Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.56


__ADS_3

Di hari kedua Survival Game, nampak kelompok Luke dengan santai berpetualang di pulau yang sangat indah tersebut. Mereka semua terlihat sangat senang menjelajahi pulau sambil mencari makanan yang memang sudah di sebar di setiap spot yang di tentukan.


“Wah...tuh lihat ada lagi.”


“Iya bener kali ini di atas batu/tebing.”


“Woi bahaya...hati hati ya.” Kata Tiara.


“Hehehe santai aja, gini doang mah gampang.”


Nampak Aryo langsung berlari dan mengambil makanan tersebut dan memang benar, bagi sebagian kaum wanita memang terlihat bahaya, tapi bagi kaum adam yang berumur 17an dan lagi di masa primanya menaiki tebing seperti itu sangat mudah bagi mereka.


“Hehehe, lihat apa yang kudapat.”


“Wihhh...hamburger....nice.”


“Ahh...makan enak kita siang ini.”


“Hahaha kalo gini doang mah gampang.” Nampak Aryo lagi lagi pamer di depan Tiara.


“Yaudah...dah siang nih kita makan siang dulu yok.”


Akhirnya siang itu mereka makan makanan yang berhasil mereka dapatkan di hutan. Setelah makan, mereka berjalan lebih jauh lagi dan tak sengaja bertemu kelompok yang lain.


“Ehhh, lihat tuh ada kelompok lain.”


“Hemm...bener.”


“Samperin gak?.”


“Ahhh ngapain...kalo bisa kita menjauh aja.”


“Lah emang kenapa?.”


“Kalo makin banyak orang bisa bisa jatah makanan yang ada di sini bisa di ambil mereka.”


“Iya tuh bener...kelihatannya mereka juga sambil nyari nyari gitu.”


Setelah berdikusi cukup lama, mereka akhirnya memutuskan mengambil rute lain agar tak bersaing dalam memperebutkan makanan.


Di sini terlihat Luke berjalan bersama teman temannya sambil memegang peta pulau yang sebelumnya sudah di bagikan di pos awal.


“Gimana...dah tau kita di mana sekarang?.” Nampak Ange bertanya pada pacarnya tersebut sambil berjalan.


“Nih...kita pagi tadi lewat sungai ini, terus ke tebing dan sekarang masuk lagi ke hutan jadi posisi kita ada di barat daya hutan yang luas ini.” Nampak Luke menunjukkan peta tersebut kepada Ange sambil berjalan.


Karna hari sudah mulai sore, mereka pun memutuskan mencari spot yang mendukung untuk mendirikan tenda.


“Dah jam 3 nih...kayaknya nih tempat bagus deh buat tidur malam ini.” Nampak Gugun memberikan pendapatnya.

__ADS_1


Dan atas suara terbanyak mereka setuju untuk tidur di sana malam itu. Setelah mendirikan tenda, Luke dan Gugun pergi berkeliling mencari kayu bakar sambil mencari makanan yang mana tau saja mereka lewatkan.


Dan benar saja, di atas sebuah akar pohon yang sangat besar nampak ada dua plastik makanan yang sudah di ikat di sana.


“Woi Luke..lihat tuh.”


“Wih...ada dua...hahaha lucky.”


Akhirnya mereka berdua mencoba memanjat akar pohon besar tersebut yang sudah menjalar kemana mana sangking tuanya.


Nampak Luke sudah berhasil mengambil satu plastik sedangkan Gugun masih mencoba untuk memanjat dan selalu gagal.


“Gimana, bisa gak...kalo gak biar aku aja.”


“Yaudah aku nyerah...badanku kayaknya kegemukan dah.”


“Haduh...mangkanya diet gun.”


Akhirnya Lagi lagi Luke yang memanjat dan mengambil satu lagi plastik makanan.


Sambil membawa kayu bakar yang sudah di kumpulkan di awal, mereka berdua pun kembali ke tenda. Di tenda nampak para gadis sudah mempersiapkan makan malam untuk mereka semua.


“Selamat datang.”


“Hehehe...nih lihat apa yang kami bawa.”


“Wihhh...dapet lagi?.”


“Yee...makan kenyang lagi dong kita hari nih.”


Akhrinya karna hari sudah mulai gelap mereka membuat api unggun dan makan bersama di sana malam itu.


“Kalo gini doang mah gampang."


“Iya bener, ku kira bakalan kelaperan kita kayak di film film.”


“Ya gak mungkinlah, ini sekolah isinya anak pejabat mana berani sekolah bikin Event sampe membuat muridnya sendiri kelaperan.”


“Nah...bener tuh, kayaknya Event Survival Game ini cuman sarana biar kita lebih menikmati petualangan kita di pulau ini.”


“Bisa jadi...kan kita dapetin makanan ini juga harus melewati tantangannya.”


Akhirnya di hari kedua mereka nampak masih santai dan menghabiskan malam dengan bercerita sambil menyantap makan malam dan di temani pemandangan langt malam yang sangat cerah malam itu.


Lalu saat sedang asik duduk bersama teman temannya, tiba tiba saja suara sistem terdengar di kepala Luke.


[Ting]


[Mendapat misi harian]

__ADS_1


[Ting]


[Mendapat misi harian]


“Akhirnya muncul juga misi harian...walaupun dah malem gpplah.”


“Inventory” lalu di depan api unggun yang masih berkobar itu luke membuka inventory dan meggeser tebel hologram, lalu melihat misi apa yang ia dapatkan.


{Tidur bersama sang kekasih malam ini}


{Hadiah 60.000CP}


{waktu sampai pagi hari}


Luke yang saat itu sedang duduk di depan api unggun sambil meminum kopi panas yang mereka dapatkan sebelumnya langsung menyemburkan kopi yang sedang ia seruput.


“Peftttt...uhukkk.uhukk..”


Melihat Luke yang tiba tiba tersedak, Ange yang duduk di sebelahnya langsung bertanya.


“Lah kenapa yang?.”


“Gpp...aku gpp kok.”


Dalam hatinya Luke di buat jengkel sekaligus senang oleh misi yang di beri Sistem.


“Woi sistem...apa apaan misi harian kali ini....kau serius memberiku misi beginian?.”


[Ting]


[Sistem hanya memberi misi secara acak dengan memilih apapun yang ada di pikiran alam bawah sadar tuan]


“Jeglekkk.” Luke nelen ludah.


Setelah mendengar jawaban sistem, Luke hanya bisa menahan malunya. Memang benar apa yang di bilang sistem. Memang Luke sendiri sempat berpikir untuk menyerang sang kekasih di malam hari karna memang suasana dan tempat mereka yang mendukung.


Tapi balik lagi, itu hanya imajinasi liar Luke saja dan ia sama sekali tak ingin melakukan hal seperti itu. Mungkin ya dan mungkin tidak, hanya itu yang ada di pikiran Luke saat ini.


Setelah menghabiskan malam sambil bercerita dan berfoto untuk kenang kenangan malam itu. Mereka semua yang sudah lelah pun kembali ke tenda masing masing untuk tidur.


Di dalam tendanya, Luke hanya bisa menatap layar hologram sambil memikirkan akan menjalankan misi atau tidak. Dengan pengalaman Luke selama menjalankan misi harian yang di beri sistem, Besar kemungkinan bahwa Luke akan dapat menyelesaikan misi tersebut.


Tapi untuk misi kali ini, Luke sedikit ragu. Walaupun peluang ia berhasil besar, tapi juga masih ada resiko gagal dan yang terpenting ia tak ingin di pandang sebagai orang mesum oleh sang pacar yang sangat di cintainya.


Atau bahkan saat ini di pikiran liar Luke, ia membayangkan kalau sang kekasih justru sedang menunggu nunggu dirinya untuk di serang. Karna memikirkan hal hal itu, Luke akhirnya tak bisa tidur dan keluar dari tendanya.


Dia mulai mencari angin segar dan ketika melihat tenda sang kekasih yang tepat berada di sebelahnya, Luke lagi lagi menelan ludahnya dan di buat galau.


Saat ini di kepalanya ada banyak suara dan pilihan yang bisa ia lakukan beserta konsekuensinya. Tapi akhirnya Luke memutuskan untuk tak melakukan hal bejat tersebut ke sang kekasih dan pergi ke arah timur hutan tempat ia mendirikan tenda.

__ADS_1


Di sana ia memanjat sebuah pohon dan duduk di dahannya.


Sambil melihat bulan dan bintang yang bersinar terang di malam yang cerah tersebut, secara mengejutkan Luke melihat saat ini di bawah rembulan tepat di hadapanya ada sesosok bayangan sedang mengintainya.


__ADS_2