
Akhirnya setelah beberapa saat duduk sambil mengobrol pesanan mereka yang sudah di pesan di awalpun tiba.
“Nih mas pesenannya.”
“Satu coffelatte sama satu aromatic coffe kan.”
“Iya mbak, bener.”
Tapi lagi lagi suara sistem tiba tiba terdengar di kepala Luke.
[Ting]
[Menerima misi harian]
[Ting]
[Menerima misi harian]
"Akhirnya misi harian muncul, ku kira ngebug ini sistem sampe malam misi harian belum muncul."
“Inventory”
Lalu Luke membuka inventory dan menggeser tabel hologram sampai ke bagian misi.
{Mentraktir semua orang sampai tengah malam}
{hadiah 15.000CP}
{Waktu sampai jam 24.00}
Melihat misi yang di berikan Luke langsung memanggil mbak yang baru saja pergi mengantarkan pesanan mereka.
“Mbak...”
Mendengar panggilan Luke wanita itupun berhenti.
“Kenapa mas?.”
“Bos mbak ada?. Kalo ada bisa gak panggilin, saya ada mau ngomong hal penting.”
“Huh...apa tuh mas, bilang aja ke saya nanti saya sampaikan.”
“Gak usah mbak, panggil aja dia langsung, toh nanti pasti dia juga tetep ke sini.”
“Yaudah, tunggu bentar ya mas, saya panggilin dulu.”
Akhirnya wanita itupun pergi turun dari sana. Sedangkan Aryo yang menyeduh kopi panas itu hanya melihat Luke sambil bertanya.
“Emang kenapa...jangan bilang kamu mau neraktir semua orang di sini...hahahah”
“Kalo iya emang kenapa?.”
Mendengar perkataan temanya itu aryo sedikit tersedak saat minum.
“Ehhek...ehhekkk, serius nih jir, wih taulah yang baru dapet warisan, hahahaha.”
__ADS_1
Nampak mereka hanya tertawa dan lanjut ngobrol hal hal yang biasa di obrolin pria. Sampai tak lama kemudian sang manager Cafe Senja di temani sang wanita tadi datang menemui mereka.
“Mas ya yang manggil saya, ada masalah apa mas?.”
Nampak sang wanita yang telah mengantar pria itu langsung turun kembali karna memang keadaan di sana sedang sangat ramai.
“Gini mas, saya mau neraktir semua orang yang ada di sini malam ini.”
“Pfffttt.....”
Mendengar ucapan Luke, Aryo langsung menyemburkan kopi yang sedang ia minum.
“Woi, lu serius jir...ga lihat sebanyak ini makhluk?.”
“Iya mas, jangan bercanda atuh, saya lagi sibuk nih, udah ya saya turun lagi.”
Melihat sang manager yang buru buru pergi Luke pun langsung memanggilnya.
“Mas tunggu.”
“Apa lagi sih, sumpah hari nih lagi rame, saya gak ada waktu buat bercandaan.”
“Siapa yang bilang saya bercanda?.”
“Sini nomor rekening mas biar saya kirim sekarang uangnya.”
Mendengar omongan Luke, pria itupun nampak sedikit emosi dan langsung memberikan nomor rekeningnya.
“Tuh dah saya kasih...coba kirim kalo berani?.”
Tapi luke hanya membuka ATM mobile miliknya dan tanpa banyak bacot langsung mengirimkan 10M kepada sang manager.
“Kringgg...”
Menyadari hpnya bergetar sang manager mengambil hpnya di saku dan mengecek, lalu melihat ke layar hpnya. Kemudian terlihat jelas notofikasi transfer berhasil senilai Rp. 10.000.000.000 Milyar.
Melihat jumlah uang yang dikirim, sang manager terlihat panik sampai menjatuhkan hpnya.
“Haaaaa...apa nih, serius ini mas ngirim saya 10M?.”
“Kan tadi sudah saya bilang.”
“Ini serius kan mas?... gak lagi bercanda kan ini?. Ada kamera tersembunyi gak biar saya dada dadah dulu.” Nampak sang manager masih sedikit tak percaya dan mengira itu adalah acara prank dari salah satu televisi.
“Gak ada kamera kameraan mas, saya beneran mau neraktir semua orang yang ada di sini malem nih.”
Mendengar Luke berbicara sangat serius pria itupun langsung meminta maaf dan menerima tawaran baik Luke.
“Yaudah mas, uangnya saya terima...tapi ini kebanyakan nanti sisanya saya transfer balik ya.”
“Yaudah terserah mas, yang penting saya mau semua orang yang ada di sini makan sama minum gratis.”
“Yaudah mas, sana cepet bilangin ke anggota mas, nanti ada yang keburu bayar duluan lagi.”
“Oke oke...saya balik dulu...makasih dan maaf sebelumnya dah ngira mas bercanda.”
__ADS_1
“Gpp, santai aja.”
Akhirnya sang manager langsung lari kembali ke bawah dan menginformasikan itu pada semua karyawan cafe.
Lalu secara tiba tiba band yang nyanyi di bawah langsung naik ke atas atas perintah sang manager dan nampak memulai performa live di sana.
“Cok, aku gak bisa ngomong apa apa lagi.”
“Lah...kenapa emang?.”
“Gpp, pokoknya aku seneng aja kalo kamu dah banyak duit.”
Akhirnya malam hari itu semua orang di lantai tiga terhibur oleh penampilan band lokal yang bernyanyi di lantai tiga dan nampak ada beberapa pesan yang di sampaikan oleh sang vokalis ketika selesai menyanyikan sebuah lagu.
Nampak ia menyebutkan nama Luke dan menunjuk lokasinya dan mengatakan kalau malam hari ini itu semua orang yang ada di sana di traktir olehnya.
Ketika mendengar ucapan sang vokalis band, banyak orang menatap ke arahnya dan mulai bertepuk tangan lalu memberkan salam hangat sambil menyucapkan terima kasih.
Tapi nampak di pojokan lain Satria juga melihat ke arah Luke.
“Yang, itu beneran Luke adek kelas kita kan?.” Nampak Fanny sang pacar sedikit tak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat.
“Ya iya dia, emang siapa lagi kalo bukan dia...kan jelas tuh kelihatan wajahnya yang kelihatan seneng banget.”
“Dapet duit dari mana dia ya...kok tiba tiba jadi kaya mendadak?.”
“Kata orang orang di sekolah sih dia dapet warisan, cuman entahlah aku juga ga peduli.”
Nampak Satria juga tak terlalu peduli Luke mendapatkan uang dari mana. Atau lebih tepatnya ia sudah tak mau berurusan dengan pria tersebut.
“Cok...satu bulanan lagi sampe darmawisata ke pulau tak berpenghuni, apa aja emang agenda yang di adain OSIS?.”
“Belum tau juga, sekolah masih nunggu jawaban orang tua murid, jadi tiga hari lagi baru deh OSIS mulai sibuk.”
“Cuman udah pasti jadi sih, secara anak kelas tiga tahun sekarang banyak anak pejabatnya dan kayaknya mereka juga semuanya setuju buat pergi ke sana.”
“Hooh...kayaknya mereka bosen kali karna keseringan jalan jalan ke tempat tempat wisata populerdi dunia, secara mereka kan anak pejabat semua, jadi tiap liburan pasti jalan jalan.”
“Hooh, kayaknya mereka pengen sesuatu yang baru dan menantang gitu.”
“Kamu sendiri gimana?.”
“Yaa... kalau aku setuju lah, anggep aja sebagai kenang kenangan masa SMA yakan, terus juga berasa kayak di film film, jadi bisa maen survival game kita di sana, ahaahah.”
“Kayaknya emang ada even begitu sih, secara kemaren ada yang nyaranin.”
“Huh...serius jir?... Jadi pengen cepet cepet ke sana cok.”
“Ya tapikan masih saran doang belum tentu jadi, pokoknya kalaupun jadi aku gak akan kasih tau, karna emang semuanya harus di rahasiakan sampe kita tiba di sana.”
“Alah pelit amat, gak ada yang tau juga kalo ada yang bilang, bisa jadi anggota lain malah yang bocorin even yang akan di adakan nanti."
“Kayaknya gak lah, semua OSIS orang pilihan jadi gak mungkin mereka kayak gitu.”
Akhirnya malam itu mereka habiskan dengan nongkrong dan mengobrol sampai tengah malam.
__ADS_1