Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.42


__ADS_3

“Para penonton harap tenang, jangan gaduh.”


Setelah di nasehati komentator mereka pun akhirnya diam.


“Baiklah, nampaknya keadaan saat ini masih seimbang.”


“Hemmm, ya benar sekali, nampaknya mereka berdua bermain dengan sangat hati hati, tapi sebentar lagi itu semua akan berubah.”


“Huh...kenapa memangnya.” Kata salah satu komentator awam.


“Hemmm, lihat tuh waktu, mau gak mau mereka tetep harus menyerang dan saat ini siapa yang berani menyerang duluan lah yang sedikit di rugikan.


Dan memang benar begitu, jika dari awal kedua belah pihak sama sama bertahan, maka bisa di pastikan bagian belakang mereka sudah seperti benteng yang sangat tebal. Jadi siapapun yang berani masuk ya bisa di habisin di sana.{anggap aja gitu wkwkw}


Tapi melihat Raisa yang bermain dengan defensif Luke akhirnya menaikkan tempo permainan dan mulai menyerang.


“Baiklah jika kau mau tetap bertahan, tapi aku ingin menyelesaikan petandingan ini jadi ayo kita akhiri.”


Akhirnya Luke mulai menyerang, ia saat ini menggunakan bidak Ratu miliknya. Luke tanpa segan segan menggunakan Ratu dan menyerang secara langsung.


“Hahaha, dasar bodoh, kau sudah masuk ke dalam jebakanku.” Nampak raisa memang sudah menunggu moment itu.


Tapi Luke juga sudah mengetahui itu dan dia memang sengaja menggunakan Ratu untuk memancing pergerakan Raisa. Dan benar saja Raisa akhirnya mulai menyerang dan memakan umpan dari Luke.


“Hahaha, kena kau.”


Nampak Luke langsung tersenyum jahat ala pedofilia. Raisa yang akhirnya menyadari strategi Luke mencoba bertahan kembali, tapi apalah daya, ia yang sudah membuka pertahanyannya terlanjur membuat kesalahan besar dan....


“Skak Mat."


Nampak Luke berhasil mengunci pergerakan Raja milik raisa dan pertandinganpun berakhir.


“Haduh, aku kalah.” Nampak Raisa masih tersenyum manis ke arah Luke walaupun sudah kalah.


“Hehehe, tadi hampir saja, mungkin jika kamu mau bertahan sedikit lagi maka akulah yang akan kalah saat ini.”


“Ahh, kamu bisa aja.”


“Yaudah makasih ya, permainanya mengasikan sekali.”


Akhirnya Raisa pergi meninggalkan Luke di meja 2.


“Baiklah penonton sekalian, sekarang kita akan memulai babak Final.”


“Silahkan para pemenang naik ke atas panggung.”


Nampak sudah di siapkan sebuah panggung yang menjadi tempat untuk diadakanya Grand Final Festival Olahraga SIS kategori Catur.


“Halo kak Fuka, ketemu lagi di final.”


“Iya, ahhaha kamu lagi kamu lagi.”


“Yaudah, yok mulai.”


Akhirnya Fuka duduk di ikuti oleh Luke.


“Baiklah dengan ini pertandingan Final Catur Festival Olahraga SIS di mulai.

__ADS_1


{Tinggg}


Nampak komentator memukul bel tanda di mulai.


Tapi sesaat sebelum memulai pertandingan suara sitem terdengar di kepala Luke.


[Ting]


[Menerima misi spesial]


[Ting]


[Menerima misi spesial]


“Akhirnya....”


“Inventory” lalu Luke menggeser tabel hologram dan melihat misi apa yang ia dapatkan.


{Menang melawan Fuka dan menjadi juara Catur di Festifal Olahraga}


{Hadiah 30.000CP dan 10GOLD}


{Waktu 10 menit}


“Baiklah Luke waktunya serius, kau pasti bisa.”nampak Luke menatap meja catur dengan sangat tenang dan mendalam.


Lalu Fuka dalam sekejap langsung menyerang Luke dengan agresif. Di sini Luke tetap memakai strategi yang sama saat melwan Jordi. Dia tak melawan serangan dengan serangan.


Luke nampak lebih ke menghindari saling adu makan bidak. Tapi Fuka yang terus menyerang akhirnya memaksa Luke untuk melakukan itu.


“Hem...kalo gini terus bisa abis nih bidak.”


Nampak Luke mulai berfikir tapi Fuka terus menyerang dengan agresif bagaikan seekor naga yang menyerang raksasa besar nan lamban.


“Hem...”


“jika kau memaksa maka aku akan melayani tantanganmu."


Akhirnya Luke menerima tantangan Fuka dan mereka pun saling adu serangan.


“Wow, nampaknya Luke mau tak mau harus ikut dalam permainan Fuka.”


“Ya benar sekali, dia akhirnya juga mulai bermain dengan cepat.”kata komentator.


Lalu pertandingan merekapun sampai ke babak akhir. Lagi lagi di sini bidak Luke dan Fuka sama sama tinggal sedikit.


“Waduh gawat nih bisa remis atau gak Stalemate."{posisi di mana raja tidak bisa di skak, tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak memiliki gerakan lain selain raja atau gampangnya maju kena mundur kena.}


Melihat waktu misi sistem yang terus berjalan Luke mau tak mau harus memutar otaknya. Luke akhirnya memakai rencana orang yang sudah pasrah.


Dia sengaja ngepor dan memaksa Fuka untuk menyudutkanya sehingga dia bisa berada dalam posisi Stalemate.


Fuka yang menyadari Luke melakukan hal bodoh itu menatap ke arahnya. Dan Luke juga melihat dan nampak Fuka menyadari kalau Luke ingin hasil imbang dan memulai babak baru.


Sampai akhirnya hal itu memang terjadi karna sudah di rencanakan oleh Luke.


“Aduh, Stalemate.”

__ADS_1


“Haaa, apa tuh Stalemate?.”


“Yaaa, kata simplenya seri jadi mereka harus mengulang lagi.”kata komentator.


Akhirnya Luke mengulang permainan baru. Di sana Fuka langsung menatap Luke dan berbicara.


“Sekarang serius ya.”


“Oke kak, sekarang aku bener bener serius.”


Ahirnya pertandingan pun berlangsung kembali. Nampak Fuka menyerang dengan cepat dan Luke juga melakukan itu.


Luke yang melihat waktu di berikan Sistem terus berjalan juga menyerang dengan ganas. Saat ini mereka bagaikan dua predator puncak yang saling menerkam satu sama lain.


Dan hanya dalam waktu sekejap posisi mereka kembali ke posisi yang hampir sama pada pertarungan pertama.


“Ayo Luke, berfikir...”


Nampak Luke yang sangat ingin menang itu mencoba membuat suatu keajaiban. Dan benar saja dengan gaya permainan baru yang Luke perlihatkan Fuka sedikit bingung.


Tapi ia juga tidak bodoh, ia tetap tenang dan mendesak Luke. Di sini para penonton hanya bisa diam melihat layar monitor yang di tampilkan, sangking serunya tak ada orang yang berbicara dan semuanya fokus melihat layar monitor.


“Aduh dua menit lagi....Fuka, ayolah makan umpanku.”


Nampak Luke sudah hampir menyerah dan berniat membeli keterampilan Master Catur. Ia sudah tak peduli lagi dengan yang namanya sportifitas. Baginya sekarang menang adalah segalanya.


Tapi saat melihat ke wajah kakak kelasnya Fuka yang sangat menikmati permainan itu, Luke akhirnya mengurungkan niatnya. Melihat seorang gadis yang berjuang dengan keras melawan musuhnya dengan fair dan sportif, Luke akhirnya menatap meja Catur dengan seluruh fokus yang ia miliki.


Ia menatap Raja miliknya di meja Catur seperti ia menatap dirinya sendiri. Sampai akhirnya ia menggerakkan Raja yang seharusnya di lindungi untuk menyerang.


Banyak orang yang mulai bingung dan menyangka Luke sudah pasrah. Tapi sebenarnya tidak seperti itu.


Saat ini seluruh fokus yang di miliki Luke berada di tiap bidak dan kotak di hadapannya. Ia seakan berada di pertarungan sungguhan dan sedang melawan ratu iblis di hadapannya.


Dengan tenang seperti air yang mengalir, Luke mulai menyerang Fuka dari berbagai sudut.


Bahkan sang Raja saat ini sudah berada di barisan paling depan. Fuka yang melihat sisa waktu dan pergerakan aneh Luke tak sengaja membuat kesalahan sedikit.


Lalu Luke yang menyadari itu langsung memanfaatkan semua yang ia miliki dan berhasil membuat Fuka terpojok.


Nampak Fuka tetap tenang sambil melihat ke arah bidak catur di meja.


Tapi Luke sudah melebihi itu, Luke bahkan saat ini sudah menyatu dengan Catur itu sendiri{anjay} dan mencapai tingkatan master tanpa membeli keterampilan yang di jual sistem.


Akhirnya memanfaatkan sedikit kesalahan Fuka, Luke berhasil menyudutkanya dan memenangkan pertarungan.


“Aku menyerah...”


Nampak Fuka menyerah dan seketika itu semua orang yang menyaksikan pertandingan hanya bisa diam mematung.


Fuka sudah dua tahun berturut turut memenangkan juara pertama di Festival Olahraga Catur. Dan saat ini rekornya di patahkan oleh sang bintang yang bersinar terang, ya dia adalah Luke Lawrance.


Halo...Readers, Menurut kalian alur cerita author kecepatan, lambat atau sudah pas, kalo misalnya ada yang pengen ngasih saran komen ya...


Soalnya ini novel bisa di bilang baru 1% dari keseluruhan ide yang ada di imajinasi Author.


Jadi takut gak sempet kelar pas lomba urban seselai, ya walaupun sainganya para penulis bintang cuman kita sebagai manusia kan harus tetap berusaha hehehe...

__ADS_1


__ADS_2