Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.53


__ADS_3

Lalu pertandingan terus berlanjut sampai di babak 8 besar. Kali ini Luke melawan anak kelas 1 yang memang terlihat sangat ahli dalah hal adu panco.


Dia adalah anak eskus badminton dan terlihat otot di tangan kananya sangat besar.


“Mohon kerja samanya bang.”


“Iya..”


Akhirnya mereka berdua saling mengambil posisi dan saling mencengkram satu sama lain.


“Oke...mulai.”


Terlihat sang adik kelas yang bernama Yuda itu langsung menyerang sekuat tenaga. Di sini Luke sampai langsung kaget karna tak menyangka sang adik kelas memiliki kekuatan sebesar itu.


“Aaahhh...aduh kuat juga nih anak.” Nampak jelas di wajah Luke kali ini ia kesulitan.


Dari otot di tangan mereka terlihat kekuatan yang besar saling beradu. Banyak penonton yang mulai bersorak. Bahkan kekasih Luke sendiri hanya bisa melihat dari jauh ketangguhan Luke sambil berharap ia bisa menang.


Ia tak ingin melihat pacarnya keliling kapal pesiar sambil bergaya seperti monyet.


“Ahhhhh”


di sini sang adik kelas yang memang sangat kuat dibagian tangan kananya mulai menekan Luke. Bisa di bayangkan atlit bulu tangkis yang sering berlatih pasti otot lenganya akan sangat besar. Dan itu yang terlihat saat ini.


Bahkan otot sang adik kelas terlihat lebih besar dari Luke. Tapi Luke tetap berusaha sekuat tenaga. Sampai akhirnya Luke yang sudah tak kuat lagi menggunakan kekuatan terakhirnya dan mendorong dengan perlahan tangan Yuda.


Tapi Yuda tetap bisa bertahan dan teriakan dan dukungan dari penonton makin banyak.


“Ayo semangat.”


“Ayo yud..dikit lagi.”


“Ayo Luke..buktiin kamu bukan cuman ganteng doang.”


Sampai akhirnya Yuda yang mulai kehabisan kekuatan tak dapat lagi menahan tanganya dan Luke yang menyadari itu juga mulai menyerang dan ia pun memenangkan pertandingan.


“Haaaa.”


“Selamat bang, sumpah gak nyangka aku abang bisa menang.”


“Hahaha, abang cuman hoki, tadi juga dah hampir kalah.”


Akhirnya kini sudah terpilih 3 orang terkuat dan pertandingan selanjutnya adalah pertandingan Juna melawan Tama.


Juna adalah anak kelas 3A dan merupakan salah satu atlit futsal kebanggaan sekolah. Bahkan ia juga merupakan pemimpin tim inti Futsal SIS yang berhasil memenangkan kejuaraan Futsal se indonesia tahun kemarin.


Tapi lawannya Tama adalah murid berprestasi juga di bidang Basket dan ia juga anggota inti tim basket SIS. Dan dari badan bisa terlihat kalau Tama mempunya badan besar seperti Gorila. Sedangkan Juna badannya tinggi dan terlihat otot ototnya sangat kekar.


“Oke.....bersiap...”


“Mulai...”

__ADS_1


“Huaaaaaa.”


Seketika pertandinagn di mulai tama langsung berteriak. Teriakannya yang besar dan menakutkan itu membuat sebagian penonton langsung diam. Tapi di sini Juna juga berteriak.


“Oraaaaaa...”


Akhirnya dua monster besar itu saling adu kekuatan. Tama yang menyerang dengan kekuatan kasarnya bagaikan Gorila yang sedang mengamuk mulai menekan Juna.


Tapi Juna dapat terus menahan serangan dari Tama dan mulai menyerang balik.


Di sini terdengar banyak sorakan dan dukungan mengarah pada Juna.


“Ayo kak juna semangat....”


“Ayo juna kamu pasti bisa.”


“Juna..Juna...Juna..”


Mendengar teriakan dan dukungan dari penonton Juna langsung berteriak dan mengeluarkan kekuatan terbesarnya.


“Uraaaaaaaa.”


Tama yang kaget karna Juna masih mempunyay banyak kekuatan akhirnya kalah. Bahkan dengan badan besar bagaikan Gorila itu ia tetap tak bisa mengalahkan kapten tim Futsal yang memegang predikat cowok terpopuler di sekolah mereka itu.


“Yey..kak juna menang.”


“Hemm..sudah ku duga, calon imamku memang yang terbaik.”


“Kenapa emang....kalian yang nyadar.”


Tapi di bangku penonton justru pendukung Juna mulai berantem.


“Oke...sekarang sudah terpilih 2 orang pria yang akan menentukan gelar pria terkuat di SIS.”


“Sebelum itu kita kasih dulu Juna istirahat sebentar.”


Tak selang beberapa menit Juna akhirnya sudah siap.


“Oke...yok mulai.”


“Oke pemirsa semua, pertandingan akan kita mulai lagi.”


“Saat ini kapten dari tm Futsal SIS akan menghadapi sang penantang misterius yang akhirnya menunjukkan kekuatannya.”


Lalu mereka berdua pun mendekat satu sama lain.


“Kak Juna mohon kerjasamanya.”


“Iya Luke...yok mulai.”


Akhirnya mereka pun mengambil ancang ancang.

__ADS_1


“Okee....bersiap...”


“Mulai...”


Lalu dalam sekuat tenaga Luke langsung menyerang Juna. Tapi di sini Juna masih bisa bertahan. Bahkan tangan Juna yang awalnya langsung tertekan ke bawah mulai naik kembali secara perlahan dan mulai menyudutkan Luke.


Tapi karna Luke sudah memakan pil obat JK-007, ia sudah mendapatkan kekuatannya kembali. Bahkan Luke juga membeli obat A-113 untuk menghilangkan rasa pegal dan nyeri di tangannya.


Karna keadaanya saat ini sangat prima, Luke akhirnya mulai menyerang Juna dengan kekuatan full powernya.


Di sini Juna sampai di buat tak percaya karna dapat di sudutkan oleh Luke. Dari postur mereka, jelas jelas Juna lebih besar dan berotot. Tapi kekuatan Luke yang ia rasakan kali ini bahkan lebih besar dari saat ia melawan Tama.


Karna sudah kelelahan akhirnya Juna tak dapat mempertahankan kekuatannya lagi dan dengan cepat Luke memenangkan pertandingan tersebut.


“Woahhh....”


“Heh...kok bisa?.”


“Yey..Luke kamu hebat.”


“Woi beneran ini, kalah si Juna?.”


Banyak orang bersorak dan sebagian lagi masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Tapi karna memang pertandingan itu adalah pertandingan yang sportif dan jantan Juna mengakui kekalahannya dan menerima hukuman yang sudah di sepakati di awal.


“Ayang...aku gak nyangka kamu sekuat itu.”


Nampak sang kekasih langsung menghampiri Luke yang memenangkan pertandingan.


“Hehehe, aku cuman bruntung.”


Tapi di dalam hatinya, Luke sedikit merasa bersalah karna sudah curang menggunakan pil obat. Tapi balik lagi karna hadiah misi spesial ia mau tak mau harus berbuat begitu.


Dengan hadiah 120.000CP tentu saja Luke akan melakukan apa saja untuk menang. Dan yang terpenting misi spesial sangat jarang terpicu dan hanya datang sekali kali jadi tak ada alasan baginya untuk tak menyelesaikannya. Lalu dalam kepala Luke terdengar suara sistem.


[Ting]


[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]


[Ting]


[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]


“Yes...dengan ini CP ku bertambah 120.000.”


Kemudian para peserta yang sudah berkumpul itu akhirnya mulai menjalankan hukuman mereka.


Nampak Juna berada di posisi terdepan dan yang lainnya mengikuti. Mereka berkeliling kapal dengan gaya monyet sambil menunduk dan berteriak.


Banyak murid lain yang melihat itu tertawa terbahak bahak dan juga terhibur oleh kelakuan absurb teman mereka itu.


Bahkan para fans juna juga akhirnya tertawa. Mereka tak menyangka bisa melihat sang pria idola di SIS akan berkeliing dengan gaya monyet. Sedangkan Luke mendapatkan hadiahnya yaitu gelar pria terkuat di SIS.

__ADS_1


__ADS_2