
Babak Kedua pun di mulai....
Di sini Luke masih tetap dengan strategi yang Boby rencanakan. Mereka di dua babak awal berencana mencetak skor sebisanya dan menyimpan banyak energi untuk 2 babak terakhir.
Tapi tim Satria juga sama, mereka sama sekali tak meremehkan tim Luke. Nampak Satria dan yang lainnya tetap berusaha mati matian untuk mencetak angka sampai babak Kedua pun selesai dengan hasil kelas 3A sedikit lebih unggul.
“Huh...dah mulai terasa nih capeknya.”
“Iya Yo...dah mulai abis nih tenaga.”
Nampak teman teman Luke sudah mulai kelelahan. Walaupun sudah bergantian, mereka tetap saja kesusahan melawan gaya bertarung Satria dan gengnya yang memang sangat kasar dan teratur juga penuh gesekan itu.
“Oke, dah mulai babak ke tiga. Di sini kita lanjut ke rencana selanjutnya.”
“Oke siap.” Nampak mereka semua setuju dengan arahan dan strategi yang Boby berikan.
{Tettt}
Kemudian babak ketiga pun di mulai. nampak Tama yang di dua pertandingan awal berada di bangku cadangan karna sedikit cedera akhirnya memasuki lapangan.
“Gas tam.” Kata seorang yang di gantikan Tama.
Lalu Tim Luke langsung memulai pertandingan dan di sini Luke sudah di posisi depan bersama Boby.
Boby yang berperan sebagai Poin Guard langsung maju di ikuti yang lainnya. Karna memang sesaat setelah bola berguling Sudah ada dua pemain yang langsung berlari dan mengunci pergerakan Luke.
Tapi Boby yang sudah merencanakan ini menjadi tak terjaga dan bisa dengan mudah melakukan manuver dan mencetak angka.
Kemudian tak selang lama Tama yang badanya besar bagai Gorila, langsung menjaga Boby. Dengan penjagaan ketat Tama, Boby mulai di buat kewalahan dan banyak terjadi pergesekan di anatar dua pemain itu.
Walaupun di tim inti basket SIS mereka sangat dekat. Tapi kali ini di pertandingan antar kelas nampak Tama sama sekali tak memberi ampun.
Dan alhasil di babak ketiga skor mereka makin jauh tertinggal. Di sini anggota tim lainnya sudah kelelahan, bahkan Boby yang sudah bermain sejak set pertama tanpa henti juga sudah ngos ngosan.
“Huh...capek.” keluh Dion sambil berbaring.
“Iya bro...satu set lagi nih bisa menang gak ya?....”
Nampak mereka semua kelelahan parah. Dan di sini Luke langsung mengeluarkan pil obat JK-007 dari kantong celananya dan memberikanya pada masing masing orang.
“nih telen...”
“Huh, apaan tuh?.”
“Obat penambah stamina...nih langsung telen aja.”
Nampak mereka yang memang sangat pecaya dengan Luke tanpa pikir panjang langsung menelan obat yang memiliki efek memulihkan kekuatan tersebut.
Dan dalam sekejap tubuh mereka yang sudah di ambang akhir kekuatannya, langsung bersemangat kembali.
"Wih...obat apaan nih, kok kayaknya tubuhku jadi bersemangat gini.”
“Iya bener, woi Luke, obat apa nih kok tenaga kami langsung pulih semua?.”
__ADS_1
“Woi ini bukan narkoba kan?.”
Nampak teman temanya yang merasakan efek obat yang di beri Luke mulai curiga dan bertanya padanya.
“Udah gak usah banyak tanya, sekarang waktunya kalian tampil maksimalkan buat memikat para gadis.”
Mendengar penjelasan Luke, mereka semua pun langsung tak mempedulikan fakta tetang obat itu dan berniat tampil keren dan cool di depan para penonton wanita.
“Oke, aku gak tau ini obat apa...intinya kekuatan kita semua dah kembali...”
“Bener...waktunya menunjukkan siapa jagoannya di sini.”
Lalu tim Luke yang sudah menelan obat pemulih kekuatan nampak sangat bersemangat, bahkan mereka sudah berdiri dan bersiap untuk melanjutkan pertandingan di set terakhir itu.
Walaupun di dalam hatinya Luke merasa salah karna sudah mencurangi permainan Spotif satria dan timnya, tapi karna ada misi spesial, Luke harus memenangkan pertandingan itu.
“Huh...kok mereka kayak gak kecapean gitu?."
“Iya, tuh liat malah cengengesan lagi."
“Lah...aku gak salah liat kan ini, kayaknya di set ketiga mereka dah hampir tumbang deh."
Nampak anggota tim Satria mulai di buat curiga dan penasaran. Mereka sangat heran ketika melihat anak anak kelas 2C menjadi lebih bersemangat.
“Jangan bilang ini sama kayak waktu itu.”
Nampak satria juga mulai curiga. Bahkan ia langsung mengaitkan itu semua kepada Luke. Satria sendiri tau ada yang tidak beres pada diri Luke. Ia mengetahui itu setelah bertarung one by one dengannya.
{Tettt}
Para peserta langsung memasuki lapangan. Di sini nampak para penonton juga mulai berteriak saling mendukung jagoannya masing masing.
“Semangat kak Luke,..” nampak ada adik kelas menyemangati Luke.
“Semangat semuanya..jangan sampai kalah.”
“Iya semangat ya, jangan nyerah.” Nampak teman sekelas Luke juga ikut mendukung mereka.
Lalu permainan di mulai kembali. Kali ini tim Luke yang tertinggal memulai jalannya game ke empat.
Dengan stamina yang penuh kembali, nampak Boby mulai bersinar terang. Bahkan ia bisa melewati lima pemain sekaligus dan mencetak angka solo.
Dan teman teman Luke yang lainnya juga sama. Mereka juga tak mau kalah dan mulai mencetak angka.
Satria dan teman temannya yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Orang yang harusnya bisa mereka kalahkan dengan mudah mulai mengejar skor mereka yang tertinggal.
Sorakan dan dukungan membanjir deras untuk anak kelas 2C. Tapi juga banyak murid dan penonton merasa aneh, ya itu karna saat ini tim Luke yang sejak awal tertekan nampak mulai mendominasi permainan.
“Anjir, serius nih?..."
“Ahhh, kok bisa gini, dari mana mereka dapet tenaga kayak gitu.”
__ADS_1
“Iya bener, gak normal jir...jadi males gue.”
Nampak tim Satria yang merasa di rugikan mulai tak percaya diri. Bahkan satria yang awalnya bersemangat mulai malas mengejar dan bertahan.
Sampai akhirnya Tim Luke menang dengan hasil 87-71.
“Ahh gak logis.”
Nampak tim satria pergi dengan sedikit kesal meninggalkan tim Luke yang menjadi juara pada Festifal Olahraga kategori Basket Pria.
Terlihat banyak dukungan dan teriakan yang mendukung dan memberi semangat pada Luke dan teman temanya.
Sampai akhirnya Festifal olahraga Sanjaya International School sesesai.
Sambil berjalan meninggalkan lapangan basket terdengar suara sistem di kepala Luke.
[Ting]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]
[Ting]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]
[Ting]
[Selamat tuan telah naik level]
[Ting]
[Selamat tuan telah naik level]
[Ting]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah
misterius]
[Ting]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah misterius]
“Yes...dah lebih 1.000.000CP waktunya kasih kejutan spesial buat dia.”
Nampak Luke berjalan dengan sangat gembira bersama teman temannya. Dan ia juga nampak senang telah naik ke level 20.
Sambil berjalan, Luke melihat kotak misterius berwarna merah dan karna penasaran ia pun langsung membuka kotak misterius tersebut.
Terlihat banyak benda berputar silih berganti dan dalam waktu hanya beberapa detik itu nampak benda yang berputar berhenti di sebuah kotak persegi berwarna biru terang.
[Ting]
[Selamat Tuan berhasil mendapatkan Relic of Time]
__ADS_1
[Ting]
[Selamat tuan berhasil mendapatkan Relic of Time]