
Kemudian Luke dalam sekejap di teleportasikan ke tempat pertandingan yang berbeda. Dan memang di tempat Sparing yang di sediakan sistem, ada banyak tempat dan seluruh penonton bebas memilih tempat yang di inginkan untuk sekedar menyaksikan atau ikut taruhan Betting.
Dalam sekejap mata, Luke di pindahkan di dalam lapangan Gladiator yang di tiap sisinya ada patung besar yang aneh. Dan di sana juga terlihat beberapa penonton.
Lalu di hadapan Luke juga ada sesosok makluk kecil aneh dengan badan manusia kerdil dan kepala seperti katak.
“Woah, jadi dia lawanku...sistem buka status musuh.”
Nama : Ke’Frog
Ras : Frogtalian
Job : Blader
Level : 54
Power Force : 85
Kecerdasan : 120
Kekuatan :69
Kelincahan : 732
CP : 241.516.087
Gold : 220.531
“Astaga, apa apaan kecepatannya itu.”
Nampak Luke sedikit kaget dengan kelincahan yang di miliki musuhnya.
Lalu Ke’Fro langsung mengeluarkan dua buah dager berwarna hitam yang jika di lihat saja kita sudah tau kalau itu di selimuti oleh racun yang sangat mematikan.
“Hem...sepertiya dager miliknya sudah di lapisi racun, apa benar begitu sistem?.”
[Benar sekali tuan, sistem menyarankan tuan membeli obat CC-554 untuk menetralkan racun dari senjatanya]
Atas saran sistem, Luke langsung membeli pil obat CC-554 yang memang efeknya untuk menangkal segala jenis racun. Walaupun itu hanya bersifat sementara, tapi lebih baik bersiap siap di awalkan.
“Baiklah...waktunya pertunjukkan.”
Dalam sekejap baju yang Luke gunakan di selimuti oleh Armor Battle Suit Set yang sangat keren dan berwarna biru mengkilap.
Lalu di kedua tangannya juga muncul Divine Bow yang juga memancarkan cahaya aneh khas bangsa Navarethians.
“Astaga...apakah itu Divine Bow?.”
“Hem....tak salah lagi itu Divine Bow, salah satu peninggalan dari 6 pahlawan.”
“Sialan...Rookie itu beruntung sekali mendapatkan Senjata sekuat itu.”
“Cih...sistem memang sangat tidak adil.”
Terlihat banyak penonton yang kaget dan sedikit iri melihat Luke yang mendapatkan Divine Bow dari kotak hadiah Misterius.
Lalu waktu hitung mundur di hologram milik Luke berbunyi...
[Pertandingan Free League akan di mulai]
[3]
[2]
[1]
[Start]
Dalam sekejap Ke’Frog langsung menerjang ke arah Luke, tapi Luke tetap kalem dan langsung mengambil posisi memanah.
__ADS_1
Ke’Frog yang melihat Luke sudah membidiknya dengan panah Legendaris itu tetap maju dan menerjang Luke.
Sampai akhirnya Luke yang sudah pernah latihan memanah dan membeli kemampuan master memanah sebelumnya langsung melepaskan anak panah yang berupa energi Force yang sudah di padatkan dan serangan Luke langsung mengarah ke Ken’Frog.
Tapi dengan kelincahannya, Ke’Frog dapat menghindari serangan itu dengan mudah, ia menghindari serangan cepat milik Luke dengan cara melompat ke udara.
Tapi naasnya saat di udara, Luke sudah melepaskan anak panah lainnya dan dengan cepat serangan Luke mengenai Ke’Frog dengan telak.
“Hahaha...rasakan itu.” Kata Luke.
Di lapangan pertandingan yang sangat luas ini, jujur job jarak jauh sedikit di untungkan karna bisa langsung menyerang dari awal.
Tapi itu juga merupakan kelemahan tempat pertandingan karna jika sudah memasuki pertarungan jarak dekat sudah pasti job jarak jauh sangat tak diuntungkan.
Jadi tempat Sparing ini bisa di katakan Fair untuk kedua musuh yang bertanding mengesampingkan job mereka masing masing.
“Wih...kena telak tuh ras Frogtalian.”
“Pastilah...Divine Bow memiliki kemampuan spesial memperkuat dan mempercepat serangan Force, bayangkan jika dia juga menggunakan Soul Crystal...pasti tak ada yang bisa lolos dari anak panahnya.” Kata salah satu penonton yang menyaksikan.
“Hem...sialan...jika aku tau dia memiliki Divine Bow, maka aku tak akan menaruh Bet besar pada katak bodoh itu.”
“Hahahaha, mangkanya jangan buru buru pasang bet sebelum pertandingan di mulai.” kata penonton yang mengoceh satu sama lain.
Kemudian di hadapan Luke terlihat Ke’Frog langsung terjatuh dari udara dan terbaring di tanah.
“Ehh...seriusan?.”
[Selamat tuan berhasil memenangkan pertandingan]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi khusus]
[Selamat tuan telah naik level]
“Hahahaha...kalau cuman begini mah gampang.”
“Baiklah lanjut ke pertandingan berikutnya.”
Dalam sekejap mata ia saat ini di pindahkan ke tempat pertandingan yang berbeda.
Dan saat ini jelas terlihat di hadapan Luke sesosok makhluk besar seperti ogre yang memiliki satu mata dan memakai armor baja kelas Warrior, kemudian juga menenteng sebuah tameng.
“Hem...sepertinya lawanku kali ini lumayan menarik, sistem tampilkan statistik musuh.
Nama : One’Eil
Ras : Ogras
Job : Warrior
Level : 58
Power Force : 120
Kecerdasan : 100
Kekuatan :880
Kelincahan : 120
CP : 541.516.087
Gold : 1.220.531
Kemudian secara mengejutkan suara sistem terdengar di kepala Luke.
[Selamat tuan telah menerima hadiah Betting dari pertandingan lapangan 569 sebanyak 78.348.333CP]
“Huh...jadi pemain juga bisa mendapatkan hasil taruhan dari para penonton?...apakah benar begitu sistem?.”
__ADS_1
[Benar sekali tuan, justru para petarung yang akan mendapatkan hasil Bet tertinggi dan sisanya di bagikan merata ke orang yang sudah memasang Bet]
“Hahahaha...aku mengerti...baiklah ayo kita mulai...”
Kemudian suara tanda pertarungan di mulaipun terdengar...
[Pertandinga Free League akan di mulai]
[3]
[2]
[1]
[Start]
Kemudian Luke langsung membidik One’Eil dengan Divine Bow dan lansung melancarkan serangan jarak jauh. Serangannya kali ini lebih kuat dan padat.
Karna kepadatan Force yang di perkuat Efek Divine Bow itu, terlihat One’Eil sampai terpental ketika menagkis serangan anak panah Luke.
“Haaaaaaa.....”
Lalu One’Eil berteriak dan berlari mendekat ke arah Luke, tapi Luke tetap stay kalem di tempatnya dan membidik One’Eil kembali.
Kali ini Luke yang makin terbiasa menggunakan Force, menahan agak lama sampai kepadatan Force di anak panahnya memancarkan cahaya biru yang menyelimuti seluruh Divine Bow.
“Huh...rasakan ini raksasa besar.”
“Sreetttttt.....Booommm”
Luke yang melepaskan anak panah yang penuh dengan kekuatan Force itu dengan sangat cepat langsung menghantam One’Eil.
Lagi lagi One’Eil terpental. Tapi karna tameng yang ia gunakan, nampak ia tak mengalami luka serius walaupun terkena serangan yang sangat kuat seperti itu.
“Hehh...bahkan dengan serangan seperti itu dia masih bisa berdiri.” Nampak Luke sedikit kagum dan mulai tersenyum jahat ala psikopat.
“Waktunya bereksperimen.”
Kemudian Luke langsung menggunakan kekuatan Times relic yang sebelumnya ia sudah gabungkan dengan tegnologi yang di jual sistem, dan saat ini kotak yang menyimpan energi misterius itu sudah berada di dalam tubuh Luke. Atau lebih tepatnya di bagian dadanya.
“Time stop...”
Dalam sekejap seluruh orang diam mematung. Kemudian Luke berlari dan membidik kembali One’Eil sambil mencari posisi yang tepat. Lalu di sana ia dengan cepat melancarkan serangan kuat dan ketika serangan itu hampir mengenai One’Eil, Luke kembali ke posisinya di awal dan menonaktifkan kekuatan Times Relic.
“Clear...”
Dalam aba aba Luke, kekuatan Times Relic kembali nonaktif dan secara mengejutkan One’Eil terkena serangan yang sangat kuat dari belakangnnya.
Karna serangan yang sangat kuat itu, ledakan besarpun langsung menghantam tubuh besar One’Eil.
“Huh...apa yang terjadi?.”
“Astaga...sejak kapan pria kecil itu melancarkan serangan diam diam?.”
“Iya benar...aku bahkan tak bisa melihat dari mana serangan itu sebelum mengenai One’Eil” nampak banyak penonton bingung melihat kejadian yang baru saja mereka lihat.
“Astaga..jangan jangan..?”
“Jangan jangan apa?...tak mungkin dia memiliki salah satu Relic kan?.”
“Hem....benar sekali, jika dia pemilik Relic mustahil namanya tak terkenal seperti mereka berdua.”
“Tapi jika di pikir pikir memang belum ada orang lain yang mengclaim kalau dia adalah pemilik Times Relic lainnya dan juga masih banyak yang menyembunyikan identitas mereka.”
“Ya...kau benar, dan aku merasa tak ada orang bodoh yang akan menggunakan kekuatan Times Relic hanya untuk pertarungan Free League kelas rendah seperti ini.”
“Hem...mungkin anak yang bernama Luke itu hanya beruntung atau dia memang sudah menyiapkkan jebakan yang kita semua bahkan tak menyadarinya.”
“Untuk sekarang kita hanya bisa berfikir seperti itu, dan jika dia nantinya memang pemilik Times Relic, maka dengan levelnya yang masih rendah itu dia akan menjadi mangsa yang empuk bagi mereka yang lainnya.” Kata salah satu penonton dengan ekspresi psikopat.
__ADS_1
Nampak para penonton mengoceh panjang lebar karna merasakan hal aneh dengan serangan kejutan milik Luke. Dan dari pojokan tempat penonton, terlihat ada salah satu penonton tersenyum ke arah Luke.
Jika di lihat secara sekilas dia sangat mirip dengan manusia, hanya saja tubuhnya lebih kecil seperti bocah yang masih SMP.