Perias Jenazah

Perias Jenazah
Kenyataan Pahit


__ADS_3

"Kamu melamun sar?" kata lastri


"Ehh tidak tri.. aku hanya teringat pesan anakku yang ingin ditelpon" ucapku gugup


"Oalah.. yaudah telepon dulu sana, kita bahas ini besok saja. Lagian udah malam juga, aku takut membicarakan orang mati atau hantu. Hiii.. serem" kata lastri menirukan gaya orang menggigil


"Andai kamu bisa lihat apa yang aku lihat tri, kamu pasti memilih untuk memejamkan mata saja" gumamku dalam hati


"Yaudah aku kekamar duluan ya" kataku ke lastri


*****


"Kamu gimana sekolahnya nak?"


"Baik bu, sebentar lagi ujian. Jadi aku dan kakak lagi belajar"


"Ohh ya, belajar yang rajin ya nak. Salam buat paman dan bibi. Besok-besok disambung lagi ya nak. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Lindungilah anak-anakku ya Allah, jaga mereka. Aamiin" kataku sambil mengusap wajah


"Arghhh... arghh hik hik"


tok tok tok


Ada suara yang mengetuk pintu kamarku.


Sarti bukaaa.. buka pintunya


"Mengapa suara lastri terdengar parau. Jangan-jangan ada jin yang memasuki tubuhnya"


Buka...

__ADS_1


Kuambil tasbih dari atas meja dan aku buka pintu kamarku.


Tiba-tiba lastri langsung mencekikku dengan kuat.


"Astaghfirullahalladzim.. sadar lastri sadar"


"eghh" aku berusaha melepaskan tangan lastri dari leherku


Kupegang kedua tangan lastri sambil membaca ayat kursi. Lastri menjerit.


"Arghh.. panas-panas. Hentikan bacaanmu itu bodoh" kata lastri dengan marah


"Aliyyul adzim" kudorong badan lastri hingga jatuh.


Seketika lastri pingsan. Kulihat sekelebat bayangan hitam keluar dari badan lastri.


"Alhamdulillah" kataku pelan


lalu ku bopong lastri kekamarnya dan aku tidurkan diranjangnya. Ku bacakan dia al-fatihah dan ayat pendek. Lalu kutiup dari ubun-ubunnya sampai ke mata kaki.


****


Akupun sampai kewalahan untuk melawan jin yang menyurupi lastri. Rencananya aku ingin memanggil ustadz untuk meruqyah lastri. Aku tahu harusnya aku memanggil pendeta untuk lastri, tapi aku tidak mempunyai kenalan ataupun bisa membawa lastri keluar. Aku takut lastri kesurupan diperjalanan.


Aku kunci lastri dalam kamarnya, aku takut dia menyakiti dirinya sendiri, mengambil pisau dan bunuh diri.


Cepat-cepat aku ke rumah ustadz mamad dan memberitahukan perihal sakit yang diderita lastri.


"Lebih baik sekarang kita kekontrakan sampean saja. Saya khawatir jin itu akan bertindak lebih jauh lagi" kata ustad mamad


Kamipun menuju kontrakan menggunakan taksi.


"Pak tolong dipercepat, teman saya sedang sakit" kataku ke sopir taksi

__ADS_1


"Baik bu"


*****


Ketika aku buka pintu, aku kaget semua barang-barang berceceran dan kudengar ada suara piring pecah.


"Pak ustad sepertinya lastri diruang makan"


"Astaghfirullah" pekikku


Lastri ada diatas meja makan dan makan dengan rakus. Lalu dia menoleh kearah kami.


"Mau apa kalian kesini, aku akan tetap ada ditubuh wanita ini sampai kapanpun. Hahaha "


Lastri tertawa tapi aku ketakutan mendengar suara tertawanya.


"Hei.. Jin laknatullah jangan kau berada ditubuh anak adam. Keluarlah. Apa yang kamu inginkan dari wanita ini" Hardik ustad mamad


"Aku ingin dia mati seperti aku, aku mati karena difitnah adikku sendiri. Aku tidak rela" kata lastri kembali


"Siapa yang dimaksud bu sarti?" tanya ustad mamad


"Saudara kembar bu lastri bunuh diri karena difitnah mencuri, padahal yang mencuri adalah lastri pak ustad" kataku pelan


"Astaghfirullah, sesungguhnya bunuh diri adalah perbuatan tercela dan arwahnya tidak diterima bumi. Tapi aku yakin ini adalah jin bukan arwah adiknya"


"Saya juga sependapat dengan pak ustad"


Lalu pertempuran dimulai, dimana jin melawan doa orang sholeh. Atmosfirnya pun mencekam, aku tidak tahu bagaimana cara mengusir setan versi agama yang dianut lastri. Yang pasti teriakan lastri menggema ke seluruh ruangan bahkan tetangga pun sampai kerumah karena teriakan lastri.


Berulang kali kami membaca doa masing-masing, kulihat lastri melempar tubuh pak ustad dan aku melihat ada dua jin berkepala kerbau dikanan-kiri lastri.


Puncaknya pak ustad membaca surat al-jin dan ditutup dengan ayat kursi. Seketika lastri muntah darah dan jatuh tersungkur. Masih kulihat dengan jelas ketika aku memangku kepala lastri dan badannya setengah menggelepar lastri mengucapkan kalimat terakhir.

__ADS_1


"Ras..ti.. tolong kuburkan aku disamping kuburan kasman.. Min..ta tol..long dengan keluarga ci rika untuk pemakamanku. Tolong riaslah aku un..tukk.. yang ter..akhir kalinya. Aak..ku mohon tetaplah menjadi perias jenazah meski tan..pa aku"


Napas lastri terhenti dan ya dia meninggal. Disaksikan orang-orang bagaimana tragisnya kematian lastri.


__ADS_2