
Akhirnya pagi itu Luke dan Ange saling memadu kasih sampai tengah hari mereka pun keluar dari kamar untuk makan siang.
“Kak...kok tumben lama di kamar kakak ngapain berdua sama kak Ange?.”
“Huh...gak ngapa ngapain kok.”
“Hehehe...Chiko kamu dari dulu banyak nanyanya ya.”
“Eheemmeheemmm...yaudah yuk makan siang bareng.”
Akhirnya siang itu Luke dan keluarga kecilnya makan siang bersama dan setelah itu nampak mereka sekeluarga jalan jalan ke MAL dan bersenang senang.
Sampai akhirnya seminggupun berlalu...
“Huh...bentar lagi misi Eksplorasi bakalan di mulai.”
Kemudian Luke berjalan ke arah penjaga dan mengatakan kalau ia ada urusan di dalam kamar dan tak boleh ada yang mengganggu. Lalu dua orang penjaga terlihat berdiri di tangga masuk ke arah kamar Luke.
“Oke...dengan begini semuanya siap, tinggal nunggu waktunya aja.”
Setelah beberapa saat muncul misi Eksplorasi di tebel hologram milik Luke.
[Misi Eksplorasi telah munucul, seluruh Accretian harap bersiap siap karna sebentar lagi sinkronasisasi data akan di lakukan]
Lalu ketika waktu sudah menunjukkan angka nol, akhirnya kesadaran Luke secara cepat berpindah ke sebuah tempat yang sangat unik.
Lebih tepatnya ke sebuah planet yang di penuhi oleh hutan belantara yang sangat luas sejauh mata memandang.
Di sana terlihat seluruh Accretian juga sudah berkumpul dan dalam sekejap banyak monster yang mulai menghampiri mereka dari tiap sudut hutan.
“Astaga....jadi kita semua harus mengalahkan para monster monster ini...” terlihat Luke yang baru pertama kali mengikuti misi Esplorasi menjadi bersemangat dan sedikit ketakutan.
Bukannya apa apa, saat ini di hadapannya ada seekor monster purba yang sangat besar sebesar menara tower yang menatap tajam ke arah Accretian.
[Misi Eksplorasi akan di mulai, para Accretian harus mengalahkan semua monster di planet Green Despair dalam waktu 8 jam, akan ada hadiah bagi mereka yang paling banyak membunuh dan bertahan]
[3]
__ADS_1
[2]
[1]
[Start]
Dalam hitungan mundur sistem, para Accretian mulai berlarian dan pertempuran hebat pun terjadi di planet yang seluruh alamnya itu di penuhi hutan belantara.
Dengan kehebatan dan tegnologi yang di berikan sistem, para Accetian mulai membunuh satu persatu monster yang ada di sana.
Tapi para monster juga tak tinggal diam, mereka juga mulai menyerang dengan kekuatan dan cara yang aneh. Banyak di sini para Accretian yang tak hati hati langsung mati seketika saat terkena serangan para monster penunggu planet Green Despair.
Di salah satu tempat, di bagian utara planet Green Despair, Luke terlihat sedang menembaki beberapa monster dari jarak jauh.
“Woooh, ada banyak sekali monsternya....”
“Untung saja jobku Force Archer, jadi aku bisa membunuh monster dari jarak yang aman.”
Di tempat Luke sendiri para Accretian job jarak jauh mulai membentuk barisan dan melancarkan serangan.
Lalu ada seseorang berbadan besar dengan Armor kelas berat yang menggunakan senjata Launcer besar dan tembakan dari Launcer tersebut memiliki daya hancur yang sangat luar biasa dan dalam satu kali tembakan mampun membunuh monster sebesar gedung tujuh lantai dengan mudahnya.
“Terus orang itu...dia menggunakan Robot yang di jual sistem dengan harga 200m CP.”
Nampak Luke mulai merasa tertinggal ketika melihat teman seperjuangannya menggunakan berbagai barang luar biasa yang di berikan sistem.
Tapi Luke tetap tak mau kalah, dengan Divine Bow miliknya, ia bisa menembak dan membunuh banyak monster kecil dengan cepat dan akurat. Luke mulai menggila dan bermanuver dengan cepat sambil melompat lompat dan menembakkan anak panah.
Dengan kecepatan dan kekuatan serangannya, Luke bisa berada di peringkat 200 besar dan terus meningkat.
“Hahaha...ini sangat mengasikkan, ku kira kita bakalan melawan musuh mengerikan, tapi nampaknya musuh musuh di sini sangat lemah.”
Akhirnya selama tiga jam para Accretian membantai para monster penunggu Green Despair dengan sangat brutal. Mereka yang tau itu hanya sistem dan uji coba yang di lakukan sistem mulai membunuh tanpa ampun.
Tapi para monster juga tak tinggal diam, mereka juga melawan dengan sekuat tenaga dan adegan bunuh membunuh pun terjadi di sana.
Memang secara keseluruhan para Accretian lebih unggul tapi jika mereka lengah sedikit saja maka serangan para monster yang kuat itu bisa membunuh mereka dalam sekejap.
__ADS_1
Sampai akhirnya terlihat ada tiga monster besar yang mulai bangkit dari tanah. Jika di lihat dari besarnya saja mungkin monster monster itu setara dengan luasnya sebuah gunung dan sangat besar.
“Wah...apa itu...”
“Hemm...akhirnya bos misi muncul juga.”
“Baiklah para bajingan...ayo kita selesaikan misi ini dengan kemenangan....”
Setelah tiga monster besar itu bangkit, pertempuran hebat pun terjadi di tiga sisi.
Di sisi pertama ada monster yang sangat kuat seperti baja dan dapat menghentikan berbagai serangan yang di lancarkan dan selalu mengeluarkan monster monster kecil yang dapat meledakkan diri.
Di sisi kedua ada monster yang terbang di udara dan mulai menembakkan zat aneh yang jika di hirup sedikit saja maka akan langsung mati.
Lalu di sisi lain ada monster seperti cacing yang sangat besar menyerang dari dalam tanah dengan banyak tentakelnya.
Secara cepat pertempuran brutal pun terjadi. Nampak paa Accretian mulai terbunuh satu persatu.
“Woi woi...jangan bilang kita akan kalah lagi kali ini....”
“Sialan...bos kali ini lebih mengerikan dari bulan kemarin.”
“Ya benar...bahkan ada tiga yang terus menyerang secara membabi buta.”
Terlihat para Accretian mulai panik karna jumlah mereka dengan cepat berkurang. Tapi di atas sebuah gunung yang sangat tinggi terlihat ada dua orang Accretian yang bersiap melancarkan serangan pamungkas.
Yang satu ada seorang wanita cantik yang sedang merapalkan mantra dan satu lagi ada seorang pria kecil yang sudah kita kenal yaitu Sitz Bee Hammer sedang melindunginya.
Lalu ketika sudah siap, wanita itu melancarkan serangan Force maha dahsyat dan dengan telak mengenai Bos monster yang sedang terbang di langit.
Karna serangan yang sangat kuat itu bos monster langsung terjatuh dan para Accretian yang melihat itu dengan cepat menghujani tembakan dan serangan sampai akhirnya bos pertama berhasil di kalahkan.
“Hahaha...tinggal dua lagi, ayo kita kepung raksasa besar itu.”
Akhirnya para Accretian mulai berkumpul ke bos kedua yaitu bos raksasa dengan pertahanan adidaya yang mampu menghentikan semua serangan musuh dengan tubuh bajanya.
Tapi di sini Zerk yang sudah bersiap melancarkan serangan pamungkas berlari dan menyerang raksasa tersebut. Karna kuatnya serangan milik Zerk, sang bos raksasa akhirnya terjatuh.
__ADS_1
Momen ini tak di sia siakan oleh Accretian lainnya dan mereka dengan cepat mulai menembaki bos monster itu sampai akhirnya mereka menalahkannya.
“Yosh...para bajingan...ayo ikuti aku...kita kalahkan last bos misi Eksplorasi...” Zerk berteriak dan berlari ke arah bos terakhir di ikuti yang lainnya.