
Akhirnya aku memutuskan untuk tinggal dikosan sampai menunggu maya lulus dari sekolahnya. Untuk itu aku berjanji akan mulai menabung lebih giat lagi. Kemarin aku diantarkan oleh anak-anakku ke kosan baruku. Mereka membantu aku membersihkan kamar ini dan menata barang bawaanku. Bersyukur aku dibantu diana juga dibuatkan brosur kecil mengenai jasaku sebagai perias jenazah yang akan ku bagikan secara keliling. Sebenarnya aku ingin memasang jasaku disurat kabar tetapi harga sewanya cukup mahal.
Pagi ini aku sarapan pagi dengan semur yang aku bawa dari rumah. Beruntung diana meminjamkan aku penanak nasi. Setelah sarapan aku sempatkan untuk sholat dhuha sebelum aku pergi. Meminta petunjuk kepada Allah agar rezeki hari ini segera datang menghampiriku.
Aku memoles sedikit wajahku dengan bedak dan lipstik seadanya. Cukup untuk membuat rona segar diwajahku. Saat bercermin aku melihat lastri berdiri disamping kotak make up yang biasa dulu kami gunakan saat merias jenazah. Tak ada ekspresi wajah yang ia berikan. Sekejap kemudian ia menghilang dengan meninggalkan tanya dibenakku.
Saat aku sedang mengunci pintu kosan, lastri berbisik kepadaku.
"Bawalah kotak make up itu sembari kau membagikan brosur"
__ADS_1
Aku pun mengangguk dan masuk kedalam kamar untuk mengambil kotak itu.
*******
Aku menaiki angkot menuju tpu dimana lastri dimakamkan dulu. Tak lupa aku membeli bunga untuk aku letakkan di nisan lastri. Saat aku berjalan menuju komplek makam lastri, aku merasa ada seseorang yang mengikuti aku. Sesekali aku menoleh untuk memastikan tetapi nihil tak ada siapa-siapa yang berada di pemakaman selain aku.
Aku melihat perempuan sedang sesenggukan di makam lastri. Saat ku dekati sosok itu menghilang. Aku menghela napas dalam-dalam, duduk dan meletakkan bunga yang ku beli tadi dinisan lastri. Tak lupa aku bersihkan rumput-rumput kecil yang tumbuh sekitarnya dan ku lantunkan al-fatihah sebanyak 3 kali untuk lastri.
Aku berjalan keluar dari komplek pemakaman ini. Saat langkahku mendekati pintu gerbang tiba-tiba terdengar suara dentuman keras.
__ADS_1
Cittt Brakkk
Dua mobil kulihat dari jauh adu kambing dari arah yang berlawanan. Aku pun setengah berlari mendekati lokasi tabrakan itu. Kerumunan warga mulai terlihat membantu penumpang keluar dari mobilnya. Dari kecelakaan itu 2 penumpang mobil avanza meninggal ditempat sedangkan pemilik mobil pajero itu hanya mengalami luka ringan. Aku sempat melihat wajah 2 penumpang itu, sepertinya benturan cukup keras mengenai kepala mereka dan nahas setengah badan bawah mereka remuk karena terjepit bagian depan mobil. Mayat mereka hanya diletakkan diaspal dan ditutupi dengan kertas koran. Kejadian itu berlangsung dengan cepat, secepat kedatangan polisi yang langsung memasang garis kuning dilokasi kejadian. Tak lama kemudian mobil ambulans datang untuk membawa jenazah korban kecelakaan itu.
15 menit berlalu aku menyaksikan kejadian tersebut. Saat aku ingin berlalu meninggalkan tempat kejadian tiba-tiba ada yang menyentuh pundakku. Seketika aku menoleh kebelkang dan aku melihat dua arwah korban kecelakaan itu bersimbah darah dengan kondisi paha dan kaki yang sudah begitu penyok menghadap ke depan.
"Tolong jangan pergi ikutlah bersama kami. Kami ingin engkau yang merias jenazah kami"
Aku hanya bisa terdiam dan saat mereka menghilang pikiranku kembali lagi.
__ADS_1
"Dua arwah ingin aku yang meriasnya tetapi bagaimana aku harus menjelaskan dengan pihak kepolisian?" kataku pelan dengan menggaruk kepala