Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.48


__ADS_3

Saat dalam perjalanan, nampak matahari sudah mulai terbenam dan malam gelap mulai menyelimuti langit senja di sore hari itu.


Ketika sampai di rumah sakit, Luke langsung pergi ke kamar sang kekasih dan ketika sampai nampak sang pacar tengah tertidur di ruangannya.Luke dengan cepat mengganti bunga yang ada di meja di sebelah kanan Ange dengan Bunga yang baru.


Lalu Luke akhirnya mendekat dan memperhatikan sang kekasih.


Luke melihat wajah Ange dan melihat dari dekat keadaan sang kekasih. Satu minggu yang lalu tubuhnya masih terlihat normal. Tapi kini mulai terlihat garis garis urat dan pembuluh darah mulai membiru di tangan sang kekasih.


Melihat itu Luke hanya bisa menahan rasa sedihnya dan tersenyum tipis. Sudah sebulan ini Luke farming poin gila gilaan. Dan sekarang terlihat jelas di wajahnya senyum kepuasan karna sudah dapat membeli obat untuk sang kekasih.


Sambil duduk luke memegang pipi sang kekasih, tapi tiba tiba saja Ange terbangun.


“Luke...”


Nampak Ange terbangun karna Luke menyentuh pipinya.


“Kapan kamu dateng?.”


“Baru aja sampe, kamu masih ngantuk?.”


“Enggak sih, cuman aku emang di suruh banyak banyak istirahat aja.”


Melihat sang kekasih datang menjenguknya, Ange langsung mengangkat lehernya dan bersandar agak tinggian di bantal.


“Kamu mau ngapain ke sini?... gak malam mingguan?.”


“Ini kan lagi malam mingguan.”


“Yee, mana ada orang ngapel ke rumah sakit, hahahah.”


“hehehe iya juga ya, mungkin cuman aku yang kayak gini.”


Nampak mereka mengobrol sambil tertawa di dalam ruangan tersebut. Lalu luke yang sudah menyiapkan kejutan mulai menjalankan rencananya.


“Ge, kamu kuat jalan kan?.”


“Kalo jalan aku masih kuat sih, cuman gak bisa jauh jauh.”


“Mau gak malam nih kita jalan jalan, aku mau bawa kamu ke suatu tempat.”


“Huh, kamu serius...”


“Iya aku serius.”


“Aku mau aja sih, cuman takut kalo dokter atau papa tau bisa marah nanti.”


Mendengar sang kekasih enggan pergi, Luke meyakinkanya kalau semuanya akan baik baik saja.


“Kamu percaya aku gak?.”


“Percaya apa?.”


“Aku mau nyembuhin kamu?.”


Mendengar ucapan sang kekasih tiba tiba saja air mata Ange menetes. Ia yang tau kalau penyakitnya itu tak dapat di sembuhkan tanpa sadar meneteskan air matanya ketika mendengar ucapan sang kekasih.


“Kamu jangan ngomong gitu.”


“Aku serius...kalo kamu percaya sama aku, yok kita pergi.”


Nampak Luke berdiri dan mengarahkan tanganya ke arah sang pacar. Melihat itu Ange sedikit bingung. Ia tentu saja mempercayai Luke, tapi ia tak memiliki alasan untuk mempercayai kalau Luke bisa menyembuhkannya. Bahkan dokter spesialis saja sudah angkat tangan dengan penyakitnya.

__ADS_1


“Ayok.”


Nampak Luke tetap mengarahkan tanganya ke Ange dan melihat itu, Ange sedikit berpikir. Selama lebih dari 2 bulan mereka berpacaran, tak pernah sekalipun mereka jalan jalan dan berkencan seperti pasangan lain pada umumnya.


Dan melihat keseriusan sang kekasih, Ange akhirnya menggapai uluran tangan yang di berikan oleh Luke. Ia saat ini berpikir tak apa jika dia nantinya mati, asalkan malam ini dia bisa membahagiakan sang kekasih, itu lebih baik dari pada tak melakukan apa apa.


Kemudian Luke dan Ange langsung bergegas pergi dari rumah sakit. Mereka berjalan sambil sembunyi sembunyi.


Di sini Luke juga memberikan jaketnya pada Ange untuk menyamarkan dan menyembunyikan wajahnya. Sampai Akhirnya mereka tiba di parkiran mobil di basement bawah.


“Huh...akhirnya bisa sampe sini.”


“Hahaha, tadi ampir aja ketawan.”


“Ia bener, pake lirik lirik lagi tuh suster hahaha.”


Nampak mereka justru tertawa ketika sampai di dalam mobil.


“Kita mau ke mana?.”


Nampak Ange yang penasaran bertanya pada sang pacar.


“Ikut aja, pokoknya kita malam ini senang senang.”


Kemudian Luke mulai memacu mobilnya. Nampak di malam minggu itu sangat ramai orang di jalanan. Kemudian mereka tiba di sebuah pasar malam yang sangat besar.


“Wah...pasar malam.”


“Hehehe...yok masuk.”


Akhirnya Luke dan Ange memasuki pasar malam yang memang sedang di adakan di sana. Nampak ada banyak tempat menyenangkan yang bisa di kunjungi di sana. Ada bolang baling, kincir angin, komedi putar mobil mobilan dll.


Bahkan ada banyak stand orang berjualan makanan dan minuman di sepanjang jalan tempat itu.


Nampak Ange yang memang belum pernah pergi ke tempat seperti itu sangat menyukainya dan saat melihat ada orang yang menjual gulali{gula kapas} ia melihat ke arah si penjual.


Nampak Ange melihat Gula kapas berwarna pink itu dengan tatapan polosnya yang seperti anak anak dan ia sangat penasaran ingin mencobanya.


Luke yang melihat Ange sangat ingin mencoba gula kapas tersebut pun membelikannya.


“Kamu mau itu?.”


“Heee, gak..aku gak boleh makan makanan yang manis kayak gitu.”


Tapi ange menolak tawaran Luke dan enggan membelinya. Kemudian Luke menarik tangan sang kekasih dan membawanya ke depan bapak penjual gula kapas.


“Pak beli gula kapasnya satu.”


“Oke dek, sabar ya.”


Akhirnya sambil menunggu pesanan mereka, nampak Ange sangat menikmati ketika melihat si bapak membuat jajanan anak anak tersebut.


“Wahhh, jadi dari gula pasir beneran terus bisa jadi kaya kapas gitu...”


“Hahaha, emangnya kamu gak tau?.”


“Enggak, aku dari kecil dah di larang makan yang aneh aneh.”


Lalu pesenan mereka pun akhirnya siap. Nampak gula kapas berwarna pink sudah jadi.


“Berapa pak?.”

__ADS_1


“10.000 aja dek.”


“Nih pak, ambil kembaliannya.”


“Wih, makasih ya dek.”


Akhirnya Luke mulai berjalan kembali dengan Ange. Di sana ange terlihat sangat senang meliat keramaian dan kebahagiaan ada di mana mana.


Bahkan ia saat ini sudah bisa mencicipi Gula kapas yang sejak kecil sangat ingin ia coba.


Nampak di sana mereka banyak mencoba makanan dan minuman yang di jual. Luke membelikan semua yang sang kekasih inginkan sampai sampai kini di kedua tangan Luke penuh dengan makanan.


“Hahahah, kan udah ku bilang gak usah...liat tuh kesusahan kan bawanya.”


“Gpp kok.”


“Sini sebagian biar aku yang bawa.”


“Gak usah...biar aku aja.”


“Hemmm...yaudah kita abisin dulu yok, nanti keburu dingin lagi.”


Akhirnya mereka menghabiskan makanan yang sudah mereka pesan. Ada cumi bakar, jagung bakar, pop corn dll. Nampak Ange sangat menikmati jajanan yang di jual di sana.


“Sebenarnya dah lama aku pengen makan makanan kayak gini, cuman karna takut ngaruh ke penyakitku jadinya aku gak pernah beli.”


Terlihat sang kekasih sedikit curhat tetang hidupnya. Tapi Luke justru menjawabnya dengan kata kata yang sulit untuk di percaya oleh sang kekasih.


“Mulai sekarang kamu bisa bebas makan apa aja yang kamu mau.”


“Pengennya sih gitu, cuman aku gak bisa...ini aja kalo papa tau pasti dia marah.”


“Hemmm, kan udah ku bilang...kalo aku bakalan nyembuhin kamu jadi kamu tenang aja.”


Setelah menghabiskan makanan yang di pesan mereka berduapun lanjut pergi menikmati permainan yang ada di sana.


Nampak mereka main komedi putar, mobil mobilan dan sekarang mereka memasuki tong setan.


Di sini Ange sedikit takut melihat pengendara motor berputar putar dengan kencang di kemiringan 180 derajat.


“Hahahah, gak usah takut.”


“Nih kamu mau ngasih duit gak ke orang itu.”


“Enggak ah,nanti ke tarik.”


“Lah masa takut, tuh lihat anak kecil aja berani.” Nampak Luke menunjuk anak kecil yang terlihat sangat gembira memberikan uang ke pengendara motor yang sedang melaju.


“Nih uangnya, coba lah.”


“Hem...yaudah, cuman pegangin.”


Akhirnya Ange mencoba melawan rasa takutnya dan mengarahkan uang 100.000 ke pengendara motor yang sedang melaju.


Di sini nampak Luke memegang tangan kanan sang kekasih dengan erat.


Dengan cepat sang pengendara menyambar uang yang di arahkan Ange dan ketika melihat itu Ange terlihat sangat senang.


“Hahahah, takut deg degan.”


“Hahaha, sekarang giliranku yang nyawer.”

__ADS_1


Lalu Luke mengeluarkan banyak uang pecahan 100.000 dari dompetnya dan memberikan masing masing pengendara.


__ADS_2