Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Delivery


__ADS_3

Tidak terasa 2 hari berlalu ujian pun telah selesai, tinggal memunggu hasil satu minggu yang akan datang, Seluruh siswa Merasa lega karena ujian akhir semester ini sudah berakhir meskipun belum tau dengan nilai yang akan mereka hasilkan dari semua pertanyaan yang ada di ujian kemarin.


Ada juga para siswa mulai mempersiapkan untuk melanjutkan sekolahnya, ada juga yang akan bekerja terlebih dulu.


"Alhmdulilah Akhirnya Selesai juga Ujian akhir ini, jadi aku bisa tidur Nyenyak nanti malam" ucap erul bersyukur karena ujian telah slesai.


"Iya, Alhamdulilah, Emang kamu selama ujian tidak pernah tidur" tanya deril


"ya tidur , tapi tidak nyenyak karena memikirkan apakah yang aku pelajari akan keluar di ujian itu atau malah sebalik nya tidak sama sekali, nah itu yang aku pikirkan" ucap erul


"Makanya belajar tuh jangan pas Hari Ujian aja, Sebelumnya kamu harus belajar membaca dan mengingat agar apa yang sudah di pelajari bisa kamu ingat pas nanti ujian" jelas deril mengingatkan erul jika belajar itu tidak hanya pas mau ujian saja tapi sebelum sudah memperlajarinya.


"Ahh kou ini, aku bukan kutu buku seperti mu" ucap erul


"Emang nya aku kutu buku seperti apa yang kamu bilang?" tanya deril


"Hmm, ga tau sih, kalo kuti buku kamu akan menghabiskan waktu di perpustakaan, tapi kamu tidak" dengan mengetuk-ngetuk telujuk nya di dagu.


"Nah tuh kamu tau, aku bukan pecinta perpustakan, tapi otak aku itu tidak seperti mu yang lemot" ejek deril


"Apa kau bilang aku lemot, cih menyebalkan" memalingkan wajahnya.


"Kalo kamu tidak lemot pasti apa yang di terangkan guru saat belajar akan di ingat dalam otakmu, lah ini kamu pas Ujian Belajar kebut Semalam. Haha". ejek deril dengan tertawa di depannya membuat erul kesal .


"Sudah lah bicara dengan mu bikin aku kesal aja" berlalu pergi meninggalkan deril yang masih duduk di depan kelasnya.


"Hah, aku rasa hari ini akan pulang ke apartemen saja, rasanya ingin istirahat dengan nyaman" sambil berdiri berlalu meningglkan sekolah nya untuk pulang ke apartmen.


Matahari sudah meninggi , cuacapun sangat panas, orlin seperti biasa masih bekerja di tempat bu susi, karena nanti hari senin orlin mulai masuk sekolah seperti biasa lagi jadi kerja nya pun akan seperti biasa lagi masuk siang pulang malam.


"Hufftt.. panas bnget hari ini" ucap orlin yang duduk di bangku , pembelipun tidak terlalu ramai jadi agak santai.


"iya panas bnget hari ini" jasmin pun ikut duduk di samping orlin


"Lin , Bisa ibu minta Tolong, Ini kamu antar pesanan ini ke apartemen yang ada di pusat kota yang tidak jauh dari sekolahmu itu" jelas bu susi sambil memberikan bingkisan pesanan dari sebuah pemilik apartemen itu.


"Ahhh yang gedung nya tinggi itu bu" ucap orlin


"Iya Lin, kamu langsung aja naik ke lantai 15 disitulah letak kamarnya" ucap bu susi


"Ah baiklah bu, akan orlin antar kesana" menerima bingkisan yang akan di antarnya.


"Kamu pakai motor aja ,biar cepat lin, ini kuncinya" menyerahkan kunci motor metik ke orlin


"iya bu, orlin pamit dulu yah, jasmin aku antar ini dulu sebentar" ucap orlin

__ADS_1


"iya lin ,kamu hati-hati bawa motornya"


"Ok"


Tidak butuh waktu lama hanya lima belas menit sudah sampai di apartmen yang menjulang tinggi, orlin pun mulai memalkirkan mobilnya dan masuk ke loby lalu menekan lift menuju lantai 15 dimana tempat tinggal seseorang yang memesan makanan ini.


"Wahh ini bagus bnget yah" takjub melihat dengan jelas gedung itu


"Ahh itu lift nya aku langsung naik aja kali yah ke lantai 15, ah aku lupa siapa nama penerimanya, aduh gimana sih ga tanya tadi" menggerutu sambil masuk ke lift dan menekan angka 15.


Ting.. lift pun terbuka


orlin keluar dari lift tersebut.


"lah ini aku masuk ke kamar nomber berapa yah" bingung cari kamar yang memesan tadi "sudah mh aku lupa tadi tidak nanya kamar berapa, dasar bodoh". merutuku kebodohannya dengan masih berdiri di depan lift karena bingung


selang berapa menit ada seorang wanita paruh baya keluar dari lift yang masih terlihat cantik, umurnya tidak jauh beda dengan ibunya orlin.


"Maaf apa kamu yang mengantar pesanan dari warung nasi bu susi?" tanya nyonya itu.


"Ahh iya Nyonya, maaf aku bingung mengantar ke kamar mana, tadi aku lupa tanya dan bu susi hanya bilang di antar ke lantai 15 saja tanpa memberitahu kamar berapa". jelas orlin yang memang kebingungan.


"Itu saya yang pesan, Kamu antar ke kamar 207 itu, yang paling ujung sana, saya akan ke toilet dulu" ucap nyonya itu.


"Baik nyonya" menundukkan kepalanya.


Tok.


tok.


tok.


"Permisi" ucap orlin


"Iya , siapa?" tanya orang yang berada di dalam kamarnya, karena merasa tidak punya janji dengan siapapun


"Ganggu aja , siapa sih" bangun dari tempat tidur dengan muka bantal membuka pintu apartmennya.


"KAMU" Ucap bersamaan.


"ngapain kamu ke apartmenku?" tanya deril


"A..aku hanya mengantar pesanan saja, ini pesanan nya" ucap orlin menyodorkan bingkisan


"Tidak aku tidak merasa pesan apapun" menolaknya karena memang tidak merasa pesan

__ADS_1


"Ohh iya, tadi aku ketemu orang di lift sana katanya suruh antar kesini" . ucap orlin


"Tapi aku tidak pesan ,kamu ganggu waktuku saja" hendak menutup pintu tapi sang mamah melarangnya.


"Tunggu..!! itu mamah yang pesan , maaf yah nak, memang anak saya tidak pesan itu tapi saya yang pesan.


Flashback


"Hallo, dengan warung nasi bu susi" ucap di telpon


"Iya hallo, saya mau pesan 1 kotak nasi dengan Udang asam manis jangan lupa taburi bawang goreng di atasnya" pesan si penelpon.


"Baik Nyonya akan kami siapkan, untuk kirim ke alamat mana nanti pesanannya dan dengan Nyonya siapa" tanya bu susi.


"Kirim ke lantai 20 kamad 207 nanti ada Deril anak saya disana" ucap Nyonya


"Ohh iya nyonya akan segera kami antar" menutup telpon nya.


"Baik lah, berapa total nya" ucap nyonya


"Seratus dua puluh ribu nyonya" ucap bu susi


Flashback off


"Ngapain mamah pesanan makanan , deril bisa masak sendiri disini" bicara dengan kesal.


"Mamah tidak mau kamu sampe telat makan , kamu sudah selesai ujian pasti kamu akan jarang pulang ke rumah" ucap sang mamah.


"Ini nyonya pesanan nya, maaf saya harus segera kembali" ucap orlin yang sendari tadi masih berdiri membawa bingkisan box makanan yang tadi di pesan nyonya.


"Ah iya maaf jadi lupa, ini uang nya" menyerahkan uang 150ribu.


"ada uang pas ga Nyonya, saya tidak bawa uang kembaliannya" ucap orlin


"Jangan panggil nyonya, panggil tante aja umur kamu tidak jauh beda pasti dengan anak saya, lagian tante ini masih muda" protes nyonya karena dari tadi slalu nyonya yang di pnggil orlin.


"I..iya tan..te.. ini uang pas aja" menyodorkan uang tadi meminta uang pas aja.


"Ambil aja kembalian nya buat kamu" ucap tante itu.


"Tapi tante.. " Ucapann orlin terpotong


"Udah sana kembalian nya buat kamu, jangan menolak rizki meskipun tidak seberapa" ucap tante yang masuk ke kamar deril karena deril sudah masuk lebih dulu.


"Terimakasih tante" tidak ada jawaban karena sudah masuk ke kamar nya.

__ADS_1


"Alhmdulilah, aku bisa nabung hari ini" berucap syukur dengan rizki hari ini.


Orlinpun lanjut pulang ke warung bu susi karena sudah selesai mengantar box makan tadi pesanan tante itu, dengan mengendarai motor tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat kerja kembali karena beda dengan sepeda yang akan memakan waktu yang cukup lama untuk sampai.


__ADS_2