
Setelah satu jam menunggu sambil beristirahat akhirnya tim basket Luke mulai memasuki lapangan basket. Nampak mereka semua sudah siap.
Walaupun melawan anak kelas tiga, anak laki laki di kelas Luke sama sekali tak takut. Ya itu karna memang sudah di pilih dari awal orang yang memang fisiknya kuat dan juga tinggi agar bisa lebih di untungkan.
Singkat cerita merekapun bertanding. Nampak Boby langsung bermain di set pertama dan karna memang kerjasama mereka solid Luke dan timnya berhasil mengungguli di awal.
“Bob, kayaknya mereka dah mulai tau pola kita.” Kata Dayat
“Santai aja, pokoknya kalo ada kesempatan oper ke aku.”
Tapi Boby yang memang sudah mencintai basket lebih dari apapun, nampak tak keberatan menanggung semua beban di timnya.
Di lapangan nampak kerja sama Luke dan Boby terjalin dengan sangat rapi. Bahkan jika Boby di jaga maka Luke yang akan maju dan memasukkan bola dengan tubuh tinggi dan berototnya.
“Priittt”
Akhirnya set pertama pun selesai dan nampak teman temanya sudah ngos ngosan.
“Huh, hari nih terakhirkan?.”
“Iya...besok 4 tim sisanya.”
“Baguslah, sumpah capek dah, orang tuh tetep kekeh aja gak nyerah.”
Nampak Dion, Dayat dan teman lainnya termasuk Aryo sudah hampir sampai pada batasan mereka. Sedangkan Boby terlihat santai dan nafasnya juga teratur. Tapi yang lebih hebat lagi adalah MC kita.
Sambil isitrahat Luke sempat sempatnya mengerjakan misi kecerdasan tingkat tinggi sambil berbaring di tempat duduk.
“Woi, abis main jangan tidur...bahaya buat tubuh.”
“Iya iya, cuman bentar aja kok.” Nampak Luke tak teralu peduli dan tetap fokus farm poin.
Sampai akhirnya setelah 10 menit merekapun bertanding kembali. Di sini Boby dan Luke benar benar di jaga.
Tapi memang karna anak yang ikut lomba basket dari kelas Luke bukan kaleng kaleng alias emang jago dalam olahraga, akhirnya mereka berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan sekor cukup jauh. Yaitu 66:32.
“Huh...akhirnya selesai, abis ini siapa yang masih ada jadwal?.” Kata Dion.
“Aku ada, abis nih mau lomba catur.”
“Ohh, kalo gak salah tiap kelas bisa ada tiga orang kan?.”
“Iya, cuman aku sama Luke udah di atur buat bagian akhir, jadi bisa istirahat dulu abis main.” Nampak Aryo menjawab pertanyaan temanya itu. Dan memang benar, Aryo juga ikut lomba Catur bersama Luke.
__ADS_1
“Yaudah yok bubar.”
Akhirnya mereka semua bubar barisan dan pergi melakukan aktifitas masing masing. Ada yang ke kantin ada ikut lomba lain dan ada yang malah tidur di perpustakaan.
Kemudian nampak Aryo dan Luke mulai pergi ke tempat perlombaan catur diadakan.
“Luke, kamu kayaknya sebulanan ini kok sering melamun sendiri sih, kenapa emang kamu?.”
“Heh, gpp...aku cuman lagi mikir aja.”
“Mikir apa?.”
“Adalah pokoknya, kenapa sih mau tau banget?.”
“Ya gpp, kalo misalnya aku bisa bantu ya tinggal bilang, pasti ku bantuin.”
“Gak ada apa apa, aku cuman lagi mikir aja.”
Dan memang Luke sendiri memang lagi mikir. Dia memang lagi mikir jawaban dari misi yang di berikan sistem. Sampai akhirnya mereka sampai ke tempat pertandingan catur di adakan.
Di sana nampak banyak siswa bertanding satu sama lain. Dan nampak ada 10 meja yang sudah di siapakan. Lalu Aryo dan Luke duduk di bawah pohon dan nampak mengambil minuman yang memang di sediakan gratis oleh pihak sekolah.
Sampai akhirnya setelah duduk sambil istirahat beberapa saat giliran mereka berduapun tiba. Nampak Aryo di meja 2. Sedangkan Luke di meja 6.
Nampak lawan Luke yang merupakan adik kelas mengarahkan tanganya ke arah Luke seperti ingin minta bersalaman. Dan melihat itu Luke pun menjabat tanganya.
“Iya sama sama, yok kita mulai.”
Akhirnya mereka berdua duduk berhadap hadapan di bawah pohon yang rindang.
Di sana nampak Luke dengan gampangnya mengalahkan si adik kelas.
Walaupun di toko sistem ada keterampilan Master Catur. Luke tak ingin membelinya karna harganya yang lumayan mahal yaitu 3000CP. Dan juga kemampuan bermain catur Luke memang sudah setara Profesional.
“Aduh, nyerah dah bang, selamat ya.”
Nampak sang adik kelas menyerah ketika berhadapan dengan Luke. Lalu Luke melawan anak kelas 2 dan lagi lagi ia bisa menang dengan mudah.
Sampai akhirnya agenda festifas olahraga Luke hari itu sudah habis. Dan besok pagi Luke harus berhadapan dengan 8 besar di lomba catur. Dan siangnya ia akan main basket di 4 besar.
“Akhirnya bisa pulang, capek juga hari ini...kayaknya aku gak bisa lanjut misi kekuatan deh.”
Nampak Luke mengeluh capek sambil berjalan ke arah parkiran. Dan tiba tiba hp miliknya berbunyi. Saat melihat panggilan masuk, Luke yang awalnya kelelahan dan lesu, seketika langsung bersemangat. Ya itu adalah panggilan dari sang kekasih.
__ADS_1
“Haloo.”
“Iya halo, kamu kenapa baru nelpon sore begini?.”
“Gpp, aku baru bangun.”
“Ohhh, obatnya dah di minum kan?.”
“Udah, terus kamu gimana, katanya ikut Cerdas cermat?.”
“Iya, aku ikut, terus jadi juara satu.”
“Haaaah, seriuslah?.”
“Iya serius, kalo gak percaya cek aja di website sekolah.”
“Hemm, iya iya aku percaya, tahun kemaren kelas kita juga masuk final kan, cuman ya itu, tetep kalah sama ketua OSIS.”
“Hehehe, tapi sekarang aku dah bales kekalahan kelas kita waktu itu.”
“Baguslah...uuhuhkk...uhuukkk.”
Nampak ketika mengobrol sang kekasih terbatuk batuk dengan keras. Luke yang mendengar suara pacarnya merintih hanya bisa pasrah dan berharap dia bisa mendapatkan misi spesial dan segera membelikan Ange obat yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit.
“Ge, kamu gpp, kalo masih sakit istirahat aja.”
“Iya, aku gpp cuman batuk dikit...”
“Yaudah udah dulu ya, besok semangat tandingnya."
“Iya makasih ya.”
“Aku yang makasih karna kamu masih mau setia sama cewek penyakitan kayak aku.”
Mendengar perkataan sang kekasih Luke langsung menjawabnya secara spontan.
“Jangan bilang gitu, aku gak peduli kamu sakit apa atau gimana, aku bener bener sayang sama kamu, terus aku bakan berusaha untuk nyembuhin kamu, jadi jangan nyerah ya.”
Mendengar sang kekasih berkata dengan sangat yakin, Ange hanya tertawa.
“Hahaha, iya iya .”
Walaupun dalam hatinya ia sudah tau kalau penyakitnya itu tak akan bisa di sembuhkan.
__ADS_1
Tapi Ange tetap berusaha bertahan dan hanya bisa berharap pada yang maha kuasa agar penyakitnya bisa di sembuhkan.