Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.30


__ADS_3

Akhirnya telah di putuskan bahwa darmawisata tahun ini di adakan di pulau tak berpenghuni di timur indonesia.


Walaupun banyak orang yang tak setuju karna terlalu berbahaya tapi berkat Fuka dan jaminan dari beberapa orang relawan yang bersedia membantu acara tersebut pun terealisasikan.


Setelah pulang sekolah anggota OSIS dan beberapa guru langsung berkumpul di gedung OSIS. Dan nampak ada beberapa arahan yang di berikan oleh seorang pria berbadan tegap.


Pria tersebut menjamin kalau pulau yang nantinya mereka datangi aman karna dulunya pulau itu juga pernah di gunakan untuk latihan calon prajurit.


Nampak di sana mereka mulai membagi bagi tugas. Dan luke terpilih sebagai orang yang nantinya akan mengawasi jalanya acara yang di sediakan.


Ada banyak acara yang menarik dan sedang di agendakan mulai dari acara berkemah,even spesial, dan yang terakhir pesta pantai yang akan menjadi penutup berakhirnya darmawisata sekaligus acara perpisahan anak kelas tiga.


“Heh...ini semua terdengar gila, tapi mau bagaimana lagi karna banyak murid yang setuju maka pihak sekolah juga akan setuju.”


“Tapi sebelum membicarakannya lebih jauh pihak sekolah akan menghubungin orang tua murid untuk meminta persetujuan dan kalau ada yang tak setuju maka ia boleh tidak ikut pergi.”


Nampak seorang guru pria mulai mengeluh dengan ide gila itu tapi ia tetap mendukung apapun keputusan siswa.


Akhirnya hari yang panjang dan melelahkan itu selesai. Walaupun Relawan profesional dan OSIS berperan besar, tapi balik lagi di tempat seperti itu masih sangat berbahaya jadi pihak sekolah akan memutuskan tiga hari lagi apakah benar benar bisa melaksanakan agenda itu atau tidak.


“Huuuhhh...selesai juga.”


“Yok pulang dah mulai gelap nih...”


Nampak beberapa anggota OSIS akhirnya pulang meninggalkan sekolah. Saat berjalan di lorong gedung Luke pergi ke wc terlebih dahulu.


Sambil mengerjakan misi kecerdasan ia yang tak melihat dengan baik jalan di depannya menabrak Fuka yang juga sedang berjalan ke arah pintu keluar.


“Aduh...”


Melihat ia menabrak seorang gadis Luke lanngsung menutup sistem hologram dan ketika melihat gadis yang ia tabrak adalah ketua OSIS Luke langsung meminta maaf.


“Ehhh...maaf kak gak sengaja.”


Nampak Fuka langsung berdiri dan membersihkan celananya.


“Iya gpp, kamu kok jalan sambil melamun gitu?.”


“Hehehe...gpp kak aku cuman lagi mikirin sesuatu.”


“Hemm...pasti mikirin pacarmu kan?.”


“Ehhh....iya kak bener.” Sebenarnya Luke bukan lagi mikirin pacarnya cuman ya emang lagi sibuk farming poin aja - _-.


“Yaudah hati hati lain kali ya, terus kalu jalan jangan ngelamun.”

__ADS_1


Akhirnya Fuka meninggalkan Luke dan nampak ia memasuki sebuah mobil yang sudah menunggunya di depan gerbang sekolah.


sedangkan Luke pergi ke parkiran dan akhirnya pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah luke langsung menyuruh Ayu dan kedua adiknya bersiap siap untuk pindah ke rumah baru mereka.


“udah di siapin barangnya kan Yu?.”


“Udah semua, tinggal berangkat.”


“Yaudah yok pergi.”


Lalu mereka berempat pergi meninggalkan rumah lama mereka. Nampak sang adik Chika masih enggan untuk pergi. Tapi sesampainya di rumah baru mereka nampak suasana hati adiknya itu langsung berubah.


“Wahh...kak kita pindah ke sini?.”


“Iya sekarang kita tinggal di rumah ini.”


Nampak Chiko langsung berlari masuk ke dalam rumah. Di susul Luke dan lainnya.


“Wih... kak rumahnya gede banget."nampak Chiko mulai memasuki ruangan satu per satu.


“Kak Chiko mau kamar yang di atas ya.” Nampak sang adik langsung berlari ke lantai atas. Sedangkan rumah besar itu memiliki tiga lantai dan sebuah taman besar di belakang dan di sebelah kanan ada kolam renang.


“Yu kamu tinggal pilih mau di kamar yang mana, di sini kamarnya ada banyak.”


“Chika mau bobok sam kak Ayu.”


“Iya iya..kita tidur bareng kok, cuman Chika juga harus punya kamar sendiri." Nampak Ayu mulai menasehati Chika sambil membawa beberapa barang ke dalam kamar.


Lalu dari bagian belakang dekat taman nampak beberapa orang masih sibuk memindahkan pot bunga yang ukurannya sangat besar.


Melihat itu Luke langsung menghampiri mereka.


“Loh bang Rud masih belom siap?."


“Ehh...Luke, akhirnya datang juga... ini tinggal yang terakhir karna berat mangkanya jadi agak lama.” Nampak di sana luke melihat ada 10 pot bunga besar dengan pohon yang sudah ada di dalamnya.


“Berapa orang semuanya bang?.”


“Heh...Hemmm...ada...12 orang sih tambah saya.”


Lalu Luke langsung mengeluarkan uang dari tas yang sedang ia bawa.


“ Nih bang, kasih buat anggota abang.”

__ADS_1


Nampak luke memberikan satu ikat uang pecahan 100.000 senilai 20 juta rupiah dan memberikannya pada Rudy.


“Ehh...gak usah dek, abang dah bayar mereka semua jadi gak perlu di bayar lagi.”


“Gpp bang anggap aja rejeki, trus kita sekalian makan yok saya dah pesen makanan buat makan malem, bentar lagi dateng ini.”


Mendengar tawaran Luke, bang Rudy ingin menerimanya tapi karna udah kepepet waktu dan banyak anggotanya juga yang harus pulang, terpaksa ia menolak tawaran makan malam luke dan izin pulang.


“Dah mulai malem nih dek, abang harus pulang masih banyak juga pekerjaan di pasar yang harus di cek.”


“Yaudah bang, itu pemborong yang ngerjain proyek saya tolong di suruh percepat, biar pihak konstruksi sama properti bisa mulai bangun gedungnya.”


“Kalau perlu, tambah orangnya biar makin cepet kerjanya.”


“Oke oke, nanti saya bilangin."


“Yaudah abang izin pamit ya.”


“Oke bang hati hati."


lalu rudy dan anggotanya pergi meninggalkan rumah besar tersebut.


Lalu luke kembali ke dalam dan nampak pesanan makan malam yang ia pesan telah sampai.


Akhirnya malam itu mereka berempat makan di sana. Sambil makan Luke menelepon sesorang yang merupakan agen penyaluran jasa security.


“Malam bang...”


“Ehh...iya...kenapa dek?.”


“Security yang saya pesen buat jaga rumah saya dah siap belum bang?...Saya dah pindah di sini sekarang.”


“Ohhhh...udah udah, mulai besok pagi mereka dah bisa mulai kerja.”


“Yaudah bang makasih ya, besok saya tunggu anggota abang buat jaga di sini.”


“Oke oke dek aman, mereka dah ikut diksar kok jadi dah profesional.”


Sebenarnya di perumahan elite yang Luke tempati sudah ada banyak Security nya tapi itu hanya menjaga komplek tersebut dan bukan menjaga rumah Luke secara pribadi.


Jadi Luke sudah berinisiatif dari awal untuk menjaga keamanan rumahnya. Lebih tepatnya keamanan keluarganya....


Buat yang nanya kenapa alurnya agak lambat, ya karna judul ini novel pengusaha muda jadi kalo kebanyakan di skip keburu tua dong wkwkwk.


Jadi mohon di nikmati saja karna saya juga sebenarnya dah mendekin alurnya biar makin simple tapi tetap mudah di pahami.

__ADS_1


Terus saya akan sebisa mungkin rajin up mumpung lagi libur di rl.


Makasih ya yang dah baca....


__ADS_2