
Pagi yang cerah seperti biasa Ayah risman berkeliling mencari pelanggan yang mau memakai jasanya, pak risman bangun lebih awal setelah subuh ia segera sarapan yang di buatkan sang istri yaitu nasi goreng karena lebih simple , Orlin belum keluar kamar mungkin dia habis subuh tidur lagi.
"Bu ayah berangkat dulu ya, Doain semoga hari ini banyak pelanggannya" ucap sang ayah berdiri dari kursi sehabis makan.
"Iya ayah , ibu slalu mendoakan ayah agar banyak pelanggan yang mau pake jasa ayah, hati - hati di jalan dan hati - hati saat bekerja" ucap ibu nauren sambil mencium tangan suaminya dan berjalan beriringan keluar pintu rumah.
"Iya Bu, Assalamualaikum, jangan Lupa bangunin Orlin bu" ucap ayah risman sambil berjalan menuju sepeda motor yang ada di garasi samping rumah.
"Iya ayah" sambil melihat suaminya pergi
ibu nauren pun masuk kembali kedalam rumah, setelah melihat suaminya sudah pergi dari rumah, melihat jam sudah menunjukkan jam 6 pagi kenapa orlin belum juga keluar tumben biasanya jam stengah 6 sudah keluar dengan seragam nya untuk sarapan.
Ibu nauren memutuskan untuk melihat orlin ke kamarnya untuk memastikan sudah bangun apa belum, apa dia sedang sakit.
tok
tok.
tok..
"Lin, sayang, sudah bangun belum nak? ini udah siang" ucap sang ibu dari luar pintu kamar tapi tidak ada sahutan dari dalam.
Crekk..
"Ternyata tidak di Kunci" ibu nauren membuka kamar orlin yang tidak di kunci.
"Lin sayang, bangun nak ,kenapa masih tidur , ini Sudah siang apa kamu sakit?" mendekati sang anak yang masih tidur pulas di kasurnya.
"Bentar lagi bu, aku tidak sakit" sambil merubah posisi tidurnya.
"Cepat bangun sayang sudah siang" menyibakkan selimunya dan berjalan ke arah Jendela membukakan gorden agar matahari masuk.
"Aduhh bu Silau banget" ucap orlin yang menutup matanya karena matahari pagi ini sangat bagus, jam Enam lewat pun sudah muncul
"Liat lin itu Sudah siang, noh liat jam dingding sudah menunjukkan jam enam lebih sepuluh menit, bentar lagi jasmin pasti datang" ucap ibu nauren.
"What, jam Enam lewat" langsung bangun dan berlari ke kamar mandi membersihkan dirinya karena hari ini sekolah.
"Dasar anak itu, tadi bilang bentar lagi sekarang langsung melesat ke kamar mandi" ucap ibu nauren sambil merapihkan tempat tidur anaknya.
tidak butuh waktu lama orlin pun selesai membersihkan badannya dan sudah rapih dengan seragam nya tinggal memoles sedikit bedak dan lipsgloss agar bibirnya lembab.
"Assalamualaikum Lin" jasmin pun datang melihat pintu sudah terbuka sehingga ia menengok mencari orang di dalam rumah.
"Iya jasmin masuk aja nak, orlin bentar lagi keluar" ucap ibu nauren yang berjalan dari arah meja makan menuju pintu rumah dimana jasmin sedang berdiri disana.
"Bu, apa orlin belum keluar kamar?" sambil mencium tangan ibu nauren.
"Iya , dia kesiangan tadi , kayanya bentar lagi dia keluar, Masuk lah duduk dulu, ayo nanti sarapan bareng" ucap ibu nauren.
"Tidak bu aku sudah sarapan, aku duduk disini saja" ucap jasmin.
"Masuk aja ke kamar orlin biar lebih cepat sedikit dia" ucap ibu nauren mempersilahkan jasmin masuk.
__ADS_1
tapi tidak lama kemudian orlin keluar kamar sudah berpakaian rapih, lalu ia mendekat ke arah jasmin dan ibunya.
"Sorry aku kesiangan hari ini, bu aku bawa bekal saja ya sarpanku" ucap orlin.
"Iya Ibu ambilkan tadi ibu sudah menyiapkannya koq, lagian kamu sih tidur nya malam jadi kesiangan" sambil berlalu mengambilkan bekal makan orlin yang tadi sudah di siapkan karena tau anak nya kesiangan pasti dia tidak sarpan di rumah.
"Makasih bu,orlin berangkat dulu, Assalamualaikum" menerima kotak bekal dan mencium tangan ibunya.
"Kita berangkat dulu bu, Assalamualaikum" ucap jasmin mencium tangan ibu nauren
"Iya sayang, Waalaikumsalam hati-hati kalian jangan ngebut di jalan" ucap ibu nauren di balas anggukan mereka.
di tempat lain pak risman berkeliling dan Alhamdulilah ketemu pelanggan yang baik yang sudah beberpa kali memakai jasanya.
"Pak , bisa minta tolong perbaiki Pompa air di rumah tidak, soal nya air yang keluar kecil" ucap Nyonya yang turun dari mobil melihat tukang langganan nya di pinggir jalan .
"Ah iya Nyonya bisa bisa , sekarang saya akan kesana" langsung menyalakan mesin motornya.
Mereka pun beriringan menuju rumah nyonya, disana seperti biasa di sambut para scurity yang menjaga rumah mewah itu.
"Silahkan pan masuk dan langsung aja ya pak nanti pak yanto yang akan mengantar bapak ke tempat pompa air di belakang". ucap nyonya.
"Baik Nyonya" menganggukkan kepala nya.
"Pak yanto tolong antar pak risman ke belakang , dia akan memperbaiki pompa air disana" ucap nyonya.
"Baik Nyonya, akan saya antar, mari pak" mengajak pak risman untuk mengikutinya.
"Permisi Den" ucap yanto sambil membukkan badannya. begitupun di ikuti oleh pak risman.
tidak ada jawaban hanya anggukan yang di jawab oleh anak muda itu.
"Maaf pak, apa itu anaknya Nyonya" tanya ayah risman
"Iya pak, dia deril Anaknya Nyonya" jawab pak yanto
"Ohh"
"Kenapa pak?" tanya pak yanto.
"tidak , hanya saja aku baru melihatnya" ucap pak risman.
"Memang jarang pulang kalo lagi libur sekolah dia disini kalo sekolah dia tinggal di apartemennya" jelas pak yanto
"Ohh, gitu yah pantesan aja"
"Nah ini pak pompa airnya, bisa di cek langsung, nanti kalo ada apa-apa saya di pos jaga ya pak" ucap pak yanto yang menunjukkan pompa air yang akan di perbaiki.
"Iya pak, terimakasih, saya langsung kerjakan sekarang" dengan meletakkan alat tempurnya memulai pekerjaan nya.
Dua puluh menit kemudia selesai juga memperbaiki pompa airnya dengan sempurna, air yang keluar besar.
"Alhmdulilah selesai juga" sambil membereskan peralatannya.
__ADS_1
"Pak Apakah sudah selesai" ucap nyonya yang mendekat ke arah pak risman.
"Sudah Nyonya, bisa di cek dulu" mempersilahkan nyonyanya untuk mengecek pekerjaan pak risman.
"Waahh sempurna, Makasih ya pak" ucap nyonya.
"Iya Nyonya Sama-Sama" ucap ayah risman yang sudha beres memberskan perlengkapannya.
"Ini pak untuk upahnya dan nanti saya minta nomber bapak agar tidak sulit menghubungi bapak jika ada kerusakan disini" ucap nyonya menyodorkan amplop
"Makasih Nyonya, tapi maaf apa bisa saya saja yang minta nomber nyonya, Saya tidak ada hp tapi ada anak saya, nanti biar hubungi anak saya jika nyonya membutuhkan jasa saya" jelas pak risman
"Ahh baiklah, ini kartu nama saya dan itu ada nomber telponya, nanti suruh anak bapak untuk menghubungi saya" ucap nyonya sambil menyodorkan kartu nama
"Baik Nyonya nanti anak saya yang akan menghubungi nya, kalo begitu saya Permisi" menundukkan hormat kepada nyonya rumah.
"Iya pak sama-sama" ucap nyonya.
pak risman pun keluar dari rumah deril untuk berkeliling lagi mencari pelanggan, tidak terasa haripun sudah sore Alhamdulilah sedikit ramai hari ini yang mau memakai jasa pak risman .
pak risman bergegas pulang hari sudah menunjukkan pukul Empat sore , memutuskan untuk pulang lebih cepat karena sudah sangat lelah hari ini .
Tok.
tok
tok
"Assalamualaikum"
"Waalaikumslaam, ayah sudah pulang" membukakan pintu
"Iya bu sudah Pulang , Alhamdulilah sedikit rame hari ini yang mau pakai jasa ayah" yang masuk mendudukan di sofa
"Alhamdulilah yah, bentar ibu ambilkan teh hangat dulu sebentar" beranjak pergi mengambil teh hangat.
"Ini yah ,minumlah dulu" memberikan gelas berisi teh hangat.
"Makasih bu, apa orlin belum pulang?" menerima dan meminumnya.
"Ayah mandi dulu nanti kita makan, Orlin belum pulang yah, paling nanti jam 5'an dia datang" ucap ibu nauren
"Ahh baiklah ayah mandi dulu". beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar untuk mebersihkan dirinya.
di tempat lain orlin yang sedang bekerja bersama jasmin hari ini akan lembur sampe jam 7 malam, karena tempat ini sangat ramai,
jadi mau tidak mau ya harus siap pulang agak malam.
"Lin , jasmin, kalian lembur hari ini sampe jam 7 malam yah, gimana , apa kalian keberatan?" tanya bu susi
"Tidak koq bu" ucap bersamaan.
"Baiklah , makasih yah lin jasmin" ucap ibu susi di balas anggukan oleh orlin dan jasmin
__ADS_1