Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.61


__ADS_3

Di dalam mobil pak Andre, Luke dan Leon nampak mulai mengobrol satu sama lain. Sampai akhirnya mobil pak Andre tiba di sebuah hotel bintang 5 yang sudah di sewa secara pribadi oleh Leon.


“Ayo Luke, masuk...”


Nampak Leon sangat menyambut Luke dan di sana pak Andre dan Luke akhirnya masuk ke dalam hotel. Saat ini mereka sudah berada di salah satu ruangan tengah dan nampak jamuan makan siang sudah di siapkan di sana.


Sambil makan dan megobrol ringan, akhirnya mereka mulai berbicara bisnis.


“Hem...kayaknya udah cukup kita basa basinya ya...”


“Kalo gitu saya akan mulai membicarakan hal penting yang sampai membawa saya ke sini.”


Mendengar perkataan serius Leon, Luke langsung membuka toko sistem dan membeli 2 keterampilan sekaligus.


[Ting]


[Berhasil membeli keterampilan Master Negosiasi Handal]


[Ting]


[Memulai proses penggabungan keterampilan Master Negosiasi Handal dengan tubuh tuan]


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ting]


[Berhasil menggabungkan keterampilan Master Negosiasi Handal dengan tubuh tuan]


[Ting]


[Membeli keterampilan Master Berbisnis]


[Ting]


[Memulai proses penggabungan keterampilan Master Berbisnis dengan tubuh tuan]


[10%]


[20%]

__ADS_1


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ting]


[Berhasil menggabungkan keterampilan Master Berbisnis pada tubuh tuan]


Setelah membeli kedua keterampilan yang di jual sistem dengan harga 5.000CP, Luke pun memulai obrolan serius.


“Sebelumnya saya bertanya lebih jauh, saya ingin mengkonfirmasi hal penting terlebih dahulu.” Leon bertanya.


“Apa itu?.” Jawab Luke.


“Saat pelelangan Berlian di NewYork, saya telah membeli 3 buah buah Berlian milikmu dan saat saya mengecek ulang kemurnian dan kualitas Berlian tersebut, saya justru mendapatkan hasil lain di luar perkiraan saya.”


Mendengar Leon yang menerangkan hasil penelitiannya, Luke hanya diam sambil mendengarkan dan langsung bertanya pada inti masalah.


“Jadi apa yang ingin pak Leon sampaikan?.”


“Saat itu saya dan tim ahli saya di buat tercengang dan hampir tak percaya, itu karna saat melihat desain dan bentuk berlianmu yang sangat mulus dan rapi, Bahkan sama sekali tak ada kecacatan sedikitpun di tiap potongan yang membentuk keindahan itu."


"Bisa di bilang saat ini di dunia kita belum ada teknologi yang mampu memotong Berlian sampai di tahap kemulusan seperti itu.”


“Memang benar, saya bisa menjamin kualitas Berlian saya adalah kualitas terbaik. Dan saya juga tau kalau Berlian adalah Mineral alami terkeras yang dapat di temukan di alam kita ini dan tak mudah untuk merubah bentuknya sesuai keinginan kita.” jawab Luke.


“Jadi, apakah kamu tau cara untuk memproses berlian tersebut?.”


Luke yang mendengar perkataan Leon langsung tersenyum dan menjawab.


“Tentu saja, dan juga aku masih memiliki berlian yang lainnya.”


Mendengar jawaban mengejutkan Luke, Leon di buat makin penasaran dan terllihat sangat ingin tau. Tapi Luke juga tak asal biara dan kesepakatan pun terjalin di antara mereka.


Di sana nampak Luke dan Leon mulai mengobrol tentang bisnis Berlian mereka. Terlihat dua orang pria muda itu saling menunjukkan syarat dan pendapat masing masing.


Sedangkan pak Andre hanya bisa menyimak dan tak ingin mengganggu kedua pembisnis muda itu.


Sampai akhirnya kesepakatan terjalin dan Luke akhirnya menunjukkan sekantong berlian sebagai bukti perkataannya. Di sana Leon dan pak Andre akhirnya percaya dan mereka bertiga pun bekerja sama.


“Baiklah jika sudah setuju, saya akan mulai menyiapkan berkas berkas dan keperluan lainnya.”nampak Leon sangat bersemangat dan ingin segera memulai bisnis dengan Luke.


Sedangkan Luke mempercayakan sisanya pada Leon dan pak Andre. Walaupun Luke bisa saja menjual seluruh berliannya sendirian, tapi ia juga memikirkan dampaknya.


Bayangkan saja barang yang keberadaannya langkah tiba tiba saja di jual dalam jumlah besar. Itu pasti akan berdampak langsung pada harga pasar dan membuat harga barang tersebut menukik tajam bagai pesawat yang sedang jatuh.

__ADS_1


Dan karna Leon dan pak Andre lebih dulu terjun dan bersimbaku dalam bisnis berlian, akhirnya Luke mempercayakan bagian pemasaran pada dua orang itu.


“Yaudah pak, kalo semuanya sudah beres, maka saya izin pamit.” Nampak Luke yang sudah deal dan setuju langsung ingin pulang karna ia sendiri masih kelelahan setelah acara perpisahan anak kelas tiga.


“Baiklah terima kasih atas waktu dan kepercayaannya, saya menjamin kalau semuanya akan berjalan sesuai rencana dan kamu sebagai pemilik utama akan memiliki saham terbanyak di perusahaan kita nantinya."


Akhirnya siang itu juga Luke kembali ke rumahnya di antarkan oleh pak Andre. Nampak Luke mempercayakan sisanya pada pak Andre dan Leon yang memang dia sudah percayai....


********************


Lima bulan pun berlalu...


Nampak saat ini perusahaan Luke yang di bangun sudah mulai jadi. Di sana terlihat banyak orang yang sibuk mempersiapkan acara Grand Opening perusahaan berlian Luke.


Sedangkan Luke sendiri malah berjalan jalan dengan sang kekasih. Ya, saat semua orang sedang sibuk, ia jusru menghabiskan waktunya dengan berkencan bersama sang pacar.


Dan selama lima bulan itu juga, pundi pundi kekayaan masuk ke kantong Luke melalui bisnis berlian yang sudah ia bangun bersama Leon. Dengan bantuan Leon dan nama baiknya di bisnis berlian, nampak mereka bisa tetap menjual berlian berkualitas itu dan tetap menjaga harga pasar stabil.


Dan saat ini terlihat Luke sedang berjalan keluar bioskop bersama sang kekasih...


“Keren ya tadi filmnya.”


“Hemm, lumayanlah.”


“Yang, abis ini kita kemana lagi?.”


“Kamu mau kemana?...aku mah ikut aja.” Saut Luke.


“Yaudah aku pengen shoping lagi ke mal, sambil nyari makan malam.”


“Oke...bos.”


Akhirnya malam itu mereka habiskan jalan jalan di mal. Nampak Ange banyak membeli barang dan hal apapun semaunya. Sedangkan Luke hanya menemani sang pacar dengan suka cita.


“Yang, besok Grand Opening perusahaan kamu kan?.”


“Iya bener, kenapa emang?.”


“Gpp, cuman aku heran aja, kenapa kamu repot repot bikin perusahaan di pasar kayak gitu. Kan bagusnya bikin di tempat yang lebih strategis buat bisnis berlianmu?.” Nampak Ange mulai bertanya karna heran dengan pola pikir Luke.


Dan Luke sendiri sudah memberitahukan kalau ia ada menjalankan bisnis berlian bersama seseorang pria dari Inggris bernama Leon.


Tapi Luke hanya menjawab dengan senyum tipis sambil mereka terus berjalan...


“Gpp, aku cuman inget sama impian ayahku, dulu pas aku kecil, aku inget kalau ayahku pengen bangun perusahaan besar di sana. Jadi sejak itu aku memutuskan kalau nanti aku punya banyak uang, aku bakalan bangun perusahaan pertamaku di sana untuk mewujudkan mimpi ayahku.”


“O...Ohh, maap ya dah nanya aneh aneh.”


“Gpp, santai aja.”

__ADS_1


Akhirnya malam itu mereka pulang ke rumah dengan mengendarai mobil Mercedes hitam milik Luke.


__ADS_2