
Luke yang mendapatkan sebuah misi khusus langsung di buat bimbang. Sebelumnya ia dan ke 4 temannya sudah sepakat hanya akan berkemah secara normal.
Tapi karna hadiah dari misi khusus sangat menarik perhatian Luke, khususnya pil xp kelas atas yang jika di beli di toko sistem maka harganya adalah 10.000.000CP dan itu hanya bisa di beli 1 kali saja membuat Luke membuatkan tekadnya.
Sambil berjalan ke arah pos relawan, Luke akhirnya mengeluarkan ide gilanya untuk mengikuti Survival Game.
“Pak kami minta perlengkapan camping.”
“Ohhh, silahkan catat nama orang di kelompok kalian di kertas ini.”
Sebelum Gunawan mengambil kertas itu Luke langsung menghentikannya.
“Teman teman, bagaimana kalau kita mengikuti Event Survival Game?.”
Ketika mendengar omongan Luke, mereka berempat serentak langsung menatap ke wajahnya.
“Huh, apaan itu...kan kita udah sepakat gak akan ikut hal aneh kaya gitu.” Kata Tiara.
“Iya bener, bahaya tau.” lanjut Ange.
“Kau kenapa Luke, lagi sakit kepala ya?.”
“Gimana kalo kita coba dulu, kan kata ketua OSIS semuanya bebas daftar dan jika gagal juga gak akan ada konsekuensinya.”
“Ya...walaupun begitu, tapi tetap saja akan sulit, apa lagi untuk para cewek.” Kata Gunawan.
“Iya bener, masa kami harus mandi di sungai...kalo ada ularnya gimana?.”
Akhirnya mereka semua berdebat di sana. Tapi Luke tetap bersikeras untuk mengikuti Even Survival game sampai akhirnya Ange setuju untuk ikut.
“Kamu serius Ge?.” Kata Tiara dengan wajah yang terkejut bukan main.
“Iya aku serius, kalo Luke mau ikut ya aku juga bakalan ikut.”
“Hehehe, makasih ya Ge.”
“Hemm...yaudah aku ikut juga.” Lanjut Aryo.
“Woi, gimana sih kan di awal kita dah setuju gak ikut sekarang malah berubah.” Nampak Gunawan sangat tak senang dengan keputusan teman temannya itu.
Tapi karna sudah ada 3 orang yang setuju akhirnya keduanya juga ikut tapi dengan syarat kalau sampai mereka kesulitan mendapatkan makanan maka mereka harus menyerah.
“Oke oke, kalo gitu deal ya.”
__ADS_1
“Hemmm, yaudahlah atur semaumu Luke, cuman ingat sebagai ketua kelompok kau yang harus bertanggung jawab kalau ada apa apa.”
“Iya iya gun...”
Akhirnya mereka berlima ikut mendaftar dalam permainan Survival Game dan hanya di beri masing masing orang satu tenda dan beberapa alat masak. Juga di beri dua alat pancing dan jatah makan satu hari.
Tapi setelah semua kelompok mendaftar, ternyata lebih dari setengah murid memilih mengikuti Survival Game di pulau tak berpenghuni.
Ya walaupun beberapa hanya iseng tapi tetap saja pihak sekolah menyetujui keinginan muridnya. Toh kalaupun gagal juga tak mendapat hukuman.
Akhirnya siang itu sekitar pukul 3 siang masing masing kelompok mulai memasuki pulau yang masih sangat hijau tersebut.
Mereka semua berpencar mencari masing masing tempat yang nantinya akan menjadi tempat mereka untuk mendirikan tenda.
Di sini Luke dan kelompoknya masuk agak jauh dan sampai di sebuah tempat yang cukup luas dan di sanalah mereka memutuskan untuk mendirikan tenda.
“Nah...di sini oke nih kayanya.” Kata Aryo.
“iya bener...gak terhalang pohon, juga langitnya terlihat jelas.” Lanjut Gunawan.
“Oke, kalo gitu kita hari ini tidur di sini aja ya.”
“Oke ketua.”
Akhirnya mereka berlima mulai mendirikan tenda dan ketika malam mulai datang tenda mereka sudah siap di gunakan.
“Yaudah aku sama Aryo mau nyari kayu bakar dulu ya buat api unggun.”
“Oke, serahin yang di sini sama bang Gugun.”
Kemudian Luke dan Aryo mencari kayu bakar selama hampir 30 menitan sampai akhirnya mereka kembali.
Di sana nampak Gugun dan lainnya sudah menghidupkan kompor listrik dan sedang memasak steak daging dan beberapa sosis goreng yang memang adalah jatah makan mereka di hari pertama.
“Nah...pas nih, sini duduk.”
Akhirnya malam itu mereka berlima makan sambil bercerita dan mengobrol. Sampai api unggun mulai habis dan mereka memutuskan untuk tidur.
Nampak tenda gadis berada di tengah sedangkan 3 lainnya mengelilingi tenda itu agar aman.
Sampai pagi haripun datang. Nampak Luke yang terbagung lebih dulu karna alarm hpnya yang berbunyi. Ketika bangun Luke langsung keluar tenda dan membangunkan yang lainnya.
“Woi kebo bangun.”
__ADS_1
Namun setelah lebih satu jam membangunkan teman temannya yang masih terlelap Luke pun menyerah dan meninggalkan pesan dan ia pergi sendirian mencari persediaan makanan di sekitaran tempat mereka berkemah.
Dan benar saja, ia melihat pelastik tebal yang di gantung di atas pohon. Dan karna warnanya yang mencolok itu, Luke dapat melihatnya.
“Haduh...terpaksa manjat dong kalo begini.”
Akhirnya Luke mulai memanjat pohon rimbun tersebut dan dengan susah payah ia akhirnya mendapatkannya. Di dalamnya ada beberapa kornet daging dan 5 liter air mineral.
“Wih...lumayan buat sarapan.”
Setelah menyecek daerah sekitar lagi dan tak menemukan apa apa, akhirnya Luke kembali ke tempat merka mendirikan tenda dan napak di sana teman temannya yang lain sudah mulai bangun.
“Haaa...ini dia.”
“Dari mana aja sih pagi pagi dah ngilang aja?.” Nampak Ange langsung mendatangi sang pacar yang baru saja tiba.
“Aku tadi dah bangunin kalian,cuman karna masih pada tidur yaudah aku keliling dulu sambil nyari makanan...nih dah dapet.” Nampak Luke menunjukkan hasil jerih payahnya pagi itu.
“Yaudah yok sarapan.”
Kemudian mereka berlima mulai membuat sarapan dan atas saran Luke, mereka semua pergi ke sungai yang ada di sebelah barat pulau itu.
Dan ketika melihat ada sungai yang masih jernih dan alami nampak para lelaki langsung jebur dan mandi disana. Di susul oleh Ange dan Tiara yang juga akhirnya mandi di pagi hari itu.
“Hahaha, sungainya jernih amat ya.”
“ Iya...seger juga...”
“Iya bener...kalo kaya gini mah gak takut kalo ada uler kan bisa langsung kelihatan.”
“Ora...rasakan ini.”
“Ihh...apasih jangan nyiram nyiram lah woi.”
Nampak mereka semua mandi sambil bercanda di sungai itu di pagi hari yang cerah tersebut. Setelah mandi mereka berkemas kembali dan memasuki pulau lebih dalam lagi.
“Yakin nih kita masuk lebih dalam.” Nampak Tiara sedikit ragu dan takut.
“Yaelah...kan dah di bilang bakalan ada relawan sama guru di tiap spot jadi pasti aman kok.” Nampak Aryo meyakinkan Tiara kalau mereka akan aman aman saja dengan gaya sok kuatnya.
“Iya terus kalo ada apa apa, Luke tinggal teken chip tanda SOS dan pihak relawan dan guru bakalan langsung dateng nolongin."
Akhirnya setelah di yakinkan mereka berlima pun memasuki pulau lebih dalam lagi. Meskipun pulau sudah di jamin aman, untuk jaga jaga pihak sekolah dan relawan sudah memberikan masing masing kelompok sebuah chip yang jika di tekan akan memberikan sinyal SOS.
__ADS_1
Dan jika sinya pertolongan itu aktif maka relawan dan guru akan langsung bergegas ke tempat sinyal tersebut di aktifkan dan memberikan bantuan.
Jadi para murid makin aman dan tak terlalu takut untuk menjelajahi pulau tak berpenghuni tersebut. Tapi bagi mereka yang mengikuti Survival game, menekan tombol SOS di chip akan di anggap gagal.