangun, ia langsung melihat apa saja yang telah terjadi pada sistem di S-213 V2.
“Buka tebel hologram.”
Lalu sebuah tebel hologram dengan tampilan baru yang sangat unik dan keren langsung memanjakan mata Luke. Dan di sana ada lambang unik yang terpampang jelas di depan matanya.
“Wahhh...keren sekali, siapapun yang mendesain sistem sampai seperti ini pasti jiwa seninya tinggi.”
“Buka statistik.”
Lalu tebel hologram beralih ke statistik dirinya.
Nama : Luke Lawrance
Ras : Manusia
Job : -
Level : 50
Power Force : 0
Kecerdasan : 230
Kekuatan : 178
Kelincahan : 196
CP : 51.516.087
Gold. : 20.531
Ketika melihat ada sedikit perubahan di statistik dirinya, Luke pun bertanya pada sistem.
“Sistem, kenapa di data statistik sekarang ada Job, Ras dan Power Force?.”
[Karna sekarang tuan telah resmi menjadi pemilik sistem S-213-V2, maka tuan sudah memenuhi syarat dan bisa bersaing dengan Ras lainnya]
Lalu Luke melihat tebel hologram lainnya. Dan di sana ia bisa melihat fitur baru yang membuatnya langsung sadar dengan peryataan sistem tentang pertanyaannya di awal tadi.
Saat ini tersedia fitur Auction/Lelang, fitur Betting/Judi, dan Fitur Free League. Ketika melihat ada banyak fitur baru yang di luar logika Luke, ia hanya bisa terduduk di tempat tidur dan memikirkan banyak hal.
Saat ini Luke juga sudah mulai mengecek dan melihat Fitur Fitur terbaru yang di sediakan sistem.
__ADS_1
“Wiih...banyak yang nyari Mystic Gem di fitur lelang terus di Lelang juga gak ada yang jual.”
“Sistem, apakah aku bisa menjual barang yang ku dapatkan dari sistem ke Fitur lelang?.”
[Jawabanya bisa, memang fitur ini sistem ciptakan agar para Acretians bisa lebih muda membangun peradaban maju di di tiap planet mereka masing masing]
“Hemmm...”
Setelah mendengar jawaban mengejutkan dari sistem, Luke akhirnya sadar kalau dia bukanlah satu satunya orang yang mendapatkan sistem. Bisa di bilang ia hanya satu dari sekian banyak Acretians{sebutan orang yang di beri sistem} yang ada di seluruh galaksi.
dan sebenarnya Luke sendiri sudah menebak akan terjadi hal seperti ini, tapi tetap saja kebenaran tersebut masih membuatnya syok dan mulai berpikir keras.
Apa tujuan sistem membantu para Acretians membangun peradaban lebih maju di planet mereka masing masing?. Kenapa sistem mau report repot melakukan hal itu?. Apa yang sebenarnya sistem ingin lakukan pada para Acretians?. Banyak pertanyaan yang membanjiri kepala Luke saat ini.
Tapi mau bagaimanapun Luke tetap harus menerima semua itu, toh karna sistem juga ia bisa seperti sekarang dan bumi menjadi lebih maju juga karna sistem.
Meskipun masih ada kekhawatiran di hatinya, Luke tetap mempercayai sistem dan bertekat untuk makin kuat.
“Huh... yasudahlah, apapun yang terjadi nanti, aku hanya bisa percaya pada sistem dan harus bertambah lebih kuat lagi.”
Lalu pagi hari itu Luke keluar dari kamarnya. Di meja makan nampak kedua adiknya dan Ayu sedang sarapan bersama.
“Kakak.”
Akhirnya pagi itu Luke menghabiskan paginya bersama sang adik. Setelah makan ia juga menyempatkan waktunya untuk bermain bersama kedua adiknya. Sampai tiba tiba hpnya berbunyi...
“Halo.”
“Halo bos, ini Rudy.”
“Kenapa nelpon pagi pagi gini, ada hal penting apa?.”
“Gini bos, Dony bilang dia sudah mengetahui siapa orang yang ingin mencelakai bos waktu itu.”
“Hemm, baguslah...siapa mereka?.”
“Mereka adalah organisasi khusus dari China yang ingin mencuri data dan menggangu bisnis kita.”
“Sialan...apa tidak tau mereka siapa kita ini.”
“Cepat hubungi Dony dan bilang kirim Drone tak berawak untuk menghabisi mereka semua.”
“Baik bos, akan saya laksanakan.”
__ADS_1
“Dan juga pastikan untuk tak meninggalkan jejak, buat seolah olah itu kecelakaan seperti biasanya.”
Lalu Luke langsung mematikan hpnya. Memang sudah 2 tahun ini hampir seluruh negara adidaya di dunia mulai tak senang dengan kemajuan Indonesia di bidang teknologi.
Bahkan saat ini karna letaknya yang sangat strategis, Indonesia sudah menjadi negara sentral di dunia dan menjadi jalur perdagangan terbesar di dunia.
Berkat teknologi terbaru yang Luke ciptakan yaitu Gerbang Loop, manusia sudah bisa mengirim barang tanpa susah payah menghabskan biaya dan waktu di perjalanan. Dan atas hak paten mesin tersebut membuat Luke makin kaya dan terkenal.
Tapi itu juga mematikan para pesaing bisnis Luke. Dan bukan hanya itu, masih banyak juga penemuan Luke yang mendunia dan itu juga mengganggu dan menghancurkan bisnis para pesaingnya yang makin tertinggal.
Dan alhasil, banyak orang yang tak suka dengan kesuksesannya mulai mengirim mata mata dan pembunuh bayaran.
Tapi apalah daya, Luke yang memiliki tegnologi dan bantuan sistem bukan tandingan manusia biasa dan ia bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah.
Meskipun awalnya Luke ragu untuk meleyapkan musuh musuhnya, tapi ketika terjadi ledakan besar di rumahnya dulu dan membunuh hampir seluruh keluarganya, iapun terpaksa menggunakan Times Relic dan kembali ke waktu sebelum kejadian.
Dan sejak saat itu Luke bertekad akan menghabisi siapa saja orang yang berani menggangu ia dan orang orang tercintanya.
“Huh...dah ya Chiko, kakak dah capek, kamu lanjut main sama penjaga aja ya.”
Lalu atas saran Luke, penjaga yang memang sudah di siapkan di rumah besarnya itu mulai menggantikannya bermain bola bersama Chiko.
Sudah setahun ini Dony mengirim pengawal pribadi ke keluarga Luke. Dan mereka adalah prajurit khusus terbaik yang ada di indonesia dan itu membuat Luke makin tenang karna keselamatan keluarganya terjamin.
Bahkan Luke sudah menerapkan dan menggunakan beberapa drone yang terbang di atas rumahnya dengan mode tak terlihat dan akan menghancurkan apa saja yang sekiranya dapat membahayakan keluarganya.
“Huh...dah mau siang mending aku mandi dulu baru jemput Ange.”
Akhirnya siang itu Luke mandi dan bersiap siap menjemput sang pacar. Mereka memang sudah janjian hari itu untuk jalan jalan bersama karna belakangan ini mereka sudah jarang sekali ketemuan.
Sampai akhirnya Luke tiba di rumah sang pacar dan merekapun langsung pergi...
“Yang...itu jaket tebel amat, terus kacamatanya juga aahahah.” Nampak sang pacar terlihat tertawa melihat penampilan Luke yang aneh.
“Ya mau gimana lagi, kalo gak gini ntar banyak yang sadar terus mulai ganggu kencan kita.”
Nampak Luke hanya bisa pasrah karna memang karna nama besarnya banyak masyarakat yang sangat antusias jika melihat dirinya. Bahkan ketenaran Luke sudah melebihi artis Holywood dan itu cukup menggangu kehidupannya di masyarakat.
“Besok, jadikan kan kita daftar universitas?.”
“Jadi jadi...”
“Nah gitu dong, heheheh.”
__ADS_1
Walaupun Luke tak ingin repot repot berkuliah tapi karna permintaan sang kekasih iapun akhirnya setuju dan mereka rencananya akan kuliah di Universitas Indonesia.