Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Penonton aja


__ADS_3

Semua siswa membubarkan diri setelah di beri tahu akan ada pesta perpisahan untuk para kakak kelas yang kemarin sudah melewati masa menegangkan sekarang giliran bersenang-senang.


Nampak seluruh siswa banyak yang mendaftarkan diri untuk ikut tampil di acara perpisahan nanti dan akan berlatih dari sekarang agar nanti di pesta perpisahan mereka bisa menampilkan yang terbaik.


"Lin Kamu mau Ikut tampil ga?" tanya jasmin sambil berjalan menuju kelasnya


"Hmm, Tidak ahh, aku jadi penonton saja" jawab orlin


"Kenapa begitu, suaramu bagus Loh lin, sayang" jasmin menyayangkan bakat orlin


"Kali ini aku jadi penonton saja , lagian ga ada waktu juga untuk berlatih, kan pulang sekolah bekerja" jelas orlin


"Ya bisa kali Lin kalo libur kerja kamu latihan ,lagian ga perlu waktu lama kamu berlatih , seperti hal nya waktu Smp itu kamu tampil di perpisahan kan tidak butuh latihan lama"


"Kamu saja jasmin yang tampil gimana? kan suaramu juga bagus?" tanya balik orlin


"Hmm, aku ga punya keberanian jika tampil sendiri di panggung apalagi itu acaranya kakak kelas kita" jelas jasmin


"Alesan aja kamu bilang aja mau di temani" ucap orlin sambil duduk du kelasnya.


"Iya Nah itu kamu tau lin, Kita berdua mendaftarkan diri kita , gimana?"


"Hmm, aku lagi ga semangat manggung kali ini" ucap orlin


"Gayamu Manggung , dasar" sambil menyenggol orlin dengan tangan nya


"Lahh ya iya kan, trus kalo bukan manggung apaan dong" dengan menatap jasmin


"Hmm , Terserah kamu aja deh, jadi gimana mau daftar ga nih" tanya jasmin


"Engga ahh, Lagian hari minggu nya kan kita ke puncak , nanti aja kalo di puncak ada acara pesta atau permainan kita ikutan aja gimana" saran Orlin


"Ahh baiklah, tapi benar yah kita ikutan nanti disana" jasmin memastikan lagi.


"Iya Siapp, nanti disana kita mendaftarkan diri" ucap orlin.


"Lin , Jasmin kalian Kenapa masih di kelas apa kalian tidak ikut mendaftarkan diri buat pesta perpisahan nanti?" tanya teman orlin


"Kali ini engga deh Ra, kami jadi penonton aja, ya Kan Jasmin?" Tanya orlin melihat ke arah jasmin yang masih sedikit kesal


"Ya, kami jadi penonton aja" ucap jasmin sedikit cemberut.

__ADS_1


"Ga usah pasang muka cemberut gitu dong , Jelek tau ikh" orlin menyenggol jasmin


"Ya , nih aku senyum" Memperlihatkan senyum terpaksa.


"Hahaha" orlin tertawa lucu melihat jasmin


"Puas kamu lin" kesal jasmin


"Iya aku Puas banget, udah ahh kita pulang yu, udah siang nanti kita kesorean kerja ga enak sama bu susi" orlin berdiri memakai tas ransel mengajak jasmin pulang


"Iya udah ayo kita pergi" jasmin ikut berdiri memakai tas ransel nya juga.


Hari ini memang tidak terlalu banyak mata pelajar bisa di bilang hari bebas untuk seluruh siswa jadi orlin dan jasmin bisa pulang lebih awal mereka langsung bekerja dengan mengayunkan sepeda seperti biasa menuju tempat kerjanya.


"Assalamualaikum" ucap mereka bedua setelah datang ke tempat kerja


"Waalaikumslam" ucap bu susi yang lagi membereskan bekas makan


"Sini bu biar kami saja yang bereskan" ucap orlin mengambil piring kotor yang di pegang bu susi bekas makan pelanggan.


"Iya bu, biar kami saja" langsung mengambil lap dan membersihkan meja makan.


"Ahh baiklah, kalian ganti baju dulu saja, ga enak masih pake baju seragam sekolah begini, apa kata orang nanti" menyuruh orlin dan jasmin berganti pakaian


"Kalian makan dulu aja , mumpung belum terlalu ramai yang datang" ucap bu susi setelah melihat mereka keluar dari ruang ganti.


"Kami sudah makan koq bu, tenang aja kami ga akan pingsan koq bu" ucap orlin tersenyum ke arah bu susi yang menyuruh mereka makan


"iya bu, meskipun badan kami kecil begini kami tidak selemah itu koq bu" ucap jasmin


"Bukan gitu maksud ibu, ya kalo kalian sudah makan ibu jadi tenang, takutnya kalian bekerja disini tidak makan nanti sakit ibu jadi merasa bersalah" ucap bu susi.


"Tidak bu, kalo kami memang belum makan pasti kami makan disini seperti biasa , kalo hari ini kami memang sudah makan koq bu ,ya kan jasmin" memang mereka sudah makan tadi disekolah.


"Iya Bu, kami sudah makan koq, makasih sudah perhatian kepada kami bu" ucap jasmin


"Itu harus karena kalian bekerja di rumah makan saya, kalo kalian sakit karena belum makan itu tidak lucu juga, kalian kerja disini semua makanan ada tinggal ambil, ya kan" ucap bu susi


"Iya Bu, ya sudah kami kembali bekerja ya bu, ibu istirahat saja biar kami yang bekerja di depan" ucap orlin menyruh bu susi istirahat memang kalo pagi bu susi sendiri yang melayani pelanggan di depan dan memberesan bekas makan serta mengelap meja makan disana


"Baiklah, ibu istirhat dulu yah" ucap bu susi sambil berlalu dari sana.

__ADS_1


"Ayo Lest go" ucap orlin sambil berlalu menuju tempat dimana posisinya dia berada yaitu di depan melayani yang mau makan disana


"Lest go" jasmin mulai merapihkan dan menhelap beberapa meja yang masih berantakan piring kotor.


Mereka fokus bekerja , serta di lain tempat deril dan erul tengah membicarakan acara perpisahan mereka nanti yang akan di adakan di sekolah dan di luar sekolah.


"Ril, kita tampil yu?" ajak erul yang duduk di taman seperti biasa pulang sekolah mereka mampir dulu di taman kota.


"Hmm, memang mau tampil apa?" tanya deril yang lagi menikmati es boba yang tadi beli di area taman.


"Kamu kan bisa maen alat musik gimana kalo kita bikin group band untuk tampil di acara perpisahan kita nanti" saran erul


"Malas amat , kamu aja yang tampil" ketus deril


"Ayolah ril, kan itu acara kita pesta kita biar ada kenangan kita di Masa SMA" masih membujuk deril


"Ya sudah terserah kamu aja" pasrah deril


"Beneran kamu mau ril" dengan ekpresi bahagia


"ya"


"Ok baiklah, nanti aku cari teman yang lain yang akan tampil bersama kita nanti" langsung menikmati boba yang sendari tadi belum di minumnya.


"kita butuh vokalis cewek tidak ya ril?" tanya erul lagi


"Ga perlu" jawab deril


"Ihh, biar seru tau ril, lagian kamu kan yang main alat musiknya bukan yang nyanyi" kesal erul


"Aku males kalo ada anak cewek merepotkan" ucap deril


"Merepotkan gimana, ya engga lah, kita cari yang ga manja biar nanti pas latihan tidak merepotkan kita" jelas erul


"Tapi aku ga mau, Semua cewek tuh sama merepotkan" ucap deril yang berdiri dari duduknya.


"Ayolah ril jangan gitu, aku akan cari vokalis cewek yang ga manja tenang aja" meyakinkan lagi


"Terserah kamu" deril berlalu dari sana


"Ihh tuh anak , tunggu ril.!! (mengjar deril) benar yah mau aku cariin , jadi kita nanti berenam, pagang alat musik 4 orang nyanyi 2 orang"

__ADS_1


"Ya" dengan santai memakai helm nya dan menghidupkan mesin motor


"Susah memang kalo bicara sama dia ,menyebalkan" gerutu erul yang melihat deril sudah berlalu jauh dari pandangannya.


__ADS_2