
“Relic of Time?...apa itu?...”
Nampak Luke sedikit bingung dan ketika melihat penjelasan di bawah kotak biru tersebut ia bisa melihat dengan jelas keterangan yang ada.
{Relic of Time - Berisi energi misterius yang dapat memanipulasi waktu}
{Relic of Time adalah benda paling di cari di seluruh jagat raya. Relic ini sudah ada sejak sebelum kehidupan mulai terbentuk dan konon katanya tercipta melalui proses First Big Bang}
{Relic of Time adalah salah satu dari 7 Relic lainnya yang mempunyai kekuatan berbeda}
Ketika melihat penjelasan yang ada, Luke langsung merinding dan berheti berjalan. Nampak ia sedikit tak percaya dengan apa yang baru saja ia dapatkan.
“Sistem, apakah dengan benda ini aku dapat memanipulasi waktu sesuka hatiku?.”
[Ting]
[Benar sekali tuan, dengan Relic of Time tuan dapat memanipulasi waktu sesuka hati tuan]
Mendengar penjelasan yang di berikan sistem sama percis dengan yang ada di keterangan, Luke pun lanjut bertanya.
“Lalu bagaimana caraku menggunakannya?.”
[Ting]
[Tuan hanya perlu memegangnya atau jika tuan mau tuan bisa menggabungkan tubuh tuan dengan Relic tersebut]
“Menggabungkan?...bagaimana caraku menggabungkan tubuhku dengan Relic ini?.”
[Ting]
[Tuan hanya perlu membeli alat yang sudah sistem jual dan dengan alat itu tuan bisa menggabungkannya pada tubuh tuan]
“Di mana aku bisa mendapatkan alat itu?.”
[Ting]
[Silahkan cek toko di bagian teknologi]
Dan ketika melihatnya Luke dapat melihat benda aneh yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Dan dari keterangan yang ada, benda itu dapat menggabungkan segala macam susuatu ke tubuh yang di inginkan.
__ADS_1
Tapi karna harganya yang mahal, Luke pun mengurungkan niatnya.”
“Anjir 10.000.000CP.”
Ketika melihat harga yang tertera, Luke hanya bisa menghela nafas.
“Huh...untuk sekarang aku akan memegangnya saja.”
Akhirnya karna memang sudah sangat penasaran, Luke mengeluarkan Times Relic dari inventory.
Kemudian dengan sekejap benda berbentuk kotak persegi yang memancarkan cahaya warna biru terang dan besarnya hanya sebesar kotak kubus itu berpindah ke tangan kanan Luke.
Ketika mendapatkannya, Luke langsung menyembunyikannya karna memang warnanya yang bersinar terang itu takutnya akan menarik perhatian orang.
Tapi ketika Luke memegang benda kotak itu, secara tiba tiba cahayanya menyebar dengan cepat dan nampak seluruh orang diam seperti patung.
Ya, saat ini seluruh siswa dan siswi yang berjalan meninggalkan gedung olahraga basket terlihat diam tak bergerak. Bahkan tak terdengar suara sedikitpun.
“Astagaaa...apa ini...apa yang sebenarnya terjadi?.”
Nampak Luke sedikit kaget dan panik. Di sana seluruh orang yang ada diam tak bergerak, bahkan waktu di jam tangan Luke juga berhenti.
“Astaga...apa ini kekuatan Times Relic?...{ kita nyebutnya Times Relic aja ya biar simple}...jika benar, maka benda ini benar benar sangat hebat.”
“Sistem, bagaimana caraku menghentikan kekuatan Relic ini?.”
[Ting]
[Harap tuan memegang Relic dan menggunakan pikiran tuan untuk menonaktifkan kekuatannya]
Lalu atas saran sistem, Luke pun melakukannya.
Dalam Pikirannya, ia mencoba untuk menghentikan kekuatan Relic tersebut dan ketika ia melakukannya semua orang yang ada di sana berjalan kembali.
Nampak kali ini semua orang berjalan dengan santai seperti tak terjadi apa apa. Bahkan ketika melihat jam di tangan kanannya juga terlihat jarum jam dapat bergerak normal.
“Woi, ngapain menung aja...”
“Jangan ngalangin jalan woi, rame yang mau keluar ini.”
Nampak beberapa siswa menegur Luke yang diam di jalan keluar. Karna banyaknya orang yang keluar, Luke pun ikut berjalan pergi dari sana.
__ADS_1
Walaupun masih sedikit syok, Luke akhirnya menyimpan kembali Times Relic. Kemudian mulai mengambil napas panjang dan setelah beberapa saat ia pun tenang kembali.
“Huh...nampaknya hadiahku kali ini benar benar hebat.”
“Sistem apakah hanya aku yang memiliki kekuatan ini?.”
[Ting]
[Benar tuan,Time's Relic hanya ada satu dan tuanlah pemilik kekuatan tersebut]
Terlihat Luke tengah berjalan ke arah parkiran karna memang ia ingin segera pulang. Dan juga semua pertandingan sudah habis, lalu memang nampak banyak murid yang mulai meninggalkan sekolah.
Walaupun masih ada yang tetap tinggal karna nanti malam masih ada even kumpul kumpul sambil membakar api unggun. Tapi itu tak wajib dan hanya yang berminat saja yang akan hadir. Sambil berjalan, Luke bertanya lagi pada sistem.
“Lalu, apa saja Relic yang lainnya?.”
[Ting]
[Ada Times Relic, Power Relic, Space Relic, Soul Relic, Reality Relic, Mind Relic dan terakhir Infinity Relic dan seperti yang di jelaskan di awal, setiap Relic memiliki kekuatannya masing masing]
Setelah mendengar penjelasan dari sistem, akhirnya Luke mulai dapat memahami benda apa yang baru saja ia dapatkan.
Nampak ia sangat senang atas hadiah misterius yang di berikan sistem. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Luke berpikir bahwa kekuatan Relic tersebut sangat berbahaya.
Bahkan masih ada 6 lainnya. Menyadari fakta itu Luke hanya bisa mempercayakan nasib ia dan dunia ini kelak kepada sistem. Dan tentu saja ia harus bertambah kuat lagi.
Lalu ketika sampai di parkiran mobil, nampak Luke langsung tancap gas dan pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia langsung mandi dan bersiap siap pergi.
Ya, dia bersiap siap pergi menemui sang kekasih untuk memberikan obat yang memang selama ini sudah dia incar sejak lama.
Sudah sebulan lebih ia farm poin gila gilan. Dan semua kerja kerasnya sekarang terbayar. Nampak senyum bahagia terpancar jelas di wajah Luke yang tengah bersiap memberi sang kekasih kejutan.
“Yu...aku mau keluar malam minggu dulu, kalo Chiko sama Chika mau jalan jalan kamu temenin ya."
“Ohh, ok ok.” Nampak Ayu sedang asik menonton sinetron dan hanya menjawab oke kepada sang majikan. Sebenarnya Luke sedikit kesal karna di cuekin. Tapi balik lagi, karna sang adik sangat dekat dengan Ayu, Luke sama sekali tak mempermasalahan itu. Bahkan ia sudah menganggap Ayu sebagai keluarganya sendiri.
Akhirnya Luke yang sudah tampil rapi dan keren itu pergi ke rumah sakit. Sebelum sampai di sana, ia menyempatkan membeli sebuah bungan mawar berwarna putih.
“Buk yang ini berapa?.”
“Ohh, kalo itu 100.000 aja dek.”
__ADS_1
Setelah membeli bunga kesukaan sang kekasih Luke langsung bergegas menemuinya dan memberikan kejutan spesial.