
Tepat pada pukul 24:00, nampak suara sistem terdengar di kepala Luke.
[Ting]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]
[Ting]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]
[Ting]
[Berhasil menyelesaikan misi harian]
[Ting]
[Berhasil menyelesaikan misi harian]
Mendengar misi telah selesai Luke langsung mengajak Aryo untuk pulang.
“Yo, yok balek dah malem nih.”
Nampak Aryo melihat jam di tangan kanannya dan menyadari ternyata sudah pukul 12 malam.
“Wih, gak kerasa dah jam 12, yaudah yok balek.”
Lalu mereka berdua pun pulang ke rumah Aryo. Karna mereka tinggal di pusat kota nampak di sepanjang perjalanan masih banyak kendaraan lalu lalang.
“Kau jadi nginep di rumahku kan?.”
“Ya jadi, kan dah ku bilang kemaren.”
Lalu Aryo memacu kendaraanya dan tiba di rumah. Di sana dua pria yang tidur satu kamar itu mulai mengobrol hal mesum.
“Luke, nih dvd terbarunya, mau nonton gak?.”
“Males, aku mau langsung tidur aja.”
“Yeee, kita sebagai pria harus tau banyak jurus, jadi pas nanti ngamar sama cewek bisa mendominasi.” Nampak Aryo memberi saran yang tak berguna kepada sahabatnya itu.
Mendengar ocehan sahabatnya itu, Luke hanya lanjut tidur sambil memejamkan matanya.
“Woi, cewekmu mana, tumben gak nelpon seharian?.”
Tapi melihat Luke yang sudah memejamkan matanya, Aryo pun akhirnya hanya bisa mematikan lampu kamar dan lanjut tidur.
Sampai pagi harinya mereka bersiap siap ke sekolah.
“Eh, Luke...satu minggu lagi mau di adain festifal olahraga di sekolahkan.?”
“Iya bener, ngapa emang?.”
“Ya gpp, aku dah gak sabar aja pengen pamer sama para cewek, hehehe...mana tau aja kan habis lihat kehebatanku ada yang naksir terus nembak aku?.”
“hahahaha....yo yo, kau masih ingatkan tahun kemaren pas kelas satu, kelas kita di bantai abis sama kakak kelas."
“Ya itukan dulu, sekarang di kelas kita cowoknya makin banyak jadi kemungkinan buat menang masih ada.”
“Heemmm...iya juga sih.”
__ADS_1
“Paling kalo pun iya, lawan terberat ya anak futsal atau gak anak basket kelas 3B.”
“Iya sih, di sana isinya Atlit tukang rusuh semua.”
“Terus apa aja emang lomba yang di adain?.”
“Lah emang gak lihat mading?.”
“Hehehe...lupa.”
Nampak Aryo hanya tersenyum sambil nyisiran.
“Kalo gak salah ada Cerdas Cermat, Futsal, Basket, Renang, Catur, Bulu Tangkis pokoknya banyak lah.”
“Hemmm, kalo catur mending skip dah, gak mungkin ada yang bisa ngalahin ketua OSIS.”
“Hahahaha bener, tahun kemaren aku juga kalah lawan dia.”
“Hooh, padahal dikit lagi bisa masuk 3 besar dah lumayan tuh hadiahnya.”
“Yaudah yok berangkat, kelamaan nyisir lu gak ada juga yang naksir kok.”
Akhirnya mereka berdua pergi ke ke sekolah. Nampak hari itu Luke menjalankan aktifitasnya di sekolah seperti biasa. Hanya saja sang pacar masih belum hadir.
“Hemmm kurang 300.000CP lagi sampe bisa beli obat buat Ange.”
Nampak Luke melihat memandangi tabel statistik sambil belajar di dalam kelas.
Nama : Luke Lawrance
Level : 19
Kekuatan. : 65
Kelincahan. : 96
Poin status : 0
CP : 712.020
Gold. : 80
Keterampilan : Master Karate, Master Parkour, Master Taekwondo, Master Menyetir, Master Billiard.
Akhirnya sekolah hari itu selesai dan pada pukul 13:00 siang, Luke langsung pulang mengendarai mobilnya.
Tapi sebelum ke rumah, ia mampir dulu ke pasar melihat proyek pembangunan perusahaan Berlian yang akan di dirikannya.
Sesampainya di sana nampak banyak orang bekerja dan ruko ruko tua sebelumnya sudah di ratakan dengan tanah.
“Hemmm, nampaknya akan memakan waktu lebih lama dari perkiraanku.”
Hanya tinggal 3 bulan lagi bagi Luke naik ke kelas tiga. Dan itu juga sama dengan bertambahnya umur Luke menjadi 18 tahun.
Sebenarnya ia berencana memulai bisnis Berliannya tepat di usia ke 18. Tapi karna ternyata mendirikan bangunan tak semudah yang ia pikirkan dan juga mengurus surat surat membuat perusahaan juga belum bisa ia lakukan karna masih di bawah umur.
Nampak Luke mamarkirkan mobilnya di pinggir proyek dan di sana ia melihat dengan jelas Rudy dan seorang mandor yang tengah berteduh dan mengobrol. Melihat itu Luke langsung menghampiri mereka.
“Gimana bang, aman?.”
__ADS_1
“Ehhh, bos muda dateng.”
“aman bos semuanya masih terkendali.”
“Pak, kira kira berapa lama ini bangunan siap di bangun?.”
“Hemm... kalo sesuai perjanjian kontrak bisa sampe 6 bulanan dek, bahkan kalo cuaca gak mendukung bisa lebih.”
“Bisa gak pak di percepat?.”
“Waduh, kalo itu tanya bos besar...saya gak bisa jamin.”
Akhirnya setelah mereka mengobrol Luke pun mendapatkan nomor sang bos mandor dan meneleponnya. Nampak Luke meminta proyek tersebut di siapkan dalam waktu 3 bulan.
Tapi mendengar permintaan Luke sang bos besar tak dapat menjamin itu. Karna memang perlengkapan dan SDM mereka di rasa belum bisa melakukannya. Bahkan Jika Luke membayar lebih, sang bos besar hanya menyanggupinya selama 5 bulan.
“Yaudah bang saya pulang dulu.”
“Oke hati hati ya.”
Akhirnya Luke berjalan kembali ke arah mobilnya tapi secara tiba tiba suara sistem berbunyi.
[Ting]
[Menerima misi harian]
[Ting]
[Menerima misi harian]
Melihat dapat misi baru, luke langsung membuka tabel hologram dan melihat misi apa yang ia dapatkan.
{Mentraktir makan siang semua pekerja proyek tuan}
{hadiah 15.000CP}
{Waktu 1 jam}
Melihat misi harian akhirnya aktif, Luke langsung kembali menemui mandor dan mengatakan akan mentraktir seluruh pekerja proyek makan siang saat itu.
Mendengar tawaran Luke pak mandor pun menyetujuinya.
Lalu atas saran pak mandor Luke menelepon Restoran dan menyiapkan makan siang mewah untuk para pekerja yang jumlahnya mencapai 100 orang.
“Tuh pak dah saya telpon orang restorannya, kata mereka 1 jam lagi sampe.”
“Wihh, makasih banget ya mas, jarang jarang anggota saya makan enak kaya gini.”
“Gpp pak santai aja, terus ini.” Nampak Luke mengeluarkan uang pecahan seratus ribuan dari tas sekolahnya.
“Nih pak, kasih bonus buat mereka semua, biar kerjanya makin semangat.”
Nampak Luke dengan entengnya memberikan uang senilai 100 juta kepada sang mandor...
Dan benar saja satu jam kemudian makanan yang di pesan Luke tiba. Dan nampak pak mandor menyuruh semua anggotanya untuk berhenti bekerja dan makan siang bersama.
Nampak Luke juga ikut makan siang bersama mereka semua. Sampai setelah makan pak mandor memberikan tiap dari mereka 1 juta rupiah sebagai bonus dari bos muda yang tak lain adalah Luke.
Nampak di sana semua orang terlihat bahagia dan Luke salah satunya.
__ADS_1