Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.25


__ADS_3

Lalu dalam satu jam Ayu dan Luke berjalan jalan keliling jakarta. Nampak Ayu di sana sangat senang sambil melihat dari kaca mobil.


Tak lupa mereka juga membeli beberapa makanan ringan sambil banyak mengobrol tentang keluarga mereka masing masing. Sampai suara sistem pun berbunyi di kepala Luke.


[Ting]


[Berhasil menyelesaikan misi harian]


“Yaudah yu... yok balek.” Nampak Ayu hanya mengangguk dan mereka berdua kembali ke rumah.


“Mapp ya yu rumahnya kecil jadi kamarnya cuman ada dua.”


“Ehh...gpp kok.”


Lalu Luke kembali masuk ke kamarnya dan nampak ia yang masih sedikit sakit istirahat kembali.


“Huh...sebulan lagi masih lama ya...” nampak Luke mulai memikirkan acara lelang yang di adakan di Amerika dan ia sedang menunggu uang hasil menjual berlian miliknya.


Sampai akhirnya ia memejamkan mata dan tertidur kembali.


Kemudian Luke terbangun karna ada seseorang yang memegang pipinya. Dan orang tersebut adalah sang adik Chika.


“Kakak...kakak masih sakit?.”


“Heh..Chika, dah pulang kamu.”


“Udah kak, terus ini udah malem lah.”


Mendengar perkataan si adik, Luke langsung melihat hp dan nampak kini sudah jam 8 malam.


“Kak..jadi makan di luar?.” Nampak sang adik Chiko masuk dan mengajak Luke makan di luar.


“Iya kak, Chika juga pengen jalan jalan.”


Mendengar permintaan kedua adiknya Luke yang masih bisa merasakan sedikit sakit di tubuhnya pun hanya bisa tersenyum sambil mengiyakan permintaan sang adik.


“Yaudah...kakak mandi dulu, kalian siap siap.”


“Yey...asik jalan jalan pake mobil baru.” Nampak sang adik langsung berlarian.


Malam itu Luke dan kedua adiknya di temanin Ayu pergi makan malam di luar.


“Kalian udah kenal kan sama kak Ayu?.”


“Udah dong.” Nampak kedua adiknya terlihat dekat dengan ayu. Terutama Chika yang selalu nempel padanya.


Sampai akhirnya mobil yang di kendarai mereka berempat tiba di rumah makan Jepang dan nampak sang adik Chiko sangat bersemangat dan berlari masuk terlebih dahulu meninggalkan yang lainnya.


Lalu mereka berempat yang terlihat seperti keluaraga bahagia itu akhirnya menghabiskan waktu makan malamnya di sana.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Luke juga membawa kedua adiknya berkeliling terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah.


“Yu...mulai besok kamu yang ngurusin Chika sama Chiko ya, pokoknya semua kebutuhan mereka kamu yang urus.”


“Terus ini.” Nampak Luke memberikan sebuah amplop kepada Ayu.


“Karna kamu bilang belum punya nomor rekening jadi gaji bulan ini saya bayar cash aja, terus sengaja saya lebihin buat jajan adek saya dan segala kebutuhannya.”


Melihat Luke yang langsung membayarnya Ayu tak seta merta langsung menerima amplop pemberian majikannya itu.


“Tapi Ayu baru kerja sehari, masa langsung di bayar?.”


“Gpp... asalkan adik adikku seneng aku juga ikut seneng, pokoknya dengan uang ini beliin apa yang mereka mau, cuman ingat jangan terlalu di manjain.”


Akhirnya Ayu menerima amplop tersebut dan nampak Luke kembali ke kamarnya sedangkan Ayu kembali ke kamar kedua adiknya itu dan tidur bertiga di kamar mereka.


“Hemm...sebulan ini aku harus makin hemat, sambil nunggu uang penjualan berlian cair aku harus makin rajin menyelesaikan misi.”


Nampak Luke yang melihat saldo di rekeningnya mulai menipis mulai berhemat kembali.


*********************


Sampai sebulan kemudian...


Nampak badan Luke yang kurus pada awalnya sudah makin berisi dan berotot. Itu karna selama sebulan ini dia sering ngegym sambil menyelesaikan misi kekuatan yang di berikan sistem.


Ia juga menyempatkan mengerjakan misi kecerdasan tingkat tinggi yang nampak ada beberapa pertanyaan yang bahkan Luke dengan IQ 190 gagal menjawabnya.


Saat malam hari Luke yang sedang mengerjakan misi kekuatan tingkat tinggi di Gym melihat panggilan telfon dari pak Andre.


“Halo dek Luke apa kabar?.”


“Baik pak Andre...jadi gimana pak?.”


“Kayaknya adek gak sabar lagi dengernya, yaudah bapak langsung bilang aja kalau acara pelelangan berlian adek sukses besar.”


Mendengar ucapan pak Andre, Luke sangat senang.


“Jadi laku berapa pak?.”


“Ada dua yang di beli Sultan Arab seharga 70M. Terus tiga lagi di beli sama pengusaha berlian dari eropa dengan harga 100M terus orang itu juga katanya pengen ketemu sama kamu.


“Ohh...siapa pak?.”


“Leon Cramwel, dia pengusaha dan mempunyai perusahaan di bidang batu mulia terbesar di Afrika."


Mendengar omongan pak Andre, Luke sangat tak sabar untuk bertemu dengan orang tersebut.


“Yaudah kapan kita bisa ketemu, banyak yang bapak pengen omongin secara langsung sama kamu.”

__ADS_1


“Saya lagi di gym pak, bapak di mana?."


“Saya sudah di rumah nih...kamu bisa gak dateng ke sini.?”


Mendnegar permintaan pak Andre, Luke langsung setuju. Ia tak enak kalau harus lebih merepotkan pak Andre yang sudah membantunya menjualkan berlian tersebut.


“Oke pak saya ke rumah bapak sekarang.” Lalu pak Andre pun memberikan alamat rumahnya.


Sampai akhirnya pada pukul 9 malam Luke tiba di rumah pak Andre.


Nampak rumah pak Andre sangat besar dan ada banyak penjaga di sana. Dan ada seseorang yang sudah menunggu Luke di depan pintu masuk rumah.


“Silahkan ikuti saya tuan. "nampak pria paruh baya berpakaian pelayan itu mengajak Luke masuk.


Lalu Luke di anatarkan ke sebuah tempat yang sangat besar dan luas dengan banyak barang barang mewah dan antik di sana. Kemudian dari kejauhan pak Andre yang melihat Luke sudah datang langsung menyambutnya.


“Ehh...dah datang, sini dek Luke...duduk sini.”


Lalu Luke langsung menjabat tangan pak Andre sambil menundukan sedikit kepalanya dan duduk di sana.


“Wih...di tinggal sebulan kamu banyak berubah ya?.” Nampak pak Andre sedikit pangling melhat penampilan Luke yang sekarang.


“Ah... pak Andre bisa aja...”


“Enggak...serius ini, kamu kelihatan makin berisi gitu.”


Nampak mereka mulai bercada tawa di sana dan saat itu luke secara spontan bertanya pada pak Andre tentang rumahnya yang sangat besar itu.


“Pak, rumah bapak gede banget ya.”


“Ahh...adek ini bisa aja, di masa depan nanti bapak yakin adek bisa beli yang lebih besar dari ini.” Nampak setelah basa basi mereka pun mulai mengobrol serius.


“Jadi gini dek, kan tadi bapak dah telpon kalau ada orang yang pengen ketemu sama kamu...itu orang terus aja nelponin bapak pengen cepet cepet ketemu kamu...jadi kapan kamu ada waktu luang biar bapak bisa kasih kejelasan sama dia.”


“Oh...santai aja pak, bilangin ke dia kalau saya bakalan nemuin dia tapi gak sekarang.”


“Ohh..yaudah, terus ini uang kamu bapak besok bisa ngirimnya karna sekarang bank udah tutup.”


“Iya pak gpp...”


Lalu mereka lanjut mengobrol, nampak pak Andre banyak memberi nasehat pada Luke untuk mempergunakan uangnya secara bijak dan pak Andre juga banyak bercerita tentang dia yang dulunya juga orang biasa sampai bisa sekaya seperti sekarang.


Sampai waktu tak terasa sudah pukul 11 malam dan Luke izin pulang.


“Yaudah pak, sudah malam, saya izin pulang dulu.”


“Yaudah kamu hati hati ya...tolong maklumin nasehat bapak kalo sudah sedikit ikut campur urusan kamu, bapak cuman gak mau kamu sampe salah jalan.”


“Iya pak...sekali lagi makasih pak, saya bakalan ingat jasa bapak dan nanti kalau ada kesempatan saya bakalan balas semua kebaikan bapak.”

__ADS_1


Akhirnya luke malam itu pulang mengendarai mobilnya. Ia dalam hati sangat senang karna pak Andre adalah orang baik. Luke sendiri sudah jaga jaga dan menyiapkan rencana kalau misalnya pak Andre berbohong dan menipunya, tapi nampaknya semua kecemasannya itu hilang karna kebaikan pak Andre.


__ADS_2