Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Menyenangkan


__ADS_3

Kurang dari 1 jam nampak orlin sudah menata pesanan dari semua anak panti di meja makan dengan sangat cekatan orlin menyelesaikan semuanya dengan di bantu bibi ani yang bertugas di dapur , dengan segala kebutuhan yang lengkap membuat orlin tidak kebingungan mencari bahan makanan yang di minta anak anak.


"Alhamdulilah, akhirnya selsai juga. hah" setelah selsai menata makanan di meja makan.


"Wahh cepat sekali nona memasak semua menu ini, sungguh luar biasa" ucap kagum bi ani.


"Panggil Orlin saja bi, Aku juga kan di bantu sama bibi tidak sendiri , jadi cepat dong" Tersenyum ke arah bi ani.


"Ahh iya Lin, ya sudah bibi panggil anak panti dulu untuk makan bersama" ucap bi ani langsung berlalu dari sana memanggil anak panti.


"Maaf tuan, makanan sudah siap , tolong anak anak ajak ke tempat makan untuk makan bersama" Ucap bi ani mendekati deril dan erul yang sedang berdongeng.


"ohh, baik lah bi, kami akan segera kesana, terimakasih" ucap erul di balas bi ani dengan membungkukkan badannya.


"Ayo Anak -anak kita makan dulu, Tapi Sebelum menuju meja makan kalian harus cuci tangan terlebih dulu menggunakan sabun dan cuci dengan air yang mengalir" jelas deril


"Baik kak" dengan membentukkan barisan menuju kran air yang ada di area taman, disitu sudah ada Sabun cair yang akan mereka gunakan untuk mencuci tangan.


"Wahh pintar sekali kalian semua" yang membantu mereka untuk mencuci tangannya.


"Jangan berlarian yah harus dengan tertib masuk ke meja makan" ucap erul yang melihat anak anak sudah tidak sabar ingin makan makanan yang orlin buat untuk mereka.


setelah selesai mencuci tangan mereka masuk dengan tertib menuju mekan makan yang sudah siap dan sudah ada ibu panti disana.


"Tolong yah makan dengan tertib , ibu tidak mau ada yang berebut makanan disini karena kalian akan duduk sesuai dengan pesanan kalian, apa kalian mengerti" ucap bu panti


"Mengerti" serempak


Mereka duduk di kursi masing - masing dan bi asih yang menempatkan mereka duduk sesuai dengan makanan yang mereka pesan , karena bi asih yang tau nama nama anak panti tersebut yang tadi sudah di tulis oleh orlin nama dan pesanan mereka.


"Tunggu sebentar, mari kita berdoa terlebih dahulu sebelum kita makan, coba Hana pimpin doanya" ucap bu panti


Mereka berdoa bersama di pimpin oleh salah satu anak panti


"Bissmillahirohmanirohim, Allahumma Bariklana fi'ma Rojaktana Waqina adjabannar"


"Aminnnn" ******

__ADS_1


lalu mereka menikmati makanan itu dengan sangat lahap, membuat kagum orlin , ternyata Sungguh Menyenangkan Bisa membuat anak panti bahagia dengan hal sederhana seperti makan yang orlin buat ini, dengan menatap mereka penuh kekaguman dan bergumam dalam hati "Ternyata membuat mereka bahagia sesederhana ini, aku sangat berterimakasih kak deril sudah membuat mereka bahagia hari ini, aku pun tidak menyangkan dengan begini aku jadi ingin terus dan terus membuat mereka bahagia" menatap mereka semua.


"Kenapa kamu malah menatap mereka semua, apa kamu lupa menyiapkan makanan untuk kami" membuyarkan lamunan orlin


"A-apa?" kaget orlin menatap erul


"Wahh kamu benar benar tuli yah, cepat siapkan makanan untuk kami" ucap deril


"Apa kamu bilang? Aku tuli, dasar Sangat menyebalkan" gumam orlin yang masih di dengar deril.


"heh, Aku mendengar nya" menyentil jidat orlin


"Aww, sakit tau" mengerucutkan bibirnya dan berlalu dari sana mengambil makanan untuk mereka makan.


"Santai dong bro, dia itu wanita , bersikap lembutlah dengan nya" menepuk pelan pundak deril


"Cihh, Bersikap lembut dengan nya , Sorry" dengan berjalan menuju kursi dan meja yang kosong disana.


"Liat saja nanti kamu bakal jatuh cinta dengan nya" Bergumam dan tersenyum melihat kepergian deril


"Siapa yang jatuh cinta kak" ternyata orlin datang dari arah dapur mendengarkan ucapan erul


"Sudah ayo makan kak, ini aku buatkan Kepiting saus tiram pedas dan Udang asam manis" berjalan ke meja dimana deril duduk lebih dulu disana


Tidak ada Pembicaraan selagi makan hanya ada Keributan kehebohan dari anak anak panti yang membuat mereka tersenyum melihat anak panti yang sangat senang hari ini mendapatkan makanan yang mereka inginkan.


Makan Siangpun sudah selesai , mereka semua sudah mencuci tangan nya dan menaruhkan piring nya ke dapur , mereka sangat disiplin meskipun usia mereka masih di bawah 10 tahun tapi mereka sangat mandiri , usia 5 tahun saja sudah bisa mencuci piring . sungguh luar biasa bukan.


"Ok anak - anak, sekarang kakak akan pamit pulang dulu, cukup sampai disini kita bermain main dan makan enak hari ini, nanti kami akan kembali kesini lagi" ucap erul menutup perjumpaan mereka di balas dengan muka cemberut dari mereka karena mereka masih ingin bermain.


"Jangan cembut dong, kalian harus istirahat dulu , bobo siang yah" ucap orlin dengan ekpresi gemas melihat mereka.


"Iya kalian harus istirahat dulu, nanti kami akan kesini lagi main bersama kalian". ucap deril


"Kapan kak? kapan kakak kesini lagi" ucap anak panti menatap deril orlin dan erul.


"Hmm, nanti deh pokonya Suprise" jelas deril

__ADS_1


"Apa suprise?" tanya anak panti


"Ahh itu pkonya Kejutan" menangkup gemas anak panti


"Kalian semua jangan nakal yah harus saling menyayangi jangan buat ibu panti kelelahan, kasian ibu panti sudah merawat kalian jadi kalian harus nurut . ok" Orlin membentukkan tangan nya OK


"Ok kak" ucap serempak


"Ya sudah Kalian masuk kamar dan tidur, dadah. Assalamualaikum" mereka bertiga melambaykan tangan ke anak panti setelah mereka berjabatan tangan dengan anak panti.


"Terimakasih ya kak sudah mau ajak orlin ke panti ini lagi , sungguh orlin tidak tau kalo tujuan kakak kesini untuk membahagikan mereka" ucap terimaksih orlin kepada deril


"Sudah cepat naik, kamu mau pulang tidak" menyuruh orlin cepat naik bukannya membalas perkataan orlin sungguh sangat menyebalkan bukan.


"Ihh dasar cowok aneh, bisa ga sih lembut dikit gitu" gerutu orlin dengan naik ke motor sport nya deril


mereka bertigapun berlalu dari panti asuhan dan orlin di antar deril ke bengkel yang tadi menitipkan sepedanya, dengan tanpa banyak bicara akhirnya mereka sampai di bengkel tersebut, orlin pun turun dari motor nya menanyakn sepedanya itu apakah sudah selesai di perbaiki apa belum.


"Permisi pak, gimana sepeda saya , apa sudah selsai?" tanya orlin kepada tukang bengkel.


"Sudah nak, itu sepedanya" tunjuk tukang bengkel ke arah sepeda orlin yang terparkir di area bengkel tersebut.


"Ahh iya, terimakasih banyak kak untuk hari ini , sepda orlin sudah selesai di perbaiki" ucap orlin kepada deril


"Baguslah, ya sudah cepat pulang sebelum matahari terbenam" ucap deril yang langsung menancapkan gasnya.


"Busyettt Dingin amat tuh orang, lembut dikit gitu apa susahnya , menyebalkan memang" gerutu orlin


"Maafin teman saya Lin, dia memang begitu, Ayo cepat kakak antar kamu pulang" Ajak erul


"Aduhh, terimakasih banyak kak erul tapi sepedaku sudah selsai aku bisa pulang sendiri , kakak pulang duluan aja" tolak halus orlin


"Hmm, ya sudah kalo gitu kakak duluan yah" di balas anggukan orlin dan erul langsung menamcapkan gas nya berlalu darisana


"Berapa semua nya pak?" tanya orlin ke tukang bengkel


"50rb saja nak, silahkan ini sepedanya sudah saya ganti ban nya" jelas tukang bengkel.

__ADS_1


"ini pak, terimakasih banyak ya pak" tersenyum mengagukkan kepala dan mulai mengayunkan sepedanya.


setelah sampai di rumah orlin bergegas masuk ke kamar membersihkan diri nya, dan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk dengan sangat bahagia apa yang sudah di lakukan nya hari ini meskipun sedikit menguras tenaga tapi sangat menyenangkan.


__ADS_2