
Titempat lain Orlin dan jasmin seperti biasa Kerja pagi hari dan pulang lebih awal yaitu jam 4 sore, setelah sharian bekerja sebelum pulang ke rumah mereka bermain terlebih dulu di taman, Sambil menikmati jajanan para pedagang kaki empat disana yang tidak kalah enaknya dengan camilan di lestoran, dengan harga yang murah bisa menikmati beberapa makanan disana.
"Alhmdulilah , akhirnya Selsai juga" Jasmin menghampiri orlin dengan mengehela nafas.
"Iya Alhamdulilah sudah slesai, gimana kalo kita main di taman lagian ini masih jam 4 juga kan" ajak orlin
"Ahh ide yang bagus , aku setuju, ayo kita pamit ke bu susi" dengan penuh semangat
"Kalian sudah selesai?" ucap bu susi yang melihat pekerjaan mereka memang sudah selsai dan wktunya pulang jam 4 sore karena mereka kerja dari jam 7.
"aih ibu, iya bu sudah selesai, apa boleh kita pulang sekarang?" tanya jasmin yang menoleh ke belakang melihat bu susi
"Ya baiklah , kalian pulang saja, Jam kerja kalian sudah selesai juga" ucap bu susi.
"Terimkasih ya bu" ucap orlin
"iya , sudah sana" menyuruh mereka segera pulang
"Assalamualaikum" ucap mereka sambil membawa tas yang tadi di ambil di loker belakang.
"waalaikumsalam, hati - hati, awas jangan keluyuran" pesan bu susi.
"hehe, iya bu, kita hanya main di taman dekat rumah aja koq" ucap orlin yang sudah berada di depan sepedanya yang terpalkir tidak jauh dari area warteg.
Orlin dan jasmin mengayunkan sepedanya menuju taman , hanya butuh waktu 20menit dari tempat bu susi menuju taman, kalo dari taman ke rumah nya hanya butuh waktu 10 menit.
"Wah Liat jasmin ada tukang Cilok Goang, ayo cepat aku ingin membelinya" dari kejauhan liat tukang cilok orlin langsung mengayunkan sepedanya tepat di depan tukang nya orlin berhenti.
"Hey tunggu lin, dasar anak itu jeli amat matanya" dengan mengejar orlin ke tukang cilok
"Pak beli 1 bungkus ya pak cilok goang Ceker" memesan cilok goang
"Aku juga 1 bungkus pak tapi cilok goang tulang ya pak" pesan jasmin
"Baik neng, tunggu sebentar" mulai melayani pesanan mereka
"Lin liat itu ada boba, kayanya enak banyak pengunjungnya juga" tunjuk jasmin ke arah minuman yang viral tempo lalu.
"Wahh iya, nanti kita kesana, tapi ada cingcaunya tidak ya, rasanya aku ingin capucino cincau" ucap orlin
"Ntah lah, kita coba liat kesana saja" mengangkat bahunya tanda tidak tau.
"Ini neng" dengan menyodorkan plastik berisi cilok goang.
"Berapa pak" ucap Orlin
"jadi Dua puluh ribu neng, 1 bungkus nya 10 ribu" jelas tukang cilok
"Ohh baik lah, ini pak uang nya" jasmin dan orlin mengeluarkan uang masing masing.
"terimkasih neng" ucap tukang cilok
"iya pak, sama-sama" jawab bersamaan.
__ADS_1
"Ini sepedanya apa di bawa kesana atau disini saja" ucap jasmin.
"tunggu , kita cari tempat palkir, nah tuh disana , kita kesana dulu palkirin sepeda biar aman". ucap orlin menunjukkan palkiran di pinggir taman ada tukang palkir disana.
"Ahh iya, ayo" bergegas memalkirkan sepedanya.
mereka berdua berlari ke tukang Es viral tersebut dengan bahagia karena mereka bisa jajan banyak hari ini dengan harga murah pula.
sampai di tempat es viral ternyata lmya penuh jadi menunggu sekitar 5 menitan untuk memesan nya.
"Ahh ada Juga, Mba pesan cincau rasa Hazelnut ya mba 1" melihat daftar minuman disana ternyata ada cincau.
"Aku boba mba rasa Matcha" memesan boba
"Tunggu sebentar ya" dengan membuatkan pesana orlin dan jasmin
"Ini kak Silahkan, Semuanya Dua puluh Ribu" ucap pelayan boba.
"Wahh terimkasih mba, ini uang nya" Orlin menyodorkan uang duapuluh ribu di balas anggukan oleh pelayan
orlin dan jasmin berlalu dari stand es boba itu.
"ini Lin, uang nya" menyodorkan sepuluh ribu.
"Ok lahh, aku terima nanti kalo aku dan kamu sukses jangan perhitungan yah kita harus saling mentlaktir. haha" Orlin sambil menggandenf tangan jasmin untuk mencari makanan yang lain.
"Setelah ini kita mau beli apa lagi Lin, terlalu banyak jajanan disini" Jasmin sambil melihat sekeliling taman
Brukkk..
"Aww" ucap kaget dari Seseorang yang di tabrak orlin dari arah belakang sehingga punggung orlin membentur dada bidang pria itu
"Uppsst, Sorry" dengan menangkupkan tangan tidak berani menatap wajah yang di tabrak karena orlin yang bersalah dia jalan mundur tidak melihat orang di belakang.
"Kamu punya mata , kenapa kamu jalan seperti orang yang tidak waras" ucap lelaki itu.
"Apa kamu bilang ,aku Kurang waras" ucap orlin menegakkan kepalanya menatap lelaki yang di tabrak nya.
"KAMU" Terkejut bersamaan.
"Kamu itu suka sekali nabrak saya, Ohh apa kamu memang sengaja ingin bersentuhan denganku" ucap deril menatap lekat kepada orlin
iya deril yang di tabrak tadi, jasmin pun tidak tau kalau ada deril yang sedang jalan sambil melihat hp , sebenernya duadua nya bersalah cuma yang pria ini paling merasa benar jadi apapun itu tetap orlin yang salah.
"Hey , jaga ucapan mu, siapa juga yang ingin menyentuhmu, ogah banget" menepis punggung sendiri seolah jijik bersentuhan .
"Lalu apa tadi kamu menabrakku, kenapa juga teman mu tidak memberitahumu kalo di belakang ada aku yang sedang jalan" tidak terima dengan jawab orlin tadi.
"Ya ya kan aku memang sedang berjalan mundur, aku juga tidak tau kalau di belakang ada orang" Berusaha membela
"Dasar Gadis Aneh keras kepala, sudah tau salah masih ngotot" sambil berlalu dari sana.
"kamu juga sih jasmin kenapa ga bilang di belakang ada pria kaku itu" mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Ya sorry. aku juga tidak terlalu fokus tadi kan tanganku di tarik kamu Lin" ucap jasmin.
"Ahh sudah lah, dasar pria aneh , ayo kita duduk di dekat pohon sana aja" ajak orlin menunjukkan ke arah kursi dekat pohon
"Jangan gitu , nanti kamu berjodoh loh" ucap jasmin.
"Aku.!!" menunjuk diri sendiri "Berjodoh dengan dia, Ga mungkin" sambil berjalan menuju kursi dekat pohon.
"Ikhh liat aja nanti". ucap jasmin yang menyusul orlin
"Dasar gadis aneh, kenapa juga aku sering ketemu dia dengan momen menyebalkan seperti ini sih" gerutu deril yang mendekati motornya.
"Aduh ril, kamu mau kemana, kan kita baru sampe masa kamu mau pergi lagi" ucap erul yang datang mendekati deril , tadi erul habis beli air mineral
"Aku mu pulang , ga mood main disini" memakai helm dan menghidupkan motornya.
"Eh tunggu dulu, kamu kenapa sihh" erul berdiri menghalangi motor deril yang mau melaju.
"Sana minggir" mengibaskan tangan nya agar erul minggir.
"dasar aneh, kenapa juga dia kaya gitu? , yah aku jadi sendirian" heran erul yang menatap motor deril sudah jauh dari pandangannya.
"Lin aku mau beli cimol Jeletot dulu yah tuh disana, kamu mau ga?" tanya jasmin
"Ahh boleh juga , aku mau , aku tunggu sini aja yah, kamu yang beliin" mengedipkan matanya.
"Baiklah, aku yang beliin , sini uang nya" mengulurkan tangan nya minta uang
"Ah kamu itu, gratisin napa, cuma sepuluh ribu ini" sambil ngasih uang 10 ribu.
"Nanti kalo aku udah kaya". hahaha berlari ke arah cimol.
"Bang cimol nya 2 pedas ya" pesan jasmin ke tukang cimol yang agak lebih muda dari tukang cilok .
"Bentar, itu bukannya kaerul yah" bergumam sambil melihat ke arah dimana erul sedang berdiri
"ini neng" ucap tukang cimol.
"Ah iya bang, terimakasih" sambil menyerahkan uang nya dan mengambil plastik berisi dua bungkus cimol.
"Kak, Kak erul" panggil jasmin berlari ke arah erul
"Hei iya jasmin" menoleh ke asal suara yang memanggil namanya.
"Kakak, ngapain disini sendiri atau lagi nunggu seseorang?" tanya jasmin.
"Tadi kakak bareng deril, cuma tau tuh anak langsung pergi lagi" jelas erul.
"Wahh ya sudah ayo gabung aja kak aku lagi sama orlin , tuh dia lagi duduk di sana" ajak jasmin.
"Ahh kalian ini seperti ban motor kemana mana berdua" ucap erul sambil mengiyakan ajakan jasmin.
Erul dan jasmin pun berjalan beriringan menuju tempat dimana orlin duduk.
__ADS_1