
Malam itu Luke akhirnya menghabiskan waktu untuk memperdalam kemampuannya dalam mengendalikan Force. Karna poin Force miliknya yang naik 3x lipat dalam semalam, membuatnya harus dapat mengendalikan kekuatan Force tersebut agar tak membahayakan orang di sekitarnya.
Besok paginya Luke terbangun di Villa miliknya dan secara mengejutkan saat ia sedang mandi ada seseorang yang sedang duduk di sebuah sofa di kamarnya yang besar.
Pria misterius tersebut bahkan sambil duduk, ia juga memakan cemilan dan menonton tv di karmar Luke. Luke yang baru selesai mandi mendengar suara tv yang menyala langsung bergegas melihatnya.
“Siapa sih yang berani nonton tv di kamarku, si Chiko kan lagi di rumah utama jadi gk mungkin ada orang iseng yang ngidupin atau bahkan berani masuk ke kamarku.”
Saat berjalan ke arah tv, Luke akhirnya melihat ada anak kecil dengan pakaian yang aneh dan ia langsung sadar kalau itu adalah Sitz Bee Hammer.
“Woahh...Sitz, sejak kapan kau sampai di sini?...dan bagaimana caranya kau bisa menemukan lokasiku secepat ini?.”
“Yoh...akhirnya selesai juga kau mandinya, aku baru saja tiba dan bagiku yang sudah level 91 ini ada banyak fitur dan barang terbaru yang di jual di toko sistem, jadi untuk menemukan lokasi seseorang di planet lainnya akan sangat mudah.”
Setelah mendengar fakta mengejutkan dari Sitz, Luke langsung nepok jidad dan merasa kalau dirinya kini dalam bahaya.
“Aduh, kenapa tak bilang dari awal...saat di room bonus kemaren aku sempat bertemu dengan pengguna Relic lainnya dan aku rasa dia juga sudah tau kalau aku adalah pemilik Relic.”
“Santai saja, asalkan bukan Zerk aku yakin tak akan terjadi apa apa.”
Tapi saat mendengar perkataan Sitz yang santai sambil memakan beberapa cemilan, Jantung Luke langsung mau copot.
“Aaahhhh...itu dia...orang itu yang ku temui saat di room bonus, bagaimana ini Sitz?...bagaimana kalau dia datang ke bumi dan berniat membunuhku?.”
“Kenapa panik begitu sih...kalau dia datang yang tinggal lawan saja kan!.”
“Kamu mah enak udah level 91 terus kekuatan dan semua status milikmu sudah sangat tinggi, kalau aku pasti akan langsung mati...saat di room bonus saja aku di bunuhnya dalam satu kali serangan.”
“Hemmm, santai saja...kedatanganku ke sini juga akan membantumu menyelesaikan masalahmu dengan Zerk jadi santai saja.”
Mendengar kalau Sitz bersedia membantunya, Luke langsung meloncat kegirangan. Jujur saja saat ini di dalam hatinya, Luke sangat ketakutan kalau Zerk akan menyerang Bumi apa lagi kalau dia sampai membocorkan fakta bahwa Luke adalah pemilik Relic yang masih level 61.
Pasti akan ada banyak orang orang jahat yang berbondong bondong ingin merebut Relic miliknya dan itu akan membahayakan manusia lainnya di bumi.
Tapi ketika mendengar Accretians terkuat yang menduduki peringkat pertama di perang Faction bersedia membantunya, seketika itu juga segala kerisauan di hati Luke langsung sirnah.
“Baiklah, tunggu sebentar Sitz, aku akan berpakaian dulu.”
__ADS_1
Setelah berpakaian rapi, Luke akhirnya mengajak teman barunya itu untuk sarapan di Villa pribadi miliknya.
“Sitz, ayo kita makan dahulu sebelum lanjut ngobrol.”
Kemudian mereka berdua berjalan ke meja makan yang di sana sudah ada banyak makanan lezat di tiap piringnya. Karna tau tuan mereka sedang menginap di Villa, para pelayan dan koki pribadi mlik Luke memang selalu menyiapkan makan mewah untuknya.
Walaupun terkadang tak ia makan, tapi karna memang sudah di berikan dana yang besar makanya makanan mewah akan terus di buatkan untuk tuan mereka dan kalau Luke tak memakannya, maka para pelayan dan penjaga yang biasanya akan menggantikan dirinya.
“Woah...apa ini...baunya enak sekali..”
“Hahahah...ini adalah makanan khas indonesia yang sangat enak, kau bisa bebas memakan apapun yang kau mau.”
Akhirnya Luke dan Sitz duduk berhadap hadapan dan mulai menyantap berbagai hidangan yang telah di siapakan.
“Silahkan di nikmati Sitz, semua ini ku siapakan untukmu.”
Nampak Luke tersenyum manis ke arah teman barunya itu dan menyuruhnya untuk tak usah malu malu dan menyikat semua makanan yang telah di sediakan.
Dan tanpa basa basi, Sitz langsung melahap hidangan yang di sediakan. Dalam hitungan menit ia mulai melahap banyak makanan mewah di sana.
Luke sangat syok melihat Sitz yang memakan makanan seperti memakan cemilan, ia dengan cepat dan lahap memakan semua makanan yang di sediakan sampai habis tak tersisa.
“Hem...apakah hanya segini?.”
“Huh...ohhh, tentu saja tidak.”
Dalam jentikan jarinya, seorang kepala pelayan langsung datang mendekat ke arah Luke.
“Pak, tolong suruh semua koki untuk memasak makanan lagi, pastikan semuanya enak dan tolong di percepat.”
“Baik tuan.”
Atas arahan dari Luke, pagi itu seluruh koki dan pelayan di buat sibuk bukan main. Selama mereka bekerja di Villa mewah itu, tak pernah sekalipun Luke menghabiskan makanan yang di sediakan.
Tapi saat ini tuannya membawa seorang anak misterius yang memiliki nafsu makan tak kenal ampun dan menghabiskan seluruh makanan yang mereka bawa satu persatu.
Sampai akhirnya 3 jam tanpa henti Sitz memakan seluruh makanan yang di sediakan.
__ADS_1
“Ooooooooo...ahhhhh...”
“Terima kasih makananya kawan.”
Akhirnya pagi menyibukkan itu selesai atas aba aba yang di berikan oleh Sitz. Luke di sini hanya bisa tersenyum dan memandangi teman barunya itu.
Di dalam hati Luke, ia akhirnya mengetahui alasan kenapa pria mungil itu bisa sangat kuat.
“Apa kau menikmati hidangan yang ku berikan?.”
“Hem..lumayanlah, di bandingkan planet lainnya...masakan di planetmu ini sudah cukup enak.”
“Hahahaha...baiklah Sitz ayo kita pindah tempat.”
Akhirnya Luke dan Sitz pergi meninggalkan meja makan yang sudah seperti tong sampah itu karna banyak sekali makanan sisa sisa yang berserakan di mana mana.
Kemudian Luke dan Sitz duduk di belakang Villa dan saat ini di hadapan mereka terbentang pemandangan kota jakarta yang berada di kaki bukit Viila megah milik Luke.
“Lihat pemandangan itu....aku lahir dan di besarkan di tempat itu."
“Hem...lumayan, tapi aku pernah menyaksikan pemandangan yang lebih menakjubkan dari ini.”
“Hahahah...tentu saja, aku percaya 100% dengan yang kau katakan, dengan kemampuanmu yang dapat pergi kemanapun di seluruh galaksi ini sudah pasti kau sering berpetualang kan.”
Setelah mengobrol cukup lama akhirnya Luke memulai obrolan yang telah ia tunggu tunggu...
“Sitz, jadi apa yang kau rencanakan?.”
Tapi bukannya menjawab pertanyaan Luke, Sitz justru mengeluarkan alat aneh dan alat kecil tersebut langsung mengelilingi Luke dan Sitz dalam sekejap.
“Apa ini...apa yang mau kau lakukan Sitz?.”
“Santai saja...jika aku mau membunuhmu, percayalah, kau akan mati hanya dalam waktu 1 detik jadi percaya saja padaku.”
Mendengar perkataan Sitz yang sangat menyakinkan itu, Luke akhirnya hanya bisa pasrah dengan nasibnya.
Luke tau betul ada jurang pembatas yang memisahkan mereka berdua. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Luke merasa kalau dia adalah orang paling lemah di dunia.
__ADS_1