
Akhirnya setelah merencanakan rencana mereka dan membagi tugas masing masing, Luke kembali ke bumi.
Di bumi, Luke yang sadar akan bahaya dari pasukan robot yang ia ciptakan mulai melakukan eksperimen. Dengan bantuan sistem, Luke sebisa mungkin tetap mengelabui sistem sambil merencanakan semuanya.
Sampai akhirnya dalam waktu satu bulan, Luke yang di latih oleh Kadasya bertambah makin kuat dan dapat mengontrol kekuatan Force lebih maksimal.
“Akhirnya waktu yang di tunggu tunggu segera tiba.”
Yap, waktu yang di tunggu oleh Luke adalah perang Faction dan Misi Eksplorasi. Walaupun mereka merencanakan pembrontakan kepada sistem yang sudah membantu mereka, mereka bertiga tetap mengambil keuntungan dari sistem yang di berikan oleh Lothar.
Jadi mereka ibaratnya sambil menyelam minum air. Sambil menyiapakan cara melenyapkan Lothar dan sistem, mereka juga memanfaatkan sistem yang di berikannya.
Sampai akhirnya Luke di teleportasikan ke dalam ruang tunggu. Di sana ia akhirnya bertemu dengan dua orang yang memang sudah janjian akan memilih Faction Cappela. Ya, itu adalah Sitz dan Kadasya.
“Akhirnya kita berkumpul kembali.”
“Hahaha...ayo kita menggila, kita dapatkan banyak Force Core agar lebih kuat lagi.”
Terlihat dua orang pria itu sangat menantikan waktu perang Fation dan hanya Kadasya yang terlihat tak terlalu suka karna ia memang tak terlalu suka dengan keramaian.
“Wah...sebulan latihan kekuatan Force milikmu jauh berkembang pesat ya Luke.”
“Hehehe...masih jauhlah jika di bandingkan denganmu dan Kadasya.”
Luke memang sebulan ini selalu latihan dengan teratur, berkat bimbingan dan arahan Kadasya, Luke jadi lebih gampang mengontrol dan mengendalikan kekuatan Force dalam dirinya serta mengendalikan kekuatan luarnya.
Lalu Luke yang gabut menunggu waktu Perang Faction mencoba melihat statistik kedua temannya itu.
“Sistem perlihatkan statistik mereka berdua.”
Nama : Sitz Bee Hammer
Ras : Bellato
Job : Warrior
Level : 93
Power Force : 2601
Kecerdasan : 550
Kekuatan : 6172
Kelincahan : 8231
CP : 68.357.443.123
Gold : 24.40.456
Lalu di sebelahnya terlihat status Kadasya yang sama gilanya dengan Sitz.
Nama : Giz Kadasya
Ras : Cora
Job : Wizard
Level : 88
__ADS_1
Power Force : 21.421
Kecerdasan : 721
Kekuatan : 91
Kelincahan : 211
CP : 21.357.443.123
Gold : 12.40.456
“Hemm, mereka berdua memang sangat luar biasa...aku harus bertabah kuat lagi agar tak menjadi beban untuk mereka berdua saat waktunya tiba nanti.”
“Sistem perlihatkan dan bandingan statusku dengan mereka berdua.”
Lalu di hadapan Luke muncul hologram yang memperlihatkan data Sitz dan Kadasya yang jika di bandingkan dengan dirinya masihlah sangat jauh.
Nama : Luke Lawrance
Ras : Manusia
Job : Force Archer
Level : 75
Power Force : 3.192
Kecerdasan : 320
Kekuatan : 455
CP : 84.860.455.479
Gold : 5.239.469
Sampai tak lama berselang, waktu yang di tunggu tunggu pun akhirnya tiba....
[Para Accretian harap bersiap siap, karna waktu Perang Faction akan di mulai]
[3]
[2]
[1]
[Start]
Akhirnya perang yang di nanti nantikan di mulai. terlihat para Accretian langsung berlari penuh semangat. Di sini tempat petandingan berbeda saat bulan lalu.
Jika bulan lalu tempat di bagi menjadi tiga yaitu hutan, gunung berapi dan pulau terbang. Maka saat ini mereka bertarung di tempat yang membeku.
Bisa di bilang di bagian tengah terdapat danau besar yang membeku, lalu di bagian kanan ada tempat yang cukup aneh dengan banyak bangunan besar berlambang Accretian dengan banyak portal portal kecil yang jika di masuki akan berpindah tempat ke portal yang tersebar di seluruh lokasi.
Lalu di sebelah iri ada tempat aneh yang hanya ada awan dan angin kencang, jika di lihat tiap orang yang memasuki tempat itu akan langsung berterbangan karna kuatnya arus angin yang terkadang muncul.
“Hahahah...ini lebih menarik dari pada sebelumnya.” Nampak Luke hanya bisa tersenyum dan sedikit takjub.
“Baiklah ayo kita beraksi.”
__ADS_1
“Mau taruhan siapa yang membunuh lebih banyak denganku?...”
“Haaa...orang bodoh mana yang ingin bertaruh denganmu Sitz.”
Luke yang mendengar tawaran membunuh lebih banyak musuh dari Sitz hanya bisa geleng geleng kepala.
Walaupun Luke sudah makin kuat, tetap saja ia masih tak mungkin bersaing dengan Sitz yang dia sendiri sudah tau kekuatan dan kehebatannya.
Tapi sebeum Sitz berteleport, terdengar suara wanita dari belakang mereka, ya suara itu adalah suara Kadasya.
“Ayo bertarung, siapa yang kalah harus menuruti satu permintaan sang pemenang...”
Mendengar suara Kadasya yang sangat percaya diri, Luke hanya bisa menelan ludah sambil melirik ke arah wanita tersebut. Luke yang sebulan ini berlatih dengan wanita itu tau betul kekuatannya dalam mengendalikan Force.
Tapi bagi Luke, masih tak mungkin bagi Kadasya untuk mengalahkan Sitz yang memiliki kekuatan dan kecepatan Luar biasa.
“Apa kau serius yang menang akan mendapatkan satu permintaan apa saja dari yang kalah?.”
“iya...itupun jika kau berani bertaruh denganku...”
“Hahaha....baiklah, ayo bertarung.”
Lalu Sitz dalam sekejap mata hilang berkat kekuatan Times Relic dan dalam sekejap peringkatnya langsung berada di rank satu dengan membunuh tiga puluh sembilan orang dalam sekejap.
“Ka-Kadasya, apa kamu yakin ingin bersaing dengannya?.”
“Kenapa?...apa kau pikir aku akan kalah dari pria mungil itu?...”
“Bukan begitu, aku tau kau sangat kuat, tapi yang kita bicarakan ini Sitz, dia bahkan menjadi top Rank dalam Perang Faction bulan lalu.”
“Hem...sepertinya kau teralu meremehkanku ya, baiklah akan ku tunjukkan apa itu kekuatan Force yang sesungguhnya dari seorang Wizard.”
Ketika mendengar perkataan Kadasya yang sangat percaya diri, Luke hanya bisa menelan ludahnya sambil melihat wanita cantik yang sangat tinggi itu.
Ia dapat merasakan dalam sekejap seluruh energi Force yang berada di sana terserap oleh Kadasya.
“Lihat dan pelajari ini, mungkin di waktu yang akan datang kau juga mampu melakukannya.”
Dalam pandangan Luke, kini ia melihat energi Force yang maha dahsyat sedang melayang di atas kepalanya, Kadasya yang memadatkan energi Force tersebut menjadi gumpalan energi bercahaya yang sangat besar mulai megendalikannya.
Dalam sekejap gumpalan energi besar iru berubah warna secara terus menerus. Karna besarnya energi Force tersebut, ada banyak Accretian yang berhetiy sejenak dan melihat ke arah energi tersebut.
Energi yang awalnya bercahaya terang tersebut berubah menjadi biru lalu ungu lalu berubah lagi menjadi merah dan berubah lagi menjadi hitam.
Saat berubah menjadi hitam, Luke dapat merasakan kalau seluruh energi di dalam tubuh miliknya juga ikut terisap bahkan tubuh Luke juga hampir terhisap oleh kekuatan besar tersebut.
“A-apa apaan ini...”
“Bagaiaman caranya kamu mengendalikan energi Force sebesar ini Kadasya....”
Luke yang berada dekat dengan energi itu mencoba bertahan sekuat tenaga agar tak terhisap. Bahkan beberapa Accretian sudah ada yang melayang layang di udara karna terhisap oleh energi besar itu.
Sampai akhirnya energi super besar itu di lemparkan dan mengarah ke tengah danau. Dalam sekejap mata danau yang besar dan membeku tersebut hacur lebur dan orang orang yang ada di sana langsung terbunuh secara instan.
“Astaga....apa yang baru saja ku lihat ini benaran kan?....
Luke saat ini dapat melihat seluruh danau yang membeku tersebut hancur lebur. Serangan yang Kadasya lancarkan membunuh mereka semua yang ada di sana baik teman maupun lawan.
Dan dalam sekejap peringkat Kadasya naik menjadi peringkat satu dengan membunuh 521 musuh.
__ADS_1