Pengusaha Muda Dengan Sistem

Pengusaha Muda Dengan Sistem
Bab.63


__ADS_3

Ketika melihat misi Utama yang baru, Luke langsung memberi perintah pada sistem.


“sistem, buka Blue Print AI di toko.”


Dan atas perintah Luke, sistem langsung mengalihkan tabel hologram ke bagian toko Teknologi. Lalu di sana Luke bisa melihat jelas barang yang ia inginkan.


{Blue Print Artificial Intelligence}


{Berisi cetak biru program dan sistem AI sampai tingkat tertinggi}


{Harga 5.000.000CP}


“Hemmm...sudah ku duga, jadi aku harus membeli cetak biru ini untuk mengembangkan AI sampai ke tingkat tertinggi.”


Akhirnya siang itu, Luke dan teman teman sekolahnya pergi ke lantai 12 dan di sana nampak sudah di sediakan hidangan untuk mereka semua.


Kemudian siang itu Luke menghabiskan waktunya dengan bersenang senang dengan teman temannya. Sampai Leon mendekatinya dan berbisik padanya.


“Luke, hasil penjualan bulan ini mengalami peningkatan lagi, jadi setelah selesai semua sertifikat dan administrasinya, 2 hari lagi hasilnya sudah bisa di cairkan.”


“Oke, semuanya ku percayakan padamu, tolong jangan mengecewakanku.”


Kemudian setelah selesai berpesta di malam hari itu, Luke kembali mengantarkan sang kekasih pulang. Nampak di perjalanan pulangnya ke rumah, Luke menelepon seseorang.


“Halo...”


“Iya...halo kak, masih inget saya kan?.”


“Luke...ada perlu apa nelpon saya?.”


“Gini kak Fuka, saya langsung to the poin aja nih, saya mau bicarain hal penting sama kakak. Kapan kita bisa ketemu?.”


“Saya lagi di amerika, gak tau kapan balik ke sana, emang mau ngomong apa?.”

__ADS_1


“Saya mau ngebahas soal penelitian kakak di bidang AI.”


Ketika mendengar omongan Luke, Fuka langsung terdiam sejenak dan lanjut bicara.


“Kamu mau ngomong aja atau mau gabung ke projec saya?.”


“Saya mau gabung ke projec pengembangan AI kakak, dan saya punya sesuatu yang akan mewujudkan mimpi kakak.”


Luke sendiri selama bergabung dengan OSIS sudah tau kalau Fuka sedang mengembangkan program AI, walaupun itu masih di tahap amatiran, tapi Luke lebih memilih bekerja sama dengannya.


Bisa di bilang dengan cetak biru program AI, Luke dapat menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan besar di bidang teknologi di dunia.


Tapi itu juga memiliki resiko yang besar. Karna Luke sendiri juga paham tentang dana dan kebutuhan lainnya yang tak sedikit itu dan yang terpenting jika pengembangan AI ini bisa terlaksana, Luke ingin negara kelahirannya sendiri yaitu Indonesia yang harus menerima manfaatnya terlebih dahulu.


Ketika mendengar perkataan Luke, Fuka yang memang sedang mengurus perpindahannya di amerika dan pendaftarannya di salah satu Universitas di sana langsung menjawab dengan nada sedikit tinggi.


“Kamu seriuskan?.”


“Saya serius kak, tapi kalo kakak gak mau bekerjasama denganku ya gpp, aku cuman mau nawarin kakak sebagai orang pertama karna kita temen dan aku juga tau kalau kakak juga sedang mengerjakan projec AI jadi aku cuman ingin kita saling bekerja sama.”


Apalagi setelah kejadian di kapal pesiar yang benar benar terjadi sesuai prediksi Luke. Setelah berpikir sesaat, akhirnya Fuka memutuskan untuk kembali ke Indosesia.


Besok harinya Luke kembali bersekolah seperti biasa. Saat ini dia sudah kelas 3 SMA dan atas tawaran dan permintaan beberapa siswa, Luke mendaftarkan dirinya menjadi ketua OSIS dan berhasil memenangkan suara terbanyak.


Sebenarnya Luke enggan menambah banyak pekerjaannya. Tapi karna misi yang terpicu dan memaksanya untuk menjadi ketua, mau tak mau ia tetap harus mengerjakan misi yang di berikan.


Dalam masa kepemimpinan Luke sebagai ketua OSIS baru SIS, nampak banyak kelonggaran ia berikan. Ya, Luke sendiri ingin lingkungan sekolah yang bebas dan santai. Tapi tetap menjaga norma norma yang ada.


Di ruangan Ketua OSIS, nampak Luke dan Ange sedang makan siang bersama.


“Gak terasa ya yang...kita setengah tahun lagi dah lulus SMA.”


“Iya juga sih, beberapa bulan ini emang kayaknya cepet banget waktu berjalan.”

__ADS_1


Sampai akhirnya tiga hari berlalu...


Di sini nampak Luke sedang menunggu Fuka di perusahaan miliknya. Walaupun perusahaan berlian milik Luke tak terlalu ramai pembeli, atau bisa di bilang memang tak ada orang yang datang ke sana karna memang barang yang di jual di sana adalah barang yang hanya bisa di beli oleh beberapa orang saja.


Tapi itu tak mempengaruhi bisnis berlian Luke, karna memang bagian penjualan sudah ia serahkan pada sang ahli batu permata yaitu Leon dan pak Andre. Dan saat ini karyawan di perusahaan miliknya hanya membantu mengerjakan data dan surat surat penting perusahaan dan transaksi berlian.


Jadi Luke saat ini hanya terima bersih sambil duduk manis di meja kerjanya. Nampak akhirnya seorang wanita berbada tinggi memasuki kantor milik Luke.


“Siang mbak, saya mau nyari Luke Lawrance.”


“Ohhh, mbak ini siapa ya?...sudah ada janji belom?.”


“Sudah kok, saya sudah janji siang ini mau ketemu dia.”


Akhirnya admin perusahaan menelepon Ruangan Luke dan mengatakan padanya kalau seorang gadis bernama Fuka sedang mencarinya. Dan atas arahan Luke, admin tersebut pun langsung menunjukkan ruangan Luke di lantai 12.


Terlihat ketika Fuka keluar dari Lift ia melihat Luke sudah menunggunya dan memanggil dirinya.


“Baru sampe?.”


“Iya ...abis dari bandara langsung kesini.”


“yaudah yok masuk kak, kita obrolin di dalem aja.”


Kemudian Luke mulai mengobol dengan Fuka tentang rencana gilanya di bidang Ai. Fuka yang awalnya tak terlalu berharap lebih langsung diam dan tak bisa berkata kata lagi ketika melihat cetak biru program AI yang sudah Luke siapkan.


Di sebuah komputer, saat ini Luke menerangkan dan memberi penjelasan tentang Sistim AI yang akan ia kembangkan dan Luke meminta bantuan Fuka untuk membantu dalam pengembangan program AI miliknya.


Dengan ini Luke dapat membuka Tegnologi baru yang lebih maju dengan sistem AI yang menjadi intinya. Dengan semua ide gila Luke yang terpampang nyata di hadapannya, Fuka akhirnya setuju dan kerjasama, mereka pun terjalin.


Di sini Luke dan Fuka mulai mengenalkan projec mereka ke para donatur dan beberapa orang penting di indonesia. Atas koneksi dan kematangan projec mereka, akhirnya negara dan beberapa donatur mau menyumbangkan sejumlah uang untuk merealisasikan program AI yang akan mereka kerjakan.


Walaupun Luke saat ini sudah kaya raya, tapi tetap saja penghasilan utamanya saat ini adalah dari berlian berlian yang ia jual, jadi untuk menjaga harga pasar tetap stabil dan kondusif, Luke tak bisa serta merta menjual banyak berlian sekaligus karna itu akan merusak harga pasar berlian dunia dan akan merugikan dirinya.

__ADS_1


Karna hal itulah saat ini ia terpaksa meminta bantuan modal ke beberapa donatur dan atas koneksi yang di miliki keluarga Fuka, bahkan negara juga mau membantu mengembangkan program Ai yang sedang Luke garap.


__ADS_2