
Setelah puas main di tong setan mereka pun istirahat sejenak.
“Huuh...capek juga.”
Nampak sang kekasih sudah mulai kelelahan padahal mereka baru sebentar menikmati permainan.
Di sini mereka duduk di sebuah bangku yang mengarah ke banyak orang. Nampak Ange yang kelelahan memegang erat tangan Luke dan tak melepaskanya.
“Ge...yok sebelum pulang kita naik kincir angin dulu...berani gak?.”
“Heh...aku pengen sih...cuman takut, itu kan tinggi banget.”
“Gpp, kan ada aku, aku pasti jagain kamu...”
“Yaudah aku mau...”
Akhirnya mereka menaiki kincir angin yang sudah di hiasi berbagai lampu kelap kelip. Lalu mereka duduk sambil berdekatan dan kincir angin pun mulai berjalan.
Nampak di sini Ange awalnya sangat ketakutan karna mereka berputar di ketinggian. Tapi ketika melihat pemandangan yang indah dari atas sana Ange yang duduk bersebelahan dengan Luke merasa aman dan menyandarkan badannya ke pundak sang kekasih.
“Gimana aman kan...?.”
“Hemm...”
Tapi tiba tiba saja saat mereka di ketinggian paling atas kincir angin tersebut berhenti.
Ange yang awalnya nampak tenang langsung ketakutan.
“Ehhh, kok berhentinya lama...kenapa nih, rusak jangan jangan mesinnya.”
“Hahahah, gak lah santai aja.” Nampak Luke mulai menenangkannya. Lalu Luke secara tiba tiba beranjak dari yang sebelumnya berada di sebelah sang kekasih kini sudah ada di depannya. Ange yang melihat itu cuman bisa bingung dan heran.
“Mau ngapain?.”
“Kamu percaya gak sama aku?."
“Hemmm dari tadi bilang itu terus, kalo aku gak percaya, aku gak akan ada di sini.”
Nampak ange yang sedikit panik karna sedang berada di ketinggian itu mulai tak nyaman. Tapi Luke langsung memegang kedua tangan sang kekasih dan bicara lagi.
“Coba tutup mata kamu.”
Mendengar permintaan sang pacar Ange pun menurutinya. Ia langsung memejamkan matanya dan tak bertanya banyak hal karna memang ia sangat mempercayain pacarnya tersebut.
“Mau ngapain sih...” nampak ange yang sudah menutup matanya mulai bertanya pada Luke.
__ADS_1
Tapi di sini Luke langsung membuka toko dan membeli obat GD-117 dengan harga 1.000.000CP.
[Ting]
[Berhasil membeli obat GD-117]
[Ting]
[Obat telah di pindahkan ke inventory]
Lalu Luke langsung mengambil pil obat tersebut dari dalam inventory. Dan saat ini obat berbentuk seperti permen kecil berwarna putih itu sudah ada di tangan kanannya.
“Ge...buka mulut.”
Ange yang mendegar permintaan aneh sang kekasih pun bertanya.
“Mau ngapain sih?.”
“Udah buka aja.”
Akhirnya Ange yang polos itupun membuka mulutnya dan di sana Luke langsung memasukkan pil obat GD-117 dengan efek menyembuhkan segala macam penyakit ke mulut sang kekasih.
Ange yang menyadari ada yang masuk ke mulutnya secara reflek menutup kembali mulutnya dan ia dapat merasakan ada sesuatu di mulutnya.
“Ehhh, permen apa nih kok rasanya aneh.”
“Hahaha emang rasanya gimana?.” Luke yang penasaran dengan rasa permen 1.000.000CP itupun bertanya.
Sambil mengemut obat tersebut ange menceritakan pada Luke rasa aneh yang ia rasakan.
“Hemmmm...rasanya kayak nyobain permen pedes, terus manis, juga ada pahitnya dan berasa juga ada rasa mintnya. Pokoknya lengkap deh.”
“Yaudah...udah boleh buka mata belum nih?.”
“Udah...buka aja.”
Akhirnya ange membuka matanya kembali dan melihat ke arah sang pacar.
“Jangan bilang kamu nyuruh aku tutup mata sama buka mulut karna pengen ngasih permen aneh itu.” Nampak Ange bertanya pada sang kekasih tentang permintaan konyolnya.
“Kalo iya emang kenapa?.”
“Heeee,seriusan...cuman ku kira kamu bakalan ngasih aku kalung atau apa gitu, ini malah permen doang.” Nampak ange sedikit kesal.
Tapi sebenarnya ia tak tau kalau permen obat yang baru saja ia kenyot bisa di bilang adalah permen termahal di dunia. Bayangin aja harga satu Diamond paling murah 20m dan itu harganya cuman 120CP. Jadi berapa tuh harga obat kalo di itung jadi duit.
__ADS_1
Lalu secara tiba tiba nampak ada kembang api yang secara bersamaan terbang dari berbagai tempat mulai meluncur ke atas langit malam itu.
“Nice timing bang Rud.”
“Waah, ada kembang api, siapa yang nyalain sebanyak ini?.”
Nampak ange sedikit kaget dan menikmati pertunjukan kembang api yang tengah berlangsung di hadapan mereka.
Di sini ketika melihat sang kekasih memandangi kembang api yang bertebaran di langit malam itu, Luke yang sudah tak tahan lagi langsung mencium mulut sang kekasih. Secara tiba tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Serangan mendadak yang Luke lancarkan mengejutkan sang kekasih Dan itu membuat Ange sedikit kaget dan grogi. Tentu saja ia grogi, itu adalah ciuman pertamanya dan Luke menciumnya tanpa permisi terlebih dahulu.
Tapi ketika bibir hangat mereka saling bersentuhan Ange memejamkan matanya dan mereka berdua ******* di atas biang lala.
Luke dapat merasakan rasa gula dan berbagai rasa lainnya dari mulut sang pacar. Di sana hampir 3 menitan mereka terus berciuman tanpa henti sampai akhirnya suara mesin biang lala terdengar kembali dan itu mengakhiri kehangatan ciuman pertama mereka di atas sana.
“Hehehe.” Nampak Luke justru tersenyum puas setelah menyerang sang kekasih secara tiba tiba. Sedangkan ange hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya karna ia sangat malu dengan keadaan dan suasana di sana kala itu.
Lalu merekapun turun dari biang lala. Di sini Ange yang sudah kelelahan dan mendapat serangan mendadak nampak sudah tak kuat berjalan.
“Kenapa...capek?.”
“Enggak, cuman masih syok aja.” Nampak ange masih malu malu dan memikirkan kejadian barusan.
“Yaudah sini ku gendong.”
“Heeee, gak ah... malu tau...”
“Udah naik sini.”
Akhirnya karna memang sudah tak kuat berjalan, Ange langsung naik ke punggung Luke yang sudah menunduk dan bersiap menggendongnya.
Merekapun berjalan di keramaian itu bersama.
“Gimana malam ini...seneng?.”
“Iya...coba aja kita bisa kayak gini terus...”
“Hahaha, kita bakalan kayak gini terus kok, aku janji.”
Mendengar omongan sang kekasih Ange hanya bisa memeluknya makin erat.
Saat ini ange memeluk Luke dengan sangat erat.
“Makasih...malam ini yang...” sambil memeluk sang kekasih Ange memejamkan matanya.
__ADS_1