Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Kehangatan Keluarga


__ADS_3

Gadis Yang bernama Orlin terlahir dari keluarga yang tidak mampu , ekonomi yang pas-pasan, hingga muncul banyak penghinaan dari bayak orang , orang tua yang mempunyai banyak hutang setiap minggu bahkan setiap hari banyak para lentenir menagih kerumah, orlin pada saat itu duduk di bangku sekolah menengah pertama, ya orlin sekarang kelas 9 yang bentar lagi masuk SMa, dengan penghasilan Orang tua hanya sebagai tukang servis elektronik keliling dengan motor bebek nya tapi mampu menyekolahkan anak nya..


Di sore hari tepat Pukul 04.00 pak risman pulang dari keliling nya mencari rizki, dengan raut wajah yang Kusam dan kelelahan.


tok tok tok


"Assalamualaikum" Sambil mengetuk pintu.


"waalaikumsalam, ayah sudah pulang?" Sambutan hangat dari sang ibu Nouren dengan mencium telapak tangan suaminya.


"Iya bu, hari ini ayah cuma dapat satu pelanggan yang memperbaiki mesin cucinya yang rusak" sambil berjalan masuk kerumah


"Ohh, ya sudah gapapa ayah , Alhamdulilah ayah dapat rizki hari ini, ayah mau makan dulu atau mau mandi bersih bersih dulu?" sambil membawa dan meletakkan Tas ransel yang berisi alat alat servis nya


"Ayah mau mandi dulu saja bu, Rasanya badan ayah Lengket semua dan bau Keringat" sambil mencium keringat sendiri dari bajunya sambil tersenyum.


Kehangatan Keluarga Ini sangat harmonis , Meskipun kesulitan ekonomi itu semua tanpa mempengaruhi hubungan Keluarga, anak gadis mereka pun tumbuh dengan paras yang cantik, hati yang lembut dan sangat periang..


Tok tok tok


"Assalamualaikum" orlin datang sore hari dari sekolah , karna habis mengikuti Ektrakulikuler di sekolah nya.


"Waalaikumsalam, Wahh anah Ibu yang cantik sudah pulang" sambil membukakan pintu


"Sore Ibuku yang cantik, iya Aku sudah pulang sangat Lelah sekali hari ini" sambil tersenyum dan mencium tangan sang ibu


"Wahh, anak ibu kelelahan hari ini, ya sudah sana mandi bersih - bersih dulu biar seger lalu kita makan bersama yah" sambil memeluk anak kesayangan nya


"Hmm, ya sudah aku mandi dulu ya bu" sambil berlari menuju kamarnya, setelah membuka pintu lalu ia berbalik badan lagi.


"Hey, ada apa kou nak? cepat sana masuk mandi.


"Hehe, iya bu, Apakah ayah sudah pulang?" sambil cengengesan dengan kepala yang nongol seperti sedang mengintip.


"Kou ini, iya ayah sudah pulang makanya cepet sana mandi kita makan bersama , ayah bentar lagi selesai mandi". sahut sang ibu

__ADS_1


"ok baik lah tunggu aku 15menit" sambil berteriak di dalam kamar


"Orlin baru pulang bu?" sang ayah yang mendengar teriakan orlin dari kamar


"iya ayah, dia habis ikut ektrakulikuler di sekolah nya" sambil menata makanan di meja makan


"Ohh begitu yahh" sambil berjalan dan duduk di meja makan.


15 menit kemudian..!!!


"Hallo Ayah" sambil berlari memeluk sang ayah yang duduk di meja makan


"Hallo sayang, kou sudah selesai mandi?" sambil mencium kening sang anak


"Sudah dong yah, ini cium rambut aku wangi sekali kan" sambil medekatkan rambutnya ke sang ayah.


"iya iya ayah mencium wangi rambut kamu" tersenyum kekeh


"Sudah cepat kita makan pasti sudah pada lapar kan dan maaf ya menu makan sore ini hanya ada kangkung dan tempe saja" dengan raut wajah sedih sambil mengambilkan nasi dan lauk kedalam piring suami dan anaknya.


"Ihh ibu dan ayah ngomong apaan sihh, Ini makanan favorit aku kenapa Harus minta maaf, Alhmdulilah kita masih bisa Makan hari Ini, ayo kita makan" sambil menuangkan air ke gelas Miliknya , Ayah dan Ibunya juga.


"Sudah lah ayah kita makan saja, bener yang di katakan orlin kita sudah bisa makan hari ini saja sudah sangat bersyukur"


"Mksih ya bu, mksih yah Nak"


"Iya Ayah" Sambil tersenyum


Tidak ada percapakan lagi , mereka Makan bersama dengan Sangat Nikmat karna Mereka mensyukuri apa yang telah Allah berikan Untuk keluarga Mereka, keharmonisan keluarga merekalah yang menjadi nikmat meskpun serba kekurangan.


setelah makan Mereka bertiga Ngbrol di ruang tamu sedikit membahas akan kemana nanti Orlin akan lanjut sekolah SMA.


"Orlin, Sayang kemari nak" sambil duduk di sofa


"iya , Ayah, Ada apa ayah memanggilkeun??" sambil duduk di sebelah ayahnya

__ADS_1


"Engga, ayah Cuma mau tanya, nanti Orlin mau Lanjut Sekolah di SMA mana, Negri atau swasta?" sembari mengelus kepala orlin


"Hmm, Apa Orlin kerja aja yah jangan sekolah lagi, kasian ayah dan ibu membiayai aku sekolah". dengan wajah yang mendongkak memohon ke sang ayah.


"kamu ga boleh Ngomong begitu Orlin, sudah kewajiban ayah untuk menyekolahkan kamu sampai kamu lulus Kuliah, Ayah masih bisa mencari uang, tugas kamu hanya belajar yang rajin di sekolah, apa kamu mengerti?" sambil mencubit Hidung Orlin


"Ikh Ayah apa sihh, sakit tau" sambil megang hidung nya yang sedikit sakit sudah di cubit ayah


"haha, kamu itu lucu sekali nak" mencium kening sang anak


"Orlin Sudah sana Kamu tidur besok sekolah, nanti kesiangan" sambil berjalan ke sofa.


"Iya Ibuku yang cantik" sambil berjalam masuk kekamar


"Hmm, Orlin kita sangat menggemaskan" sahur ayah


"iya ayah, anak itu selalu ceria, jadi suasana di rumah ini rame meskpun kita hanya punya satu anak tapi sifat orlin kita seperti kita mempunyai banyak anak slalu Rame" sambil tersenyum


"Bu, gimana Buat besok bayar hutang pasti mereka akam datang lagi kesini untuk menagih nya" risman kembali menampakkan raut sedih


"Tidak usah di pikirin ayah, kita pasti bisa membayarnya" sambil memegang tangan suaminya


"Tapi bu, Liat ini, uang ayah cuma ada 100rb upah tadi dari pelanggan" sambil menyerahkan uang 100rb itu ke Nouren


"Ya sudah ayah, ini Itu sudah Lebih dari Cukup meskpun kita hanya bisa membayar 100rb dulu". sambil nerima uang itu


"Tapi bu, nanti buat bekal nya Orlin ke sekolah dan buat makan kita gimana". menatap sang istri


"Aku masih pegang uang koq yah, ini" sambil menunjukkan uang 20rb ke suaminya.


"maaf kan ayah ya bu , Ayah tidak bisa mencukupi kalian" dengan mata berkaca kaca


"Tidak usah minta maaf ayah, kami Sangat menyayangi ayah dan aku terima seberapa pun rizki yang Allah beri untuk kita aku bersyukur masih bisa untuk kita makan, sudah ayah jangan merasa berslah dan terus meminta maaf kepada kami" memeluk suaminya yang sedang sedih


"Makasih Bu" merekapun saling berepelukan

__ADS_1


ternyata Obrolan mereka di dengar Orlin di Dekat ruang tamu, karena Orlin tadi keluar untuk mengambil minum di dapur untuk d bawa ke kamar nya, tidak sengaja mendengar percapakan orang tua nya, tak terasa air matapun jatuh di pipi Orlin mendengar kesusahan mereka.


__ADS_2