
Luke yang mulai berpikir langkah selanjutnya terlihat sedikit panik. Tapi balik lagi, walaupun sekarang ia sedikit terdesak. Dalam permainan catur ketenangan adalah segalanya, jadi dia mulai mengambil nafas panjang dan menatap papan catur dengan sangat serius.
Sedangkan di tempat lain nampak Fuka sudah menang dan Raisa pun sama. Bahkan sekarang hanya tersisa Luke dan Jordi dan itu membuat semua penonton berkumpul di sekitar mereka.
Nampak Jordi yang melihat banyaknya penonton sedikit tak nyaman dan melakukan sedikit kesalahan. Ketika melihat itu Luke langsung menekan Jordi tanpa ampun.
“Aduh...salah kan.”
“Woi jangan deket deket napa, panas nih, gak ada udara.” Nampak Jordi akhirnya berteriak mengusir beberapa murid yang mengelilingi mereka.
Sedangkan Luke tetap duduk manis dan semua fokusnya berada di meja catur.
“Yes, dikit lagi.”
“Kayaknya karna gak nyaman, si Jordi jadi gak sengaja salah langkah.”
Nampak Luke juga menyadari jika Jordi tak sengaja melakukan kesalahan karna memang atmosfir di sana meningkat drastis.
Walapun sudah di siapkan layar monitor untuk menonton. Tetap saja ada murid yang ingin melihat secara langsung dari dekat karna tempat untuk menyaksikan melalui layar monitor itu sudah penuh.
“Aduh, mana nih penyelenggaranya, ini pada numpuk di sini...ganggu tau.” Nampak Jordi lagi lagi berteriak.
“Yaelah, sombong amat.”
“Hooh, si Luke aja kalem tuh.”
“Iya kok kamu kayak gak nyaman gitu.”
Akhirnya karna banyaknya orang yang mengerubungin mereka berdua. akhirnya pihak penyelenggara di bantu beberapa anggota OSIS mengusir mereka dan menambah jumlah layar monitor.
Jadi sekarang ada 2 layar monitor dan karna itu para penonton pun sudah mulai pergi dan mengambil posisi menonton masing masing.
“Eeq lah gangu aja.” Nampak Jordi lagi lagi berteriak.
Lalu ketika permainan berlangsung panas kembali nampak Luke mulai tersenyum jahat ala psikopat.
Luke sudah bisa memastikan kemenanganya. Jordipun sama, karna kehilangan ketenanganya sebentar saja, semua rencananya buyar seketika.
Nampak Jordi tetap berusaha melawan, tapi apalah daya karna sudah tak bisa menang lagi dan hanya tinggal menunggu waktu kekalahan Jordipun menyerah.
Dalam sekejap Jordi langsung menyodorkan tanganya ke arah Luke.
“Selamat Luke.”
“Ohh, oke...kamu hebat banget, sumpah kalo gak ada yang ganggu tadi masih bisa menang tuh.”
“Iya, ggp ...kalah ya tetap kalah.”
__ADS_1
Akhirnya setelah bersalaman Jordi pun langsung meninggalkan meja. Nampak banyak murid menyorakinya karna perlakuan kasar ia sebelumnnya.
“Wooo, kalah juga si kutu buku.”
“Hahahaha, di kiranya dia yang paling hebat di sini.”
“Hahaha, rasain tuh siapa suruh marah marah.”
Tapi tiba tiba saja, akhirnya sang komentator pertandingan mulai berbicara.
“Tes tes...”
“Tes 1, 2, 3.”
“Aduh...maaf maaf tadi ada ganguan teknis dikit, jadi ke skip pertandingan awal.”
“Yaudah, kita lanjut ke babak selanjutnnya ya...silahkan para peserta selanjutnya mengambil posisi masing masing."
Akhirnya setelah selesai main, Luke langsung bermain kembali. Nampak kali ini lawanya adalah seorang wanita cantik yaitu sang primadona dari angkatan ke 2 yaitu Raisa.
“Halo, mohon bimbimnganya ya.”
Nampak Raisa tersenyum manis ke arah Luke. Luke yang melihat senyuman manis Raisa juga membalasnya dengan senyuman juga.
“Iya, mohon bimbinganya.”
“Okeee tanpa basa basi lagi silahkan para perserta memulai pertandingan.”
Di sisi lain Fuka nampak sedang melawan anak kelas satu yaitu seorang pria bertubuh kecil. Tapi dari pertandingan sebelumnya nampak pria Bernama Tomi tersebut bisa menang dengan mudah.
Akhirnya Luke memulai pertandingan caturnya melawan Raisa. Saat ini Raisa adalah salah satu murid dengan nilai akademis tertinggi di sekolah mereka dan hanya selisih sedikit dengan sang juara abadi yaitu ketua OSIS SIS.
Nampak Raisa memulai pertandingan dengan kalem dan santai. Sama dengan Raisa, Luke juga mulai dengan santai. Tapi di sisi sebelah nampak sang adik kelas sudah di buat terpojok oleh Fuka.
“Yeap, nampaknya Fuka sudah mulai menyerang, apakah Tomi bisa bertahan?."
“Hemmmm...dengan gaya permainan Fuka yang agresif dan permainan Tomi yang juga agresif nampaknya pertandingan di meja nomor 1 akan segera berakhir.”
Nampak salah seorang komentator lain yang memang mengetahui sedikit tentang Catur mulai berkomentar.
Dan benar saja, berbeda dengan tempo permainan Luke dan Raisa. Tempo permainan Fuka dan Tomi sangat cepat dan saat ini seluruh mata penonton lebih tertuju pada pertarungan Fuka dan Tomi yang sangat cepat dan akurat.
“Wih, hebat juga tuh anak kelas satu.”
“Iya, kalo di lihat lihat sampe tinggal dikit gitu bidak mereka masing masing nampak keadaan masih seimbang.”kata salah satu penonton yang mulai mngoceh satu sama lain.
Dan memang benar, saat ini Tomi bisa mengimbangi permainan Fuka yang agresif dengan gaya bertarungnya yang juga sama. Saat ini mereka berdua bertarung seperti Tomi menggunakan tombak runcing. Sedangkan Fuka mengunakan gada besar.
__ADS_1
Gaya bertarung mereka terus beradu dan saling memakan bidak catur masing masing.
“Wah, gawat nih bisa bisa remis{seri}.”
“Jadi gmana dong, itu bidak mereka juga tinggal dikit.” Kata komentator lainnya.
“Gpp sih, kalo remis tinggal di ulang aja lagi sampe ada yang menang.”
Lalu pertarungan cepat Fuka vs Tomi terus berlanjut dan nampak Tomi yang sudah mulai kehabisan waktu dan langkah mulai sedikit goyah.
Fuka pun sama, dia tak menyangka akan di buat sampai seperti itu oleh adik kelasnya. Tapi tak selang lama bagi Fuka untuk memenangkan pertandingan tersebut. Karna sudah mentok alias memasuki 50 langkah akhirnya Tomi melakukan blunder.
“Aduh,sial...salah.” nampak Tomi yang sudah di pacu oleh waktu melakukan sedikit kesalahan dan menyesalinya.
Tapi Fuka yang menyadari kesalahan tomi langsung mengambil kesempatan itu dan menyerang dengan akurat.
“Skak Mat."nampak dalam tempo yang cepat itu, Fuka langsung mengakhiri pertarungan mereka.
“Haduh, padahal bisa menang tadi...ahhhh bodohnya aku.” Nampak Tomi sangat menyesali kesalahannya.
“Gak usah kecewa gitu, kamu udah hebat kok, sejauh ini kamu termasuk lawan yang kuat di sekolah ini.”
“Hehehe, iya kak, makasih pelajarannya.” Lalu mereka bersalaman dan akhirnya pertandingan di meja 1 di menangkan oleh Fuka.
“Baiklah teman teman, sepertinya gelar murid jenius dari SIS belum bisa di patahkan oleh siapaun sampai hari ini.”
“Iya benar, saat menyadari kesalahan yang di lakukan Tomi, Fuka langsung menyerang dengan cepat dan tanpa ampun.”
“Hem....sepertinya pertandingan di meja 2 sudah mulai memasuki puncaknya...mari kita saksikan sama sama."
Nampak akhirnya pertandingan Luke dan Raisa mulai memasuki mode akhir. Di sini Raisa masih tetap tenang sambil mengsandarkan pipinya di tangan kirinya yang ia sandarkan di meja.
Nampak gaya dan posenya yang imut itu membuat sebagian pria terpesona.
“Lihat tuh bidadari kita, Lucu banget.”
“Cih, kalo ngayal jangan ketinggian, ntar sakit kalo jatoh.”
“Apa sih bambang, emang kenapa kalo aku dukung dia gak suka kamu.”
“Hemmm dasar para cowok letoy, bisa diem gak sih.”
“Iya bener, apas sih cantiknya dia?."
Nampak para gadis mulai mencela gaya Raisa yang sok imut dan sok polos tapi nampak para pria justru membelanya.
“Ehhh muka baskom, kalo sirik jangan terang terangan, muka kayak ember semen aja belagu.”
__ADS_1
“Haaa, apa lu bilang.” Nampak ada sedikit perkelahian di tempat penonton.