Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.59


__ADS_3

Akhirnya ketika jam menunjukkan pukul 6 sore suara sistem berbuyi di kepal Luke.


[Ting]


[Berhasil menyelesaikan misi harian]


[Ting]


[Berhasil menyelesaikan misi harian]


Luke yang mendengar suara misi selesai langsung pergi meninggalkan keramaian itu. Ia nampaknya sudah pada batas kesabarannya dan ketika misi selesai, ia langsung pergi menjauh.


“Huh...akhirnya bebas...”


Nampak Luke pergi ke pinggiran pulau dan bersandar di sebuah pohon. Ia saat ini dapat melihat pemandangan matahari terbenam di depannya.


“Hem...”


Sambil menenangkan dirinya ia memejamkan matanya di bawah pohon tersebut. Lalu tak lama kemudian mulai banyak murid lainnya yang bermunculan dari dalam pulau dan kembali ke pos dermaga.


Akhirnya malam haripun tiba. Di pos dermaga semua murid di absen kembali dan nampak semuanya sudah lengkap.


Lalu semua murid malam itu mulai mandi dan membersihkan diri mereka, karna malam itu akan ada pesta besar untuk menutup acara darmawisata mereka.


Malam itu Aryo dan kelompok Luke yang lain juga nampak sudah bersiap siap menghadiri pesta malam itu.


“Luke, maap ya kami malah lanjut Camping gak ngajak kamu.” Nampak Aryo mendatangi Luke dan meminta maaf.


“Ooh, santai aja...gpp kok.”


“Jadi gimana...berhasil deketin Tiara?.”


“Hehehe...lumayanlah perkembangannya.”


Lalu semua orang malam itu berkumpul dan makan malam bersama. Walaupun tempatnya belum sepenuhnya selesai, tapi para murid tetap menikmatinya karna mereka memang terlihat sangat menikmati perjalanan darmawisata mereka di pulau tersebut.


Kemudian Pak bambang mulai memberikan pidato dan arahan kepada para murid karna besok pagi acara perpisahan anak kelas tiga SIS akan di adakan di bibir pantai dan di mulai sejak pagi sampai malam.


Setelah di berikan arahan, semua murid langsung cabut dan beristirahat. Mereka memang sepertinya masih capek karna sudah lima hari Camping di dalam pulau.

__ADS_1


Pagi haripun tiba....


Hari ini adalah hari ke enam acara sekolah SIS di pulau tak berpenghuni.


Nampak sudah banyak tamu undangan yang hadir di sana.


Bahkan semalaman suntuk para pekerja dan relawan terus bekerja dan hasilnya saat ini sudah ada banyak tenda tenda besar memenuhi bibir pantai.


Di sana para tamu undangan dapat melihat atraksi dan pertunjukkan yang di adakan oleh siswa di panggung. Nampak banyak tamu terhibur.


Setelah seharian, acara pembukaan itu pun selesai dan pada malam harinya para tamu kembali ke kapal untuk menginap di sana.


Beberapa murid juga ikut tidur di kapal pesiar dan ada juga yang memilih tidur di pos relawan di dekat pulau sambil bermain bersama teman teman mereka di malam bersejarah itu.


Luke sendiri lebih memilih kembali ke kapal pesiar dan di sana ia bertemu dengan kedua adiknya yang terlihat sangat senang saat berada di atas kapal. Luke pun memilih untuk tidur bersama di ruangan yang sudah di sediakan sekolah untuk para tamu.


Dengan adanya 2 kapal pesiar besar nampak para tamu undangan sangat menikmati malam mereka di sana. Tapi satu hal yang mereka semua tidak tau adalah saat ini di tempat lain sudah ada penjahat yang mengintai kapal tersebut.


Di tempat lain....


Di sebuah kapal pencari ikan nampak ada puluhan pria lengkap dengan senjata laras panjang sedang menuju ke kapal pesiar yang sedang berlabuh di pinggir pulau.


Saat malam hari itu akhirnya terdengar suara tembakan pistol. Karna kuatnya suara tembakan itu nampak beberapa tamu langsung mengecek dan saat ini terlihat beberapa penjaga sedang saling tembak menembak dengan beberapa penjahat/perampok.


Luke yang juga mendengar suara itu langsung kaget dan berniat melihat apa yang sedang terjadi. Untungnya kedua adik Luke sudah tertidur dan saat ini Ayu dan Rudy di suruh oleh Luke untuk berjada di kamar sambil melindungi adiknya.


“Kamu mau kemana Luke...?”


“Iya bos, jangan keluar..bahaya.”


Tapi karna Luke khawatir dengan keselamatan sang pacar, iapun nekat keluar dan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Akhirnya Luke meninggalkan kamarnya dan mulai naik ke atas kapal. Sampai ia tiba di sana, alangkah terkejutnya ia karna saat ini ia bisa melihat ada banyak sekali mayat berserakan di mana mana. Luke yang melihat mayat dan darah yang ada di atas kapal merasa mual dan muntah.


Saat ia muntah, tak sengaja seorang penjahat yang memang sedang mengecek daerah sekitar berpas pasan dengannya.


Saat melihat penjahat dengan senapan panjang itu, Luke langsung membuka inventory dan mengunakan kekuatan Times Relic.


Dalam sekejap semua orang diam mematung. Karna sudah aman, Luke berjalan dan mencari keberadaan sang pacar. Sampai akhirnya ia melihat ada beberapa penjaga dan tamu yang sedang adu tembak tembakan dengan penjahat.

__ADS_1


Di sana ia bisa melihat banyak mayat terbaring karna terkena tembakan. Luke berjalan secara perlahan melangkahi mayat mayat itu dan ketika tiba di bagian belakang kapal yang memang sedang ramai murid di sana karna acara live musik, Luke dapat melihat ada banyak murid SIS yang juga tewas dalam aksi serangan perampok tersebut.


Luke dengan pelan berjalan dan melihat satu persatu mayat sambil mencari keberadaan sang pacar. Untungnya sang pacar ternyata aman dan sedang bersembunyi di balik kursi yang memang ada di sana.


Luke yang sudah tak kuat lagi dan bingung harus berbuat apa akhirnya memegang Time Relic dengan kuat dan seketika itu, ia langsung berada di sebuah tempat dengan banyak cermin.


Luke sangat kebingungan karna ia secara tiba tiba di pindahkan ke tempat aneh tersebut. Tapi dari balik cermin cermin yang jumlahnya banyak itu ia dapat melihat gambaran apa yang akan terjadi pada semua orang di kapal.


Sampai akhirnya Luke melihat gambar sebelum tragedi itu terjadi. Ya, saat ini ia sedang berjalan ke arah kaca besar yang menunjukkan gambar tragedi sebelum kejadian.


Di sana ia langsung paham dengan kemampuan manupulasi waktu Times Relic dan masuk ke kaca tersebut.


Dan benar saja, sesaat setelah ia mauk, Luke di buat kaget karna ia kembali ke siang hari sebelum tragedi berdarah itu terjadi.


“Astaga...aku kembali...aku benar benar kembali.”


“Woi...ngapain bengong...”


“Iya kok pucet tuh muka...lagi mikirin apa kamu emang?.”


Nampak Luke kembali ke kejadian percis saat siang hari, saat itu ia sedang menonton pertunjukkan dengan Aryo dan Gunawan.


Luke yang sadar ia sudah kembali berkat kekuatan Times Relic langsung menemui kapten kapal dan mengatakan akan adanya serangan perampok nanti malam.


Nampak Luke langsung berlari mendatangi ruangan kapten kapal. Di sana ternyata sedang ramai orang dan mereka semua nampak sedang minum minum.


“Ehh...ngapain kamu masuk sini?.”


“Pak...ada yang mau saya bilang.”


Ketika melihat Luke yang langsung masuk nyelonong, Kapten kapal Richard Pastiati langsung mengusir Luke. Ia nampak tak suka dengan cara dan gaya Lue yang masuk dengan tergesah gesah.


“Udah keluar...di sini bukan tempat buat anak kecil.”


Nampak banyak pria memang sedang pesta dan minum minum di sana. Tapi Luke tak menyerah, ia lagi lagi bilang kalau ada yang ingin dia sampaikan.


“Saya mau ngasih tau pak, kalau nanti malam akan ada serangan dari para perampok kapal.”


Mendengar ucapan Luke, kapten kapal dan beberapa pria yang ada di sana langsung menatap ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2