Perias Jenazah

Perias Jenazah
Pintu Ghaib (2)


__ADS_3

Suara gemericik air hujan yang terdengar membuatku ingin terus berada diatas kasur. Malas rasanya untuk bangun. Kalau saja aku tak teringat belum melaksanakan sholat ashar, sudah dipastikan aku masih bermimpi.


Dirumah kontrakkan ini kamarku berada dibagian depan, bagian tengah kamar milik Maya, dan dekat pintu dapur, kamar milik Mita. Sekilas kulihat Maya tengah bermain ponsel.


"Sudah sholat belum, Kak?"


"Sudah dong, Bu."


"Mita sudah sholat belum?"


"Daritadi Maya dikamar bu, enggak tahu Mita sudah sholat apa belum. Sepertinya sih belum bu, tidak ada suara gemericik air keran dari belakang."


Aku pun manggut-manggut dan berjalan ke arah kamar Mita.


"Dek ... sudah sholat apa belum?"


"Ehm ... hoam ... belum bu."


"Bangun sebentar nanti dilanjutkan lagi tidurnya, sholat dulu."


"Iya bu, lima menit lagi ya."


Aku menghela napas dan mengambil air wudhu ke belakang. Sampai aku selesai berwudhu, Mita masih belum terlihat.


"Dek, sholat itu sebentar loh. Ayo, bangun dulu. Kalau kamar belum di sholatin ntar digangguin loh." kataku menakut-nakutin.

__ADS_1


Mendengar ucapanku, cepat-cepat Mita terbangun dan mengambil air wudhu. Aku pun terkekeh melihat Mita lalu menuju kamarku. Ketika aku hendak melangkahkan kaki, ada yang menyenggol tanganku. Seperti orang sedang lari karena terburu-buru. Saat aku menoleh sosok itu menghilang ke arah pojokan dinding penuh lumut berbentuk oval memanjang didalam kamar Mita. Pada awalnya aku sudah curiga dengan kamar ini, mengapa saat aku masuk kedalam kamar rasanya seperti ditempat yang berbeda.


"Lebih baik aku sholat ashar dulu sebelum Mita balik kekamar lagi." batinku


Setelah sholat dan berdzikir aku kembali kekamar Mita. Mita terlihat membaca novel dengan berbaring.


"Dek, tidurannya kok seperti itu? Pamali." kataku menatap Mita. Mita terkejut mendengar ucapanku.


"Pasti mistis lagi deh ibu ini." gerutu Mita memandangku.


"Loh, ibu itu memberi tahu yang baik loh. Bukan mistis. Tidur seperti itu nanti kamu dilangkahi sama setan atau jin. Mau?"


"Ibu mah jangan sering-sering cerita seram kenapa. Kapan Mita mau berani tidur sendiri?" kata mita pelan. Ia menurut mendengar ucapanku dan mengganti posisi tidurnya.


"Nah, kan malah enak posisi tidurnya seperti itu. Jadi lebih kena kipas angin."


"Lumutnya basah ya, Bu." kata Maya yang kini sudah disampingku. Mendengar ucapan Maya, aku dan Mita saling menatap dan tertawa terbahak-bahak. Maya yang kebingungan karena ditertawakan hanya garuk-garuk kepala.


"Kak ... hahaha ... lucu banget sih. Kalau kering tidak mungkin kan bisa ada lumut." kata Mita sambil memegang perutnya.


"Bukan itu loh maksudnya." Maya terlihat bingung berusaha menjelaskan kata-katanya yang disalah artikan.


"Iya-iya, ibu tahu kok maksud kakak." kataku menahan tawa yang masih ingin keluar.


"Kak Maya ini terlalu pintar, Bu. Jadi kosakatanya enggak bisa dimengerti." sahut Mita. Maya hanya memandang sebal adiknya.

__ADS_1


"Bu, rumah ini terlalu banyak lumut. Bagaimana kita cat ulang kembali ?" kata Maya memberi saran.


"Iya, Bu. Apalagi kamarku ini, paling banyak lumutnya." timpal Mita.


"Kalau mau lumutnya hilang kalian harus rajin sholat dan membaca Al-quran, biar rumahnya panas." kataku lagi. Aku lalu meninggalkan anakku yang terlihat kebingungan mencerna ucapanku.


"Dek, kamu ngerti maksud ucapan ibu tadi?" kata Maya


"Kak Maya yang pintar saja bingung apalagi aku, Kak."


----------------------------------------


**Hai, pembaca setia author, maaf baru bisa update lagi. Oh ya, author sekalian jawabin komentar kalian disini ya.


Berapa uang yang didapat dari merias jenazah?


- Ini semacam pekerjaan relawan, jadi tergantung keluarga duka yang memberi. Dikasih lebih bersyukur, dikasih kurang tetap disenyumin.


Kenapa setan atau makhluk ghaib ada yang tidak takut dengan bacaan Al-quran?


- Bukan hanya manusia kan yang mempunyai umur? Begitu pun dengan Jin dsb, semakin panjang umurnya. Maka ia pun semakin kebal dengan bacaan al-quran. Tapi gak semua, karena ada ayat2 khusus untuk mengusir Jin seperti yang dibiasa dipakai oleh peruqyah. Ketakutan yang ada dihati manusia bisa diketahui oleh mereka. Maka janganlah kamu meragukan dengan bacaanmu saat kamu sedang ketakutan sekalipun. Yakinlah Allah akan menolongmu.


Mendengarkan dan menyetel Murottal, apa ditakutin oleh Jin?


- Tentu saja ia tahu itu bukan dari suaramu. Bacalah sedikit lembaran Al-quran agar hatimu merasa tenang dan membentengi kamu serta rumahmu dari gangguan Jin. Sesungguhnya jin tahu saat kita sedang lengah.

__ADS_1


Ambil yang baik dan buang yang buruk ketika membaca novel ya. Bagaimanapun ia hanya skenario manusia tak lebih baik dari Allah**.


__ADS_2