Perias Jenazah

Perias Jenazah
Pergi untuk Kembali? (2)


__ADS_3

Usai kejadian tadi aku lebih memperhatikan kedua cucuku bermain air. Bukan hanya takut cucuku terpeleset tapi adanya keberadaan makhluk lain yang ikut menonton kegiatan bermain kami.


Walaupun siang matahari menyengat tetap tak bisa menembus rindangnya pepohonan disekitar sini. Itulah yang membuat para lelembut keluar dari singgasananya. Apalagi dengan adanya keberadaan manusia yang dapat melihat "mereka".


Disaat kami sedang asyik bermain air, yosi berceloteh kembali.


"Yah.. Disana ada lumah gede anget kayak istana. Tuh diatas sana.. Kita kesana yuk.. Kak alifah ikut juga apa tidak?" kata yosi menunjuk kearah atas sana.


Memang jika dilihat oleh mata orang normal, istana yang dilihat yosi itu tidak ada. Hanya ada rentetan tangga kecil menuju atas tetapi ditutup dibagian seperempat tangga bagian atas. Sebenarnya diatas sana dulu merupakan arena outbound tetapi karena ada salah satu pengunjung yang hampir terjatuh, maka arena itu ditutup.


Aku memang melihat sebuah istana megah diatas sana. Berdiri dengan kokoh dengan penjaga seperti genderuwo. Jumlahnya ada sekitar 7 orang, mereka berdiri sambil memegang tongkat besi ditangan kiri. Dengan rupa mereka yang hitam legam dan tingginya hampir setengah dari ukuran istana yang sangat megah dan tinggi. Tapi mereka tidak menampakkan diri kepada yosi, hanya menunjukkan seberapa besar ukuran istana itu.


"Bu, apa lebih baik kita pulang sekarang? Perasaanku tidak enak, aku takut yosi hilang lagi bu" kata desta menatapku

__ADS_1


Memang benar yosi sempat hilang satu tahun yang lalu tepat di usia yosi yang ke dua tahun. Saat itu dia ditemukan dia bawah pohon tak jauh dari rumahnya karena disembunyikan oleh kuntilanak. Itu karena yosi anak yang istimewa, sejak hamil yosi putriku desta tetap kerja dikebun durian. Maka dari itu yosi disenangi oleh makhluk ghaib terutama kuntilanak yang sangat suka dengan anak kecil.


"Ayo kita bergegas, karena sedari tadi sudah banyak yang mengawasi kita" kataku lagi.


Desta terlihat memberikan yosi untuk digendong oleh suaminya sembari membereskan baju basah dan sandal. Aku pun menghampiri ani dan memberitahu perihal untuk pulang lebih awal.


"Mita.. Maya.. Ayo pulang dipanggilin daritadi kok tidak menyahut" kataku menghampiri


"Yahh bu.. Foto selfi Maya kan baru sedikit. Belum dapat yang instagramable juga" gerutu maya


Aku pun menghela napas dan berkata


"Yaudah ibu tinggal kalian berdua disini"

__ADS_1


"Desta.. Ana.. Maya dan mita ditinggal saja" kataku berjalan menghampiri desta dan ani


Seketika maya dan mita buru-buru mengambil tas dan sandal seraya berkata.


"Tungguin dulu... Jangan ditinggalin" kata maya dan mita bersamaan


Kami pun menuju ruang bilas yang disediakan untuk berganti pakaian. Lalu kami bergegas ke mobil untuk mencari warung makan yang ada musholanya. Karena jam menunjukkan pukul 2 siang.


Diwarung makan


Ani memesan menu ayam dan ikan bakar serta sayur asem. Sembari menunggu pesanan datang kami bergantian melaksanakan sholat dzuhur. Disaat sedang makan mita bertanya kepadaku yang terjadi dilokasi air terjun tadi.


"Tadi yosi bilang ke mbah putli ada istana megah diatas bukit yang ada tangganya ante mita"

__ADS_1


"Tadi juga yosi lihat ada monyet tapi kepalanya manusia ante" kata yosi lagi


Seketika yang sedang makan dimeja makan pada tersedak. Aku mengisyaratkan telunjuk didepan bibir yosi. Sedangkan yosi hanya tertawa menunjukkan gigi depannya yang ompong.


__ADS_2