Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Space Relic


__ADS_3

Sesaat sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, Luke melihat pria yang telah mengalahkannya itu melemparkan sesuatu tepat ke arahnya.


Luke yang menyadari itu melihat ke benda yang di lempar oleh Sitz dan itu ternyata sebutir pil.


“Sistem pil apa itu?.”


[Itu pil SGA-021 Grade SSS dengan kemampuan menyembuhkan luka fatal dan mengembalikan semua energi pemakainya, baik kekuatan dan Force tanpa efek samping apapun]


Luke yang mendengar untuk pertama kalinya ada obat dengan Grade SSS langsung mengambil pil itu dan dengan cepat menelannya.


Sampai tak selang beberapa menit, nampak Luke sudah mulai merasakan efek obat itu dan bisa megembalikan kesadarannya seutuhnya.


“Huh...pil obat yang sangat hebat, aku bahkan langsung baikan dan seluruh kekuatanku langsung pulih.”


Ketika melihat Luke yang sudah baikan, pria yang telah mengalahkannya dengan telak itu langsung mendekatinya dan berkata.


“Tentu saja hebat, pil itu hanya bisa di beli sekali sehari dan akan kadaluarsa di hari itu juga.”


Sambil memberi penjelasan pada Luke. Pria itu menjulurkan tanganya seakan ingin membantu Luke untuk berdiri. Luke yang melihat niat baiknya langsung menggapai tangan tersebut dan berdiri sejajar dengan pria itu.


“Akhirnya aku bertemu dengan pengguna Relic ketiga, salam kenal namaku Sitz Bee Hammer.”


“Salam kenal juga, namaku Luke Lawrance...kalau boleh tau, apa alasan mu tak membunuhku?.”


“Sebelum kita lanjut bicara, ayo pergi ke tempat lain.”


Kemudian Sitz menjulurkan tanganya kembali ke arah Luke. Dan Luke yang melihat itu tanpa ragu langsung menggapai tangan yang di ulurkan oleh Sitz dan dalam sekejap yang tak lebih cepat dari kedipan mata, Luke sudah di bawa ke tempat lain.


“Astaga...apa yang baru saja terjadi...bagaimana caranya kau memindahkan kita ke tempat lain dalam sekejap?.”


“Hahaha...santai saja, ini adalah kemampuan dari Relic ku.”


Ketika mendengar penjelasan Sitz, Luke langsung kembali teringat dengan perkataan awal pria itu kalau ia akhirnya menemukan pengguna Relic lainnya.


“Jadi Relic apa yang sebenarnya kau miliki Sitz?.” Nampak Luke yang penasaran mulai bertanya.

__ADS_1


“Aku adalah pemilik Space Relic, dengan kekuatan Relic ini, aku dapat berpindah tempat kemanapun yang aku inginkan di seluruh galaksi.”


“Woah...hebat...jadi kemampuan Space Relic seperti itu ya?.”


“Benar sekali, dan aku juga bisa memanfaatkanya untuk bertarung, sama halnya dengan Times Relic milikmu.”


“Ahhh..jadi kau sudah tau ya...benar sekali, aku adalah pemilik Times Relic, dengan kemampuan Relic ini aku dapat memanipulasi waktu sesuka hatiku.”


“Tapi kenapa saat aku menggunakan kekuatan Relicku, kau sama sekali tak terpengaruh?.”


“Hahahaha, apa kau belum menyadarinya?...kekuatan Relic tak berlaku untuk pemilik Relic lainnya, jadi percuma saja kau mengaktifkan kekuatan Relicmu jika menghadapi musuh yang memiliki Relic lain."


Ketika mendengar penjelasan yang di berikan oleh Sitz, Luke sedikit terkejut. Jujur ia baru pertama kali tau fakta tersebut.


“Tapi kenapa kau bisa menggunakan kemampuan Space Relic mu dan membawaku berpindah tempat?.”


“Hem...aku kan hanya bilang kekuatan Relicmu tak berlaku untukku bukannya tak berefek, jadi jika kau menggunakan kekuatannya ya bisa saja, tapi tak terlalu efektif melawan pengguna Relic lainnya.”


“Hem....baiklah aku paham, dan aku ingin bertanya alasan apa yang membuatmu tak membunuhku bahkan mau menolongku?.”


“Apa yang ingin kau bicarakan?.”


“Saat ini aku tak bisa mengatakannya, tapi setelah perang Faction ini selesai, aku akan menemuimu langsung di planetmu jadi tunggu saja saat itu tiba.”


Mendengar perkataan Sitz, Luke hanya bisa pasah dan berharap kalau pria kerdil itu tak akan melakukan hal hal gila padanya.


Tubuh Sitz sendiri terlihat seperti tubuh anak SMP yang masih berumur belasan tahun. Tapi bedanya ialah bocah kecil itu sangat kuat, bahkan kekuatannya dan seluruh status miliknya jauh mengungguli Luke.


“Baiklah sampai ketemu lagi dan satu hal lagi yang ingin aku sampaikan padamu.”


“Apa itu?.”Luke bertanya.


“Jangan pernah menggunakan kekuatanmu jika kau belum bisa menanggung konsekuensinya, jika informasi kau adalah pemilik Relic bocor...dengan level dan status milikmu itu para Accretians lainnya akan berlomba lomba untuk membunuhmu dan merebut paksa Relic itu.”


Mendengar perkataan Sitz yang sangat serius itu, Luke hanya bisa menelan ludahnya dan mengangguk.

__ADS_1


“Baiklah aku mengerti, terima kasih sarannya Sitz.”


“Yasudah, saatnya berburu kembali...jika kita bertemu lagi nanti, maka jangan kaget kalau aku membunuhmu ya, karna bagaimanapun perang Faction tak akan berakir sampai seluruh Faction musuh mati.”


“Baiklah...aku mengerti.”


Kemudian dalam satu kedipan mata, Sitz sudah menghilang dari hadapan Luke.


“Hem....dia bilang aku pemilik ketiga yang ia temui, jadi dia sudah bertemu dua lainnya.”


Nampak Luke sedikit berpikir tentang fakta yang baru saja ia ketahui dan fakta tentang tak berpengaruhnya kekuatan Relic miliknya ke pengguna lainnya.


Luke berpikir jika musuhnya ingin mengambil paksa Relic miliknya bisa saja ia akan di bunuh dan pemikiran itu semua saat ini sedang membanjiri pikiran Luke.


Dan untuk alasan apa Sitz tak membunuhnya sekarang. Lalu bagaimana jika dia justru menghianati Luke saat di bumi nanti. Semua pemikiran gila itu saat ini bersarang di kepala Luke.


“Sialan...aku tak tau kalau di jagat raya ini ada banyak orang yang lebih kuat dariku.”


“Jika aku bertemu musuh yang kuat dan jahat, mungkin saja aku dan seluruh penduduk bumi akan jadi korbannya."


Akhirnya di dalam hatinya, Luke bertekat untuk menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik Times Relic dan ingin bertambah lebih kuat lagi. Sambil mempercayai pria bernama Sitz itu bukan orang jahat.


“Aku harus bertambah kuat lagi...hanya itu satu satunya cara agar aku dan seluruh keluargaku di bumi tetap aman.”


Kemudian Luke yang sudah mulai tenang kembali mengikuti Perang Faction, di sana ia terlihat mulai bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya secara hati hati dan membunuh setiap musuh yang ia temui.


Sampai akhirnya di tebel hologram hanya menyisahkan tak lebih dari 100 orang yang tersisa.


“Huh, dengan map yang seluas ini dan sisa 100 orang, maka sudah di pastikan mereka adalah orang orang terkuat dan aku harus lebih berhati hati, meskipun peringkatku saat ini hanya di peringkat 42, tapi itu sudah cukup untukku yang pertama kali mengikuti Perang Faction.”


Setelah mengetahui fakta bahwa musuh musuhnya ternyata sangat kuat lebih dari yang Luke bayangkan. Luke yang awalnya mengincar 10 besar mulai sadar diri dan mengetahui batasan batasan dirinya.


Apa lagi ia sekarang tak dapat menggunakan kekuatan Times Relic sembarangan.


Lalu dari kejauhan terlihat ada ledakan besar dari arah barat. Luke yang melihat itu langsung bergerak ke arah ledakan besar tersebut dan saat ini di hadapannya ada dua orang yang sedang bertarung.

__ADS_1


__ADS_2