
Akhirnya sisa sisa Accretian mengepung last bos yang bersembunyi di dalam tanah. Tapi dengan tegnologi dan mesin canggih dari sistem, para Accretian yang tersisa dapat menyerang monster besar itu sampai ahirnya ia keluar dan saat ini terlihat monster seperti gurita yang memiliki banyak tentakel mulai marah dan menyerang membabi buta.
Dengan kekuatan banyaknya tentakel yang keras bagai baja, para Accretian di buat kesulitan mendekat ke tubuh raksasa tersebut.
Sampai akhirnya Zerk dan bala bantuan tiba dan para petarung jarak dekat mulai mendekat ke tubuh sang raksasa.
“Rasakan ini bajingan besar....” nampak Zerk berlari menggunakan Armor Suit Set yang berat seperti menggunakan Armor ringan dan dengan kekuatan Powers Relic, Zerk dapat menyerang tubuh sang monster dengan mudah.
Pertahanan bagai baja itu tak berguna di hadapan Zerk yang memiliki kekuatan dapat menghancurkan apapun yang di yakininya.
“Woah...itu Zerk.”
“Ayo kita bantu dia...”
Terlihat seluruh Accretian makin bersemangat dan mulai menyerang habis habisan. Sampai akhirnya monster besar seperti gurita darat itu berhasil di kalahkan.
“Huh...”
“Yes...kita menang.”
“Akhirnya bisa panen CP.”
Tapi sesaat last bos itu mati, tiba tiba saja tanah bergetar hebat. Lalu dari dalam gunung berapi yang berada di tengah tengah hutan itu keluar sesosok makluk aneh dengan dua tangan dan dua kaki lengkap dengan tanduk.
Tubuh besarnya di selimuti oleh larva panas. Dan anehnya para Accretian dapat merasakan kekuatan Force dari monster itu.
“Haa...jangan bercanda sistem.”
“Sialan...jadi yang tiga tadi bukan last bos?.”
“Ahh...makin lama misi Eksplorasi makin sulit, apakah kita akan gagal lagi kali ini?.”
“Jangan menyerah...ayo kita bentuk formasi.”
Lalu di hadapan mereka terlihat jelas sesosok makhluk besar yang siap menghabisi para Accretian yang hanya sebesar semut baginya.
“Hahaha dasar para serangga, aku Salazar King of Beast akan memusnakan kalian semua.”
Kemudian monster besar itu mulai menyerang. Dengan tangan besarnya, ia mulai mengalahkan para Accretian yang tersisa seperti kutu.
Banyak Accretian yang mulai pasrah dan menyerah. Bahakan Luke yang melihat banyak teman temannya di sapu bersih hanya dengan sekali serangan tangan mulai tak yakin mereka dapat mengalahkan monster besar itu.
Tapi kemudian Sitz berteleport ke medan perang dan mulai berbicara...
“Para Accretian, ayo bentuk ulang strategi kita....”
“Para warior dan Force Shelder sini berkumpul di barisan depan bersama Zerk dan aku.”
“Para Wizard dan Archer berpencar ke segala pejuru dan bersiap siap melancarkan serangan dan para Blader dan Force Blader harap lindungi para Wizard saat mereka menyiapkan mantra serangan yang kuat.”
Terlihat Sitz yang tiba tiba datang dan berteleport mulai memerintahkan mereka. Banyak yang mengikuti sarannya tapi ada juga yang tak mau mendengarkannya.
“Kenapa aku harus mengikuti saranmu?.” Nampak Zerk tak setuju Sitz memimpin dan enggan bergabung. Tapi Sitz hanya tersenyum dan menjawab.
__ADS_1
“Bulan lalu kita kalah karna tidak kompak, apa kau ingin kita kalah lagi sekarang?.”
“Harusnya kalian semua tau kalau misi Eksplorasi ini hanya bisa di taklukan dengan kerjasama dari kita semua bukan saling berebut siapa yang membunuh bos terakhir."
Setelah mendengar penjelasan Sitz, akhirnya para pasukan yang tersisa mulai mengikutinya.
Bukannya mereka enggan mengikuti saran dari Sitz, secara mereka yang tersisa saat ini adalah mereka para Elite yang sangat kuat dan memiliki Arogansi masing masing.
Tapi karna bulan kemarin mereka juga gagal dan tak mendapatkan apa apa, akhirnya mereka hanya bisa membuang jauh jauh rasa Arogansi mereka dan bertarung secara berkelompok.
“Yang Sitz katakan benar...ayo kita bekerja sama, jika tidak kita hanya akan mati konyol seperti waktu itu.”
“Ya...mau siapapun yang memimpin dan mendapatkan last hit itu tak penting...yang terpenting adalah kita harus menang agar mendapatkan banyak hadiah.”
“Hem...aku setuju.”
Nampak para Accretian yang tersisa mulai setuju dan melaksanakan rencana Sitz.
“Baiklah...ayo kita kalahkan monster besar itu...”
“Yosha...gass..."
“Apanya yang raja para monster....rasakan serangan milikku ini monster bodoh.”
Akhirnya perang epic pecah di waktu itu.
Para Warrior dan Force Shielder mulai berkumpul dan menahan serangan Salazar dengan perisa besar mereka bercampur kekuatan Force.
Lalu di bagian belakang ada para Wizard yang menjadi kunci kemenangan, dengan posisi yang aman mereka dapat mengumpulkan Force dan mengeluarkan serangan yang maha dahsyat ke arah Salazar.
“Hahahah...dasar para serangga, kalian pikir serangan lemah seperti itu bisa mengalahkanku?.”
Terlihat Salazar sama sekali tak terluka dan kenyataan itu membuat para petarung yang tersisa mulai kehilangan harapan.
“Jangan...berhenti menyerang...saat aba aba dariku kita akan mulai menghabsi mosnter besar itu.”
Tapi Sitz tetap santai dan tenang, melihat Sitz yang tetap maju dan menyerang, akhirnya yang lain juga tetap pada posisi mereka dan terus menyerang Salazar.
“Zerk..pegang tanganku.”
“Huh...aku tak mau di perintahkan.”
“Ayolah...hanya seranganmu yang dapat menghancurkan penghalang Force milik monster itu.”
Akhirnya karna memang Zerk kesulitan mendekat, kemudian ia memegang tangan Sitz dan merekapun mulai bersiap melancarkan serangan.
“Siapkan serangan terkuatmu....kita akan berteleport ke depan wajahnya.”
“Sudah ku bilang jangan memerintahkanku..”
Lalu Zerk mulai mempadakan Force di kapaknya dan terlihat serangan yang sangat mengerikan gabungan dari Power Relic dan Force padat itu sudah siap di lancarkan.
“Baiklah ....Kadasya sekarang...” Sitz berteriak.
__ADS_1
Lalu dari kejauhan terlihat serangan besar berwarna hitam pekat langsung meluncur ke arah Salazar...
Seketika serangan Force hitam itu langsung menghantap Salazar. Tapi karna ada pelindung tak kasat mata, serangan Dark Force itu terhenti dan tak mengenai Salazar.
“Hahaha...dasar para serang-..Huh...ini...”
Dalam sekejap penghalang milik Salazar berhasil di hancurkan, lalu Sitz dan Zerk langsung berteleport ke wajah Salazar dan di sana mereka berdua menyerang Salazar dengan kuat.
Salazar yang panik dengan cepat membuat penghalang baru, tapi ia sedikit terlambat dan...
“Rasakan ini monster bodoh.” Zerk berteriak.
Lalu untuk pertama kalinya Sitz menggunakan senjatanya, yaitu sebuah pedang putih yang memancarkan energi Force yang sangat kuat dan menyerang Salazar dengan telak.
“Hiaah...rasakan kekuatan dari Spirit White Sword ini monster besar.”
Dengan serangan kombinasi dari 3 orang itu, Salazar akhirnya terjatuh...
“Haaaa...beraninya kalian...”
“Sekarang teman teman... maju...serang habis habisan monster ini.”
Atas arahan dari Sitz, para Acretian yang tersisa mulai maju dan melancarkan serangan. Para Wizard dan Force Archer juga tak mau kalah, mereka juga melancarkan serangan bertubi tubi ke tubuh besar Salazar.
“Baiklah Luke...ayo lancaran serangan terakhir.”
Luke yang sudah kehabisan energi Force mulai memadatkan energi di panahnya dan bersiap melancarkan serangan terakhir...
“Sialan...tenaga ku bisa ku pulihkan dengan pil obat dari sistem, tapi Force milikku tak bisa, dengan ini aku hanya bisa melancarkan satu serangan terakhir, dengan ini semoga saja aku yang berhasil mendapatkan Last hit.”
Dengan penuh percaya diri, Luke mulai memadatkan Force dan berniat mengambil last hit seperti yang sudah sudah.{anjay kang ks}
Karna padatnya aura Force yang Luke kumpulkan, terlihat partikel partikel cahaya mulai memenuhi dia dan Divine Bow. Dan dari kejauhan terlihat ada seorang wanita cantik yang tertarik dengan Aura bersih dan suci yang Luke pancarkan.
“Rasakan ini...”
“Sreeettt....Sringgg....Booooooom"
Dengan cepat panah bercahaya milik Luke melesat bagai Roket dan mengenai telak tubuh Salazar.
[Selamat, tuan berhasil membunuh Last Bos, King Of Beast Salazar Grandiona]
[Selamat para Acccretian telah menyelesaikan misi Eksplorasi dan mendapatkan Reward Spesial]
“Yuhu...kita menang...”
“Yesss...dapet hadiah banyak.”
“Sial...bukan aku yang dapet last hit.”
“Tadi tembakan siapa sih yang bercahaya itu, kayaknya dia sih yang dapet last hit.”
Nampak para Accretian yang tersisa melirik ke arah serangan terakhir yang sangat kuat itu dan saat ini seluruh Elite yang tersisa melirik ke arah Luke yang berdiri dengan gagah dengan Armor dan Divine Bow miliknya.
__ADS_1