
Jam pulang kerja sudah tiba , waktunya orlin dan jasmin pulang ke rumahnya.
"Alhmdulilah sudah selesai" ucap syukur orlin
"iya lin sudah Alhmdulilah kita sudah selesai kerjaan kita hari ini" ucap jasmin
"Kalian sudah selesai?" ucap bu susi yang datang menghampiri orlin dan jasmin
"Iya bu, apakah ada lembur untuk kita hari ini?" tanya orlin
"Tidak koq tidak ada lembur, ini buat kalian makan malam nanti bersama keluarga" menyodorkan dua kantok plastik berisikan lauk pauk untuk orlin dan jasmin bawa
"Tidak usah bu, di rumah pasti ibu sudah membuatkan makanan untuk makan malam" tolak orlin
"Iya bu tidak usah pasti ibu kami sudah menyiapkan makan malam" ucap jasmin
"Tidak apa-apa, Ambillah ,maaf yah ibu sekarang tidak setiap hari membawakan makanan untuk kalian bawa karena selalu habis, tempat ini setiap hari selalu ramai pengunjung dan mulai sekarang ibu tambahin lagi jumlah dari yang sebelumnya makanya kalian dan yang lain bisa membawa pulang lauk pauknya" ucap bu susi
"Tapi bu..." ucapan orlin terpotong
"Tidak ada tapi-tapian kalian bawa saja ini, jangan menolak karena tidak hanya kalian saja mereka yang di dapurpun sama koq" jelas bu susi.
"Ya sudah kami terima ya bu , terimakasih" ucap orlin menerima plastik pemberian bu susi
"Iya bu, terimakasih ya kami terima" sambung jasmin
"Iya , kalian pulang lah sebelum hari semakin malam, kalian hati-hati di jalan" ucap bu susi
"Ya bu kami pamit pulang ya, Assalamualaikum" orlin dan jasmin mencium tangan bu susi dan bergegas menuju sepedanya itu
mereka seperti biasa setiap harinya di temani sepeda ponik tanpa rasa malu sedikitpun kesekolah maupun bekerja, karena sudah terbiasa mendengar cemoohan orang tentang mereka yang hanya bermodalkan sepeda ponik.
Tidak terasa mereka sudah hampir sampai di rumah, Orlin terlebih dulu sampai jasmin hanya terhalang dua rumah dari orlin juga sudah sampai di rumah.
"Aku duluan ya" ucap jasmin yang berbelok menuju rumahnya.
"Ya baiklah, besok pagi kita ketemu lagi" ucap jasmin yang terus mengayunkan sepedanya.
"Assalamualaikum" orlin membuka pintu ternyata orang tuanya sudah menunggu orlin pulang
__ADS_1
"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang sayang" ibu nauren mendekati pintu dimana sang anak masih berada di depan pintu
"iya bu, orlin sudah pulang" mencium tangan sang ibu dan berlanjut mencium tangan sang ayah.
"Cepatlah kamu bersihkan badan dan kami tunggu di meja makan ya nak" ucap ibu nauren
"iya bu, ohh iya ini ada makanan dari bu susi buat kita makan malam" membuka tas ransel nya.
"Aduhh kenapa di kasih lagi lin?" tanya ayah risman
"itu yah, bu susi sudah lama tidak ngasih karena selalu ramai yang datang, sekarang bu susi nambahin porsi jadi yang masak tiga kali masak pagi siang dan sore yah kata bu susi biar semua karyawannya kebagian" jelas orlin
"ohh gitu , ya sudah sampaikan terimakasih ke bu susi ya lin" ucap bu nauren
"Iya bu siapp besok aku sampaikan" dengan mengangkat tangannya hormat dengan tegap membuat kedua orang tua nya ketawa karena lucu .
orlin pun bergegas masuk kekamarnya merebahkan terlebih dulu badanya kekasur untuk menghilangkan rasa lelah nya, Setelah itu orlin bergegas masuk ke kamar mandi untuk mandi membersihkan badanya yang bau keringat.
Setelah selesai mandi orlin duduk di meja rias untuk menyisir rambutnya, ternyata ada getaran yang membuat orlin kaget dan mencari sumber suara getaran itu.
Drrrrrr... Drrrrr.. Drrrrr
"Ya ampun Suara apa itu, bikin kaget saja" yang langsung berdiri dari kursi meja rias nya mencari dimana getaran itu.
"Nomer siapa ini?" mengerutkan keningnya heran ada nomber baru yang masuk ke ponselnya.
"Ahh biarin aja paling orang iseng yang akan meminta dikirim pulsa" gerutu orlin yang meletakkan kembali hpnya di kasur dan dia berlalu keluar kamar menuju meja makan
"Kamu sudah selesai mandinya" ucap ibu nauren melihat orlin sudah keluar kamar.
"Sudah bu, orlin sudah sangat lapar orlin ingin segera makan" langsung duduk di kursi meja makan
"Makan lah yang kenyang sayang, jangan terlalu cepat pelan saja" ucap ayah risman melihat orlin yang mengambil nasi dan lauknya yang biasa nya di lakukan sang ibu
"Iya ayah, aku beneran sangat lapar ayah, biarlah aku makan duluan yah" dengan masang muka tersenyum memelas membuat gemas ibu nauren melihat anak gadisnya ini.
"kau ini, makan lah makan" ucap ayah risman yang gemas dengan anaknya ini.
"Allahuma Bariklana fima rojaktana wakina adjabannar. Amin" orlin berdoa terlebih dulu sebelum makan
__ADS_1
Orlin makan dengan sangat lahap membuatnya kekenyangan, kedua orng tua yang melihat orlin hanya bisa mengela nafas melihat orlin kekenyangan.
"Aku sungguh sangat kenyang sekali" menyenderkan punggung nya ke kursi sambil mengusap perutnya yang membuncit karena kenyang.
"makanya jangan sampe kekenyangan sayang, perutmu bisa sakit" ucap ibu nauren yang memperingatkan anaknya ketika makan tapi tidak d gubris slalu kekenyangan yang akan menjadi akhir makan malam ini.
"iya bu, habisnya sangat lezat masakan ibu dan ibu susi ini jadi nafsu makan orlin meningkat"
"Ya sudah bawa jalan atau duduk dulu di ruang tv jangan langsung tidur" ucap ayah risman
"Aku ke kamar saja yah, Tenang ga tidur koq aku hanya akan membaca novel saja" ucap orlin
"Baiklah ya sudah sana" ucap bu nauren.
Orlin pun bergegas ke kamarnya mengambil hp lalu duduk di sofa yang berada di kamrnya sofa yang imut hanya bisa di duduki satu orang saja. hihi
"Hah, aku sangat kenyang sekali, aku duduk dan baca novelku dulu ah" duduk di sofa
"nomber siapa sih ini, busyettt 20 panggilan tak terjawab, bentar ini siapa yang WA? Setauku tidak ada yang tau no ini kecuali jasmin.
"Hah.!!! Apa ini bener ka erul" melihat isi WA dan melihat Profil WA tersebut
"Ya ampun ada perlu apa ka erul menelponku, siapa juga yang ngasih no ku ini" bingung
Drrrrr... Drrrrr.. Drrrrr
"Gimana ini, aku angkat saja kali yah siapa tau ada hal penting" orlin pun menggeser tombol panggilan warna hijau.
"Hallo Assalamualaikum" ucap orlin
"Waalaikumsalam, lin ini aku ka erul, ingatkah?" tanya erul
"I-iya kak, aku ingat koq. Kakak tau no pinselku dari mana?" tanya orlin.
"Ahh itu lin aku , aku dapat dari jasmin, tolong kamu tidak marah sama dia aku sendiri yang memaksa dia agar mau ngasih no kamu" jelas erul.
"Ahh baiklah, lalu ada apa kakak menghubungiku , maaf aku kira tadi orang asing yang iseng menelponku" ucap orlin
"Tidak apa-apa, aku tadi sudah WA kamu cuma tidak kami buka jadi aku telpon kamu saja, maaf menganggu waktumu lin", ucap eru
__ADS_1
"Tidak kak, tidak mengganggu, ngomong saja ada apa kakak sampe memanggilku lebih dari 20 panggilan" tanya orlin
"Hhee, maafkan kakak lin, sebenernya kakak ingin menanyakan sesuatu kepadamu lin.