
Sepulang nya jasmin, Orlin langsung mengajak ibu sari untuk ikut di bonceng Orlin, belajaan yang satu keranjang di simpan di depan sepeda di keranjang sepeda, lalu yang satu nya lagi di pegang ibu sari di atas paha nya da tangan nya berpegangan ke pinggang Orlin, tak Lupa juga selama perjalanan mereka berbincang bincang sampai tak terasa sampai di sebuah warung makan yang sederhana tapi lmyan ramai pembeli karena dekat sama pembangunan proyek.
"Nak Orlin , Apa ga berat bonceng ibu yang badan nya sperti Torn" sambil melihat kedepan dan tetap berpegangan
"Hahaha, Meskipun badan Ibu segede Torn dan Badan aku segede jeligen minyak tapi aku bisa koq dan aku kuat mengoes sepeda ini, karena si cantik ini sudah aku latih mengayun dari aku menginjak Sekolah Dasar bahkan kakiku belum bisa menyntuh tanah menggunakan sepeda ini" cerita Orlin sambil menepuk setir Si cantik
"Wahhh jadi ini sepeda Sudah lama juga yah mengikuti tuan nya, sepertinya sepeda ini akan jadi antik di kemudian hari" terkagum kagum dengan cerita Orlin
"Nah itu bu, Akan aku musiumkan sepeda ini jika memang sepeda ini sudah waktunya untuk istirahat" jawab Orlin
"Hahaha, ada ada aja kamu nak"
"Koq kita malah bahas sepeda sih, ngomong-ngmong rumah ibu dimana? perasaan dari tadi aku lurus saja mengikuti jalan ini" tanya Orlin sambil mengayun pelan takut sudah kelewat
"Iya memang rumah ibu masih lumayan jauh Nak, kita lurus aja, nanti di depan ada pertigaan belok ke kiri lurus nanti mentok disana" jawab ibu sari menunjukkan jalan untuk orlin
"Ohh, baik lahh aku percepat mengayunnya biar cepat sampai yah bu" sahut Orlin
"Terserah kamu aja nak, lagian ibu tinggal duduk aja. Haha, Oh yah nak kamu masih Smp? skolah dimana?" tanya bu sari
"Aku Sekolah di pelita bu, iya aku masih smp, tapi sudah mau lulus karena minggu depan aku akan Ujian , doain ya bu biar aku Cepat lulus" menjawab dan meminta doa pada bu sari
"Ohh, gitu, iya ibu do'ain supaya kamu bisa lulus dengan nilai memuaskan , karena kamu orang yang baik dan Tulus nak, nanti setelah lulus mau lanjut SMA dimana? tanya bu sari lagi
"Hmm, sebenernya aku Masih bingung bu, karena orang tua ku kekurangan Biaya tapi mereka memaksa untuk aku lanjut sekolah, aku hanya kasian pada mereka jika aku lanjut sekolah karena akan mengeluarkan banyak biaya" jawab Orlin sedikit sedih
"Hmm, Kamu ga boleh putus asa nak, karena orang tuamu itu sudah benar ingin melihat mu lanjut sekolah agar kamu bisa bekerja dengan layak dan bisa membantu orang tuamu" sahut bu sari
"Iya sih bu, ya sudah lah mungkin nanti aku sekolah sambil mencari kerja saja biar aku bisa membantu mereka meskipun tidak seberapa" jawab orlin
__ADS_1
"Stop nak itu di depan sana" Tiba tiba meminta berhenti di sebuah warteg
Ckitttt...
"Apa bu, disini? apa ibu bosan dengan ceritaku ? maff ya bu aku ga maksud untuk bercerita kepada ibu seperti ini". lirih Orlin sambil melihat ke arah ibu sari
"Ihhh, ibu bukan nya bosan tapi ibu sudah sampai nak" jawab ibu sari sambil turun di depan warteg itu
"Sudah sampai, mana Rumah ibu?" bingung Orlin karena disana tidak ada rumah selain warteg tersebut hanya ada para pekerja proyek pembangunan rumah.
"Ini Warteg ibu Nak, sekaligus Rumah ibu" dengan mengambil belanjaan sayurnya
"Ohh gitu bu, sini biar aku bantu bawa masuk kedalam bu" langsung memalkirkan sepedanya dan membantu ibu itu
"Tidak perlu , kamu duduk saja disana" menu jukkan tempat duduk kosong. "nanti ibu ambilkan makan Untukmu, pasakan ibu disini lmyan juga ga kalah koq sama lestoran mahal" pekik ibu sari
"Cepat duduk dulu Ibu ga nerima penolakan mu itu nak, anggap saja ini balas budi atas kebaikanmu tadi menelong ibu" ajak ibu sari
"Hmm, baiklah aku akan makan disini, terimakasih ya bu" sambil berjalan menghampiri tempat kosong tersebut
5 menit kemudian...
"Ini coba makan pasakan Ibu dan beri komentar setelah itu yah?" sambil menyodorkan nasi dan beberapa macam lauknya.
"Wahhh iNi terlihat sangat lezat, tapi banyak amat ini bu, aku ambil kangkung ini saja bu, aku suka banget sama kangkung" sambil ambil kakung di piring
"kamu harus habis semua yang ada di meja makan ini , cepat makan kamu sudah terkuras tenagamu itu mengayunkan sepedah nya sampai disini" sambil tersenyum ke Orlin yang terlihat bingung.
"Tapi aku mana bisa menghabisi semua ini bu, perut ku nanti bisa meledak akibat kekenyangan, kalo ga habis sayang bu nanti mubazir, lebih baik aku ambil beberapa dari menu ini saja" sambil bingung menatap semua lauk yang ada di depan nya itu
__ADS_1
"Nanti kalo kamu tidak habis bungkus saja dan bawa pulang ke rumah biar ga mubazir". jawab bu sari
"hah, bawa pulang , engga bu engga, ini semua kan ibu jual nanti kalo aku bawa semua rugi dong nanti ibu, lagian aku ga bawa uang untuk membayar semuanya ini, sudah sudah aku ga mau , aku ambil kangkung dan tempe saja" sambil ambil tempe yang ada di pring
"Kamu tidak usah khawatir ini semua gratis untukmu dan ibu juga ga akan rugi toh masih banyak di piring sana" menunjukkan ke arah piring lauk yang ada di estalase kaca depan itu.
"Tapi bu...
belum sempat di lanjut penolakan dari Orlin sudah di potong sama bu sari.
"Tidak ada tapi-tapian, karena ini semua ibu ikhlas untuk kamu yang sudah menolong ibu dan kamu tadi bilang lagi butuh pekerjaan , kalo kamu mau kamu bisa bantu ibu disini untuk melayani pembeli, itupun kalo kamu mau, karena gaji disini ibu juga tidak bisa memastikan berapa tapi karena penghasilan warteg ini tidak menentu" menawarkan pekerjaan kepada Orlin
"S-saya tidak Salah denger kan bu?" dengan mata berkaca-kaca
"Kamu tidak salah dengar nak, Ibu serius dengan ucapan ibu, apa kamu mau?" jawab bu sari
"M-mau bu mau , aku mau berkerja disini, terima kasih banyak bu" sambil memcium tangan bu sari
"Tidak perlu berterimakasih nak dan kamu nanti datang kesini sepulang sekolah jadi kamu tidak boleh berhenti sekolah, ibu tidak mau kamu putus sekolah karena ingin bekerja membantu kedua orang tuamu.. mengertii..!! sambil mengusap rambut orlin
"Mengerti bu, terimakasih atas kebaikan ibu ini Orlin tidak akan pernah Lupa dan orlin akan bekerja dengan giat sepulang sekolah nanti" sambil memeluk bu sari
"Iya, sudah sana habiskan makan mu, dan nanti bungkus jika lauk nya tidak habis" sambil membalasan pelukan Orlin
"Iya bu terimakasih, jadi aku besok bisa langsung bekerja tidak bu??" tanya Orlin
"Tidak ..!!! kamu akan bekerja nanti setelah selesai Ujian akhirmu di sekolah, jadi tugasmu sekarang dan kedepannya fokus belajar terlebih dahulu" sambil berlalu pergi untuk melayani pembeli.
"Baik lahh bu , terimakasih" sambil berdiri dan berteriak kepada bu sari. dan di balas senyum oleh bu sari..
__ADS_1