
Tak terasa jam sudah Menunjukkan angka 12 siang yang mana Ujian mereka telah selesi dan Semua siswapun bergegas pulang ke rumahnya , mungkin dari mereka ada yang akan segera belajar untuk persiapan ujian besok yaitu mata pelajaran B.Inggris dan IPa atau bakhan ada dari mereka yang akan mengguyur kepalanya karena ketegangan yang tadi saat ujian berlangsung, ntah lah hanya mereka dan Tuhan yang tahu.. hihi 🤣
"Ayo kita pulang" sambil menggandeng tangan Jasmin
"Iya ayo bentar aku belum selesai membereskan alat tempurku Lin" jawab jasmin yang lagi memberkan peralatan ujian
"Alat Tempur, emng kamu kira kita sedang perang apa" sahut Orlin sambil melihat kearah jasmin
"Iya kan memang sedang perang Ujian yang mana menentukan Lulus dan Tidak Lulus" Jawab jasmin yang sudah selsai membereskan nya
"Hmm, lagian nih yah. kita rilek aja jasmin dan yakinkan hatimu kalo kamu sudah menjawab soal itu dengan baik dan sempurna pasti akan menghasilkan nilai yang memuaskan" nyemangatin jasmin
"Iya sihh Lin , ya sudah yu kita pulang aku ingin segera mengguyur otakku agar nanti encer tidak Beku. Hahaha" tertawa terbahak -bahak
Sesampai di rumah Ibu dan ayah Orlin sedang kebingungan karena waktu mereka untuk melunasi hutang itu hanya tinggal menghitung hari , ya tepat 2mnggu lagi mereka harus sudah siap untuk melunasi hutang nya.
"Yah ternyata waktu 1 bulan itu sangatlah cepat ya, kita dapat uang dari mana untuk melunasi semuanya yah?" Tanya nauren
"Kita berdoa saja bu, semoga kita cepat dapat uang sebanyak itu, kita yaqinkan saja pada yang Maha Kuasa bu dan besok pagi ayah akan berkeliling lebih semangat lagi biar banyak pelanggan" Jawab risman yang lngsung duduk di sebelah nauren
"Iya Yah, semoga saja , agar kita bisa tetap di rumah ini" sambil menyender di bahu risman
Tok.. Tok.. tok..
"Assalamualaiku"
yang datang Orlin , membuat orang tua kaget dan langsung merubah wajah mereka agar tak terlihat oleh orlin dan akan terlihat biasa-biasa saja tanpa ada sesuatu.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, sayang kamu sudah pulang?" membuka pint
"Iya bu, Orlin sudah pulang, apa ayah ada bu?" sambil mencium tangan ibunya
"Ayah ada sayang, kenapa cari ayah nak" Risman mendekat ke arah pintu
"Hehe, tidak ayah, aku ada sedikit ingin bercerita kepada ayah dan ibu nanti" sambil mencium tangan risman
"Ohh ya sudah kamu bersih-bersih dulu biar seger dan makan, baru nanti kita akan membahas apa yang ingin kamu bicarakan" sahut Risman
"Ok ayah, Ibu tunggu aku yah" sambil berlari ke kamarnya.
"Anak itu" risman sambil geleng geleng kepala dan di balas senyuman sama bu nauren
setelah 15 menit berlalu orlin selesai bersih-bersih dan juga selesai makan , lalu mereka langsung ke ruang tamu untuk membahas apa yang ingin orlin bicarakan.
"Iya ayah aku ingin bicara serius tapi aku Mohon dengarkan aku sampe selsai bicara" sahut Orlin menatap penuh harap kepada ayah
"Hmm , seSerius apa sih yang ingin kamu bicarakan nak" tanya Nauren yang membawakan teh untuk mereka minum
"Gini loh bu, ayah, kemarin kan orlin bercerita pertemuan orlin dengan bu sari, nah waktu orlin mengantarkan bu sari ke rumahnya dan ternyata bu sari adalah pemilih warteg yang ada di ujung jalan melati sebrang sana, makanya kemarin aku di bawakan banyak makanan meskpun makanan itu hancur tak berbentuk tapi setidaknya aku tidak mengecewakan bu sari untuk menerima lauknya itu". mencoba jelaskan sedikit-sedikit sebelum yang inti di tanyakan
"Lalu bagaimana kelanjutannya" tanya nauren
"Nah pas aku sampai disana dan berbincang dengan bu sari yang kebetulan pemilik warteg itu, ternyata aku di tawarin untuk bekerja disitu, karena aku memang bercerita sejak di jalan tadi bahwa aku sedang ingin mencari kerja paruh waktu dan tidak mengganggu sekolahku, menurut ayah dan Ibu aku boleh tidak bekerja disana? aku harap ayah dan ibu mengijinkan aku bekerja disana" Menatap penuh hara
"Hmm, kamu bereskan sekolahmu dulu nak kamu sedang ujian , ayah tau kamu ingin bekerja karena ingin membantu ayah tapi ayah tidak ingin membebanimu nak, kamu terlalu kecil untuk bekerja sekarang" jawab Risman mencoba menjelaskan
__ADS_1
"Aku tidak merasa terbebani ayah, justru aku senang karena aku dapat perkerjaan yang tidak harus aku cari dan tidak juga menganggu sekolahku karena bu sari tau aku masih Anak SmP dan sedang menjalani Ujian akhir, maka dari itu bu sari menyarakan aku untuk bekerja setelah aku lulus sekolah nanti lebih tepat mya setelah aku liburan" Terus meyakinkan orng tuanya.
"Hmm tapi kamu tetap akan melanjutkan sekolahmu kan nak?" tanya risman
"Aku akan melanjutkan sekolahki ayah dan bu sari juga tidak keberatan untuk aku datang di siang hari" jawab Orlin
"Apa nanti tidak menganggu sekolahmu nak, waktumu akan bnyak tebagi?" tanya nauren
"Aku janji akan mengimbangi semuanya bu dan akan aku atur ko, karena aku juga ingin jadi anak sukses ayah aku Akan ikut program beasiswa nanti pas SmA biar aku bisa kuliah dan bisa mengangkat derajat ayah dan ibu biar tidak lagi ada penghinaan yang kita dapat" jawab Orlin
"Kamu memang anak yang sangat berbakti nak, ayah dan ibu sangat bahagia mempunya anak yang pinter seperti mu" sambil mencium kening Orlin
"Jadi ayah dan ibu menginzinkan tidak Orlin bekerja di warteg bu susi?" tanya Orlin
"ayah dan ibu akan mengizinkanmu, tp jangan membuat dirimu lelah , jika kamu kelelahan lebih baik berhenti bekerja ayah tidak mau kamu sakit nak" sahut ayah menatap orlin
"Ayah tenang saja, Orlin akan jaga kesehatan biar orlin sehat terus dan ayah juga jaga kesehatan ayah jangan terlalu capek untuk bekerja karena sekarang orlin akan membantu ayah" jawab orlin memeluk ayah
"ya sudah jika kamu sekarang ingin istirahat, istirahat lah nak dan jangn lupa belajar untuk ujian besok" Nauren sambil membereskan teh yang tadi sudah merka minum
"Iya bu, mkasih ya ayah , ibu kalian orang tua yang sangat au cintai dan aku sanyangi" mencium pipi ibu dan ayah nya terus berlari kekamr
"Dasar anak itu keras kepala sekali jika kita tidak mengizinkannya dia pasti sangat kecewa" gumam risman
"Iya yah, yang penting kita doain agar Orlin bisa mengimbangi semuanya" sahut Nauren
dan didalam kamar, Orlin merasa senang sakali karena di izinkan untuk bekerja dan Orlin akan mengabarkan kabar gembira ini ke sahabatnya jasmin besok hari , sekarang Orlin fokus belajar untuk besok dan beristirahat untuk menambahkan energi nya.
__ADS_1