
Setelah memenangkan perlombaan catur, Luke langsung di sambut hangat oleh teman teman se kelasnya. Banyak orang yang memberi ucapan selamat. Bahkan ada dari kelas lain juga.
Sampai akhirnya pada siswa berpindah dari sana ke tempat lainnya. Ada lomba bulu tangkis, voli, futsal dll.
Tapi Luke sendiri langsung ke tempat dilaksanakanya lomba basket. Sambil berjalan dengan beberapa teman sekelas yang juga ingin pergi ke sana. Lalu Luke dan teman temanya tiba di gedung basket SIS.
“Yahooo, gimana dah siap main kan?.”
Melihat Fiona yang merupakan gadis tercantik di kelas 2C dan teman teman lainnya menghampiri tim basket, nampak beberapa pria di sana langsung salah tingkah.
“Ehhh, Fiona...nih abis ini kami main.”
“Wih...pas dong, jadi kami bisa dukung.”
Lalu mereka semua duduk berdekatan di tempat berkumpulnya tim basket kelas 2C.
“Gimana Luke, menang?.” Nampak Dion bertanya hasil lomba catur.
“Menang.”
“Heh, serius?.”
“Iya tanya aja sama yang lain.”
Akhirnya dion yang penasaran bertanya pada Fiona dan gengnya yang lagi duduk sambil ngerumpi.
“Woi, bener Luke menang lomba Catur?.”
“Ia bener, emang kamu gak cek website sekolah?.”
“Gak, sangking serunya liat pertandingan sampe lupa, hehehe.”
“Mangkanya itu, kan lagi heboh tuh di grup WA SIS.”
“Oooh, baguslah...kalo Luke bisa menang sih aku gak heran, soalnya di kelas kitakan dia yang paling pinter.”
“Iya bener, Luke kamu hebat udah bisa ngalahin ketua OSIS.”lanjut salah seorang wanita.
“Ahh, biasa aj...aku cuman lagi beruntung.”
Lalu para rombongan kelas 2C sambil menunggu giliran bermain, mereka semua nampak saling mengobrol dan bercanda tawa.
Sedangkan Luke seperti biasa. Dia ngambil posisi duduk agak jauhan dan mulai farm poin.
“Dikit lagi 1.000.000CP, kalo dapet sekali lagi misi spesial udah cukup nih, cuman untuk jaga jaga kalo misalnya gak dapet mending aku sambil farm poin ah.”
Lalu setelah hampir satu jam akhirnya pertandigan anak kelas 3B melawan kelas 3E selesai. Lalu nampak kelompok Luke mulai bersiap siap.
__ADS_1
“Selesai juga mereka, sumpah itu pertandingan mereka kasar banget tadi.”
Nampak ada seorang gadis di kelompok Luke bicara karna sedikit tak nyaman melihat pertandingan yang kasar.
“Yahh mau gimana lagi, klo gak kasar gak geng Satria namanya.” Nampak Boby yang sudah mengenal Satria dan gengnya bicara dengan santai.
“Iya, tapi kan gak harus kaya gitu juga.”
“Kamu cewek tau apa soal olahraga, kalo kasar ya tinggal balas kasarin, gitu aja kok repot, nampak Boby yang memang memiliki tubuh tinggi dan besar sama sekali tak takut dengan Satria dan gengnya.
“Wow, santai napa...si Desi kan cuman ngasih tau.”
“Iyaa aku tau, cuman jangan samain olahraga cowok sama olahraga cewek...ya jelas bedalah.”
Nampak Boby mulai berjalan terlebi dahulu di ikuti anggota tim yang lain.
“Yaudah kalian semangat ya mainnya, kami dukung dari sini.”
“Hehehe, iya Fi...”nampak Aryo senyum senyum melihat Fiona mendukungnya.
Kemudian tim basket Luke mulai memasuki lapangan pertandingan. Di sana nampak lawan mereka adalah anak dari kelas 3A.
“Masih ingetkan strategi kita kemaren?.”
“Iya bob, santai aja.”
“Baiklah pertandingan Grand Final 4 besar selanjutnya akan di mulai, silahkan para peserta memasuki lapangan pertandingan.”
Nampak pak komentator kali ini adalah seorang guru olahraga dan ia juga menjadi salah satu pengawas pertandingan.
Lalu tim basket Luke berkumpul dan mereka semua membentuk lingkaran.
“Oke teman teman...seperti kemarin, strategi kita tetap sama.”
“Sebisa mungkin oper bolanya ke aku atau Luke, terus sisanya bisa jaga pertahanan.”
“Oke oke, aman bob.”
“Okee semuanya ayo semangat...kita pasti menang.”
Nampak Boby yang memang lebih berpengalaman dalam basket membimbing yang lainnya. Lalu mereka semua meletakkan tanganya bersama sama dan berteriak.
“ANDA JUAL...KITA LAWAN...”
Akhirnya setelah berteriak bersama, mereka mulai mengambil posisi masing masing. Nampak tiga pemain di belakang yaitu Ario, Dion dan Fery, lalu Boby dan Luke di depan. Sedangkan lima lainnya di bangku cadangan.
Sedangkan di tim lawan ada Darma sebagai Ace dan Tri di depan. Lalu di belakang ada 3 orang lainnya.
__ADS_1
“Hahahah, ngapain coba mereka kayak gitu.”
“Iya, hahaha bikin malu aja.”
“Oke gengs, kita kasih tau siapa bosnya di sini.”
Nampak tim lawan meremehkan tim Luke sambil sedikit mencemooh. Lalu dengan aba aba juri yang juga seorng guru olahraga pria yang masih muda, pertandigan pun di mulai.
Nampak bola di lempar ke atas, lalu Boby dan seorang kakak kelas bernama Darma saling meloncat dan di sini Boby berhasil mendapatkan bola pertama.
Dengan cepat Boby langsung Dribbling {menggiring bola} dan ketika melihat celah ia mengoper pada Luke. Lalu dari jauh, sekiranya sudah yakin Luke langsung melempar bola ke keranjan ring lawan dan....
{Tettt}
Nampak suara tanda bola masuk berbunyi dan yeah tim basket kelas 2C berhasil mencetak 3 angkat dari Shooting{lemparan} Luke dari luar garis three poin.
“Wohh, sep.” Nampak Boby berlari ke arah Luke dan mereka saling beradu tinju.
Lalu anak kelas 3A memulai pertandingan. Dengan cepat Darma langsung menggiri bola di ikuti Tri dan lainnya, tapi Boby nampak langsung maju sendirian dan mempercayakan pertahanan pada rekan timnya.
Kemudian Darma dengan tubuh besarnya berniat ingin mencetak poin secara solo tapi ia di hentikan oleh Dion. Karna di ganggu, lemparannya pun gagal masuk dan Bola Rebound itu dengan cepat di ambil Aryo
Lalu Aryo langsung mengopernya ke arah Luke. Dan tak lama setelah mendapatkan bola, Luke langsung melempar bola jauh ke depan yang di sana sudah ada Boby, dan...
{Tettt}
Nampak Boby yang berdiri sendiri tanpa gangguan dengan mudah mencetak 3 angka dari luar garis three.
Melihat strategi anak kelas 2C, akhirnya Darma dan timnya mulai serius. Mereka yang awalnya nampak meremehkan itu mulai menunjukkan skill terbaik mereka.
Karna memang Darma dan Tri juga anak basket SIS, walaupun gak masuk tim inti. Tapi kombinasi mereka sangat singkron karna sudah sering bermain bersama.
Dengan mudah Tri dan Darma membalas dan mencetak angka. Tapi duet Luke dan Boby juga tak kalah hebat. Mereka tetap bisa membalas serangan dari anak kelas 3A.
Sampai di babak pertama tersebut mereka saling mencetak angka.
{Tettt}
Kemudian suara tanda berakhirnya set pertama terdengar.
“Huh...jadi gini ya rasanya lawan pro."
Nampak Aryo sedikit mengeluh karna kali ini mereka mendapatkan lawan yang seimbang.
“Hahaha, santai aja...baru juga mulai.” kata Boby.
“Iya kamu enak...udah sering olahraga...nah aku.”
__ADS_1
“Iya bener, sumpah baru babak pertama dah main cepet kaya gini...mereka emang hebat sih.” Nampak Feri melanjutkan kata kata Ario.