
Setelah mendengar cerita panjang Sitz tentang kebenaran sistem, Luke akhirnya mengetahui alasan sistem membangun peradaban maju di tiap panet. Itu semua tak lain adalah langkah Lothar untuk bangkit kembali dan mengumpulkan pasukan robotnya.
Tapi satu hal yang Luke tak habis pikir. Yaitu siapa orang pertama yang mengetahui semua cerita gila itu. Sitz sendiri bilang baru mengetahui itu semua dari sebuah chip yang ada di pesawat miliknya dan siapa yang memberikan Chip itu pada Sitz.
Apakah itu Luke dari masa depan?. Semua rahasia dan hal lainnya saat ini masih sedikit ambigu dan membuat Luke sedikit bingung.
“Sitz, kau bilang kau menemukan Chip itu di peswatmu, apakah yang memberikan Chip itu adalah diriku dari masa depan atau dirimu sendiri?.”
“Aku juga tak tau, tapi kemungkinan kita di masa depan sudah bertarung melawan Lothar dan pasukannya. Tapi nampaknya kita tak dapat mengalahkan Lothar dan mungkin dengan kemampuan Times Relic milikmu kau bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki sejarah yang akan terjadi.”
“Untuk saat ini hanya itu pendapatku tetang Chip yang tiba tiba saja ada di pesawatku dan memberitahuku kebenaran tentang sistem.”
“Tapi bagaimana caranya kita melawan sistem?. Bagaimana caranya kita mengelabui sistem?. Sedangkan kita sendiri sudah menjadi satu dengannya.” Luke bertanya.
“Hemm...itu juga yang saat ini masih menjadi misteri, tapi berkat tegnologi dari Chip itu, aku berhasil membuat alat yang dapat menonaktifkan sistem selama beberapa detik dan mungkin alat itu adalah hasil dari jerih payah kita saat melawan sistem yang di berikan Lothar pada tubuh kita.”
“Jadi intinya di masa lalu kita sudah berperang habis habisan melawan Lothar dan pasukannya, tapi hasilnya tetap sama yaitu kekalahan. Lalu diriku di masa depan mengirikan Chip itu padamu agar kita dapat mempersiapkan rencana yang lebih matang untuk mengehentikan Lothar dan pasukan robotnya di masa depan nanti, hanya itu kesimpulan yang dapat di ambil dari ini semua.”
“Untuk sekarang kita hanya bisa berfikir begitu, dan setelah waktu kita habis dan sistem aktif kembali, cobalah untuk tak memikirkan soal ini semua di kepalamu, tapi kau masih bisa tetap memikirkan rencana melalui hatimu.”
“Haaa...bagaimana caranya?.”
“Aku juga awalnya merasa itu hal yang aneh dan mustahil, tapi ketika mencoba saran dari chip misterius tersebut ternyata aku masih bisa merencanakan segalanya hanya dari perasaan hatiku saja.”
“Jadi maksudmu sistem tak dapat membaca hati dan perasaan kita?.”
“Benar...dan karna itulah aku bisa merencanakan semua ini kemudian dapat bertemu dan memberitahukan kebenarannya padamu lebih awal, dengan ini kita bisa merencanakan semuanya tanpa harus takut di ketahui oleh sistem bahkan dengan cara ini kita tak perlu takut kalau sistem akan menghapus ingatan kita.”
“Hem...aku masih sedikit pusing, tapi untuk sekarang apa yang harus kita lakukan?.”
“Sudah jelas bertambah kuat kan...aku sendiri yang akan melatihmu agar lebih kuat lagi dan soal kekuatan Force aku akan mengenalkanmu pada anggota ketiga kita.”
“Huh..jadi masih ada orang lain selain kita berdua?.”
“Yah...dia juga pemilik Relic sama seperti kita dan mungkin yang terkuat di antara Accretians lainnya.”
__ADS_1
Mendengar Sitz yang menganggap kalau anggota ketiga mereka bahkan lebih kuat darinya membuat Luke makin penasaran dengan orang itu.
Tapi saat mereka sedang berbicara, Luke yang menggunakan kekuatan Times Relic dalam waktu lama mulai merasakan efeknya.
“Ahhh..kepalaku...”
“Apa ini efek pemakaian Relicmu?.”
“Yaa...sepertinya aku sudah terlalu lama menghentikan waktu.”
“Baiklah....ayo kembali dan pastikan jangan memikirkan tentang rencana kita di kepalamu, jika terlalu sulit menggunakan hati dan perasaanmu maka lebih baik tak memikirkan apapun.”
“Oke aku mengerti, akan bahaya jika sistem mengetahi rencana kita...jika salah satu dari kita ketahuan maka yang lainnya juga sudah pasti kena."
Lalu karna sudah tak kuat lagi menggunakan kekuatan Times Relic, Luke langsung mengembalikan waktu ke keadaan normal.
“Dengan ini kita resmi bekerja sama, lalu ini...”
Nampak Sitz melemparkan benda aneh seperti kubis dan remote aneh pada Luke.
“Apa ini..?.”
“Terus remote itu bisa kau tekan jika dalam bahaya, jadi aku akan langsung teleport dan membantumu jika ada apa apa.”
“Baiklah aku mengerti.”
Kemudian tiba tiba suara sitem terdengar di kepala Luke.
[Sistem Error]
[Sistem Error]
[Sistem aktif kembali]
[Sistem aktif kembali]
__ADS_1
“Baiklah Luke, jika sudah mengerti aku ingin pamit dan satu minggu lagi misi Eksplorasi akan di mulai, kita akan bertemu kembali saat itu.”
“Baiklah aku mengerti .”
Lalu secara cepat Sitz langsung menghilang dari pandangan Luke. Siang itu Luke duduk kembali di tempat duduknya. Ia mulai memikirkan semua yang Sitz katakan melalui hatinya.
Dan ternyata benar, Sistem tak dapat mengetahui apa yang di pikirkan oleh Luke jika ia memikirkannya dalam hati. Bahkan untuk mencoba hal itu benar atau tidak Luke sudah siap siap menekan alat pemati sistem untuk jaga jaga.”
“Baiklah, satu minggu lagi akan di adakan misi Eksplorasi, sistem apa sebenarnya itu misi Eksplorasi?.”
[Misi Eksplorasi adalah misi spesial yang hanya ada sebulan sekali dan para Accretians akan di pindahkan ke sebuah planet asing dan mulai menjalankan simulasi perang. Lalu jika berhasil menaklukkan planet tersebut para Accretians akan mendapatkan banyak item berharga dan reward lainnya]
“Hooo...jadi seperti simulasi untuk menginvasi planet musuh?.”
[Benar sekali tuan]
“Baiklah, masih ada satu minggu lagi lebih baik aku membereskan masalahku di bumi dulu biar gak ganggu saat misi Eksplorasi nanti.”
Kemudian Luke langsung bergegas pergi dari Villa mewahnya dan kembali ke kantor utamanya di pusat kota jakarta.
Sampai ia tiba di sana dan masuk ke ruangan Presdir dan di sana sudah ada banyak dokumen yang harus di tanda tangani.
“Akhirnya bos kembali juga.” Nampak Rudy langsung menghampiri Luke dan menjelaskan situasi bisnis mereka.
“Haaaa...kenapa ada banyak sekali dokumen yang harus ku periksa...apakah ini semua memang harus aku yang mengerjakan?.”
“Yahhh...itu...ini semua adalah dokumen penting dan ada banyak uang yang di bicarakan di sini bos, jadi hanya bos yang bisa memutuskannya.”
“Baiklah bawakan minuman kesukaanku dan bantu aku menyelesaikan ini semua sebelum malam.”
“Siap bos.”
Akhirnya siang itu Luke di bantu Rudy mengerjakan banyak pekerjaan yang memang sudah menumpuk karna Luke yang sebulan ini selalu mengurung dirinya di Villa untuk berlatih.
Sampai akhirnya malampun tiba dan terlihat pekerjaan mereka akhirnya siap juga...
__ADS_1
“Aaahhhh...sialan...akhirnya selesai juga.”
Setelah hari yang melelahkan itu Luke kembali ke rumah utamanya.