
Setelah semua nya naik motor masing- masing, di dalam perjalanan tidak ada percakapan antara deril dan Orlin mereka hanya diam karena memang bingung apa maksud dari semua nya ini dan ini mau di bawa kemana.lain dengan jasmin dan erul yang berbincang di atas mtornya.
"kak, kita mau kemna sih sebenarnya?" tanya jasmin kepada erul.
"Aku juga tidak tau, karena deril memang tidak cerita akan membawa kita kemana , aku juga tidak tau jika deril memang benar menagih ganti rugi itu" jelas erul.
"tapi engga akan bawa kita ketempat yang dilarang kan, ya kali aja gitu kalian mau culik kami dan menjual kami. amit amit" sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Hahaha, Masa iya kami akan menculik kalian emang keliatan apa muka kami ini seperti penculik, engga kan? masa iya ganteng begini tukang culik" jawab erul.
"Iya kali aja gitu" mengerucutkan bibirnya.
Setelah 15menit berlalu, mereka sampai di tempat panti asuhan dan di sambut antusias oleh anak panti yang berlarian berhamburan peluk ke deril membuat orlin erul dan jasmin terkejut tidak menyangka bahwa deril akan mengajak nya kesini dimana para anak panti menyambut dengan antusias seperti ini.
"Ayo kak Masuk" Anak panti menarik tangan Deril
"Sudah kita ikutin saja yu" ucap erul mengajak orlin dan jasmin untuk ikut kedalam.
"Kak, koq kaka baru kesini lagi main sama kita, kita kirain kaka lupa" perwakilan dari anak panti yang bertanya kepada deril.
"Engga koq kakak ga lupa sama kalian , maaf yah kakak sibuk kemarin - kemarin" mengelus lembut rambut anak panti itu.
"Kakak ini temen-temen kakak yah" tanya gadis cantik yang imut perkiraan umurnya 5tahun'an
"Iya sayang, kakak temen nya ka deril, kenalin nama kakak Orlin nama adik manis ini siapa sih?" membungkukkan badan dan memegangi dagu anak gadis itu.
"Nama aku Kaira kak" mencium tangan Orlin dengan senyum manis nya itu membuat orlin makin gemes dibuatnya.
"Wahh anak manis Boleh kakak gendong , nama kakak jasmin" menundukkan badan nya
"Nama kakak Erul" mencubit pelan pipi kaira.
Semua anak panti di situ sekita 40 orang sebenarnya lebih dari itu hanya saja sudah sebagian di adopsi oleh orang tua baru mereka, Deril memang sering berkunjung kesini, deril sudah 3bulan trakhir memang jarang berkunjung lagi karena kesibukan nya, biasanya deril kesini bersama sang mami dan membawa banyak mainan untuk mereka tapi hari ini berbeda deril kesini bersama teman-temannya dan membawa uang saja kesini.
"Maf yah hari ini kakak tidak bawa mainan, tapi kakak ada sedikit uang untuk kalian tapi kalian jangan jajan sembarang dan jangan jauh dari panti ini. Ok" ucap deril yang memang terlihat hangat di sekitar anak panti itu.
"gapapa koq kak kita senang kakak - kakak mau pada main ke panti kami" ucap anak laki - laki yang tak kalah gemasnya.
"Ya sudah ayo kita main di luar yu sama kak erul dan ka jasmin" ucap Jasmin di sambut senyum oleh erul.
mereka pun berhamburan lari keluar tepat di depan panti taman anak-anak untuk mereka bermain bersama , mereka bermaik bersama jasmin dan erul karena deril dan orlin lagi berbicara dengan ibu panti.
"Bu Ini ada sedikit dari kami untuk mereka" mengedipkan mata kearah orlin untuk mengisyaratkan agar orlin menyerahka amplop tadi, dan orlin pun langsung mengerti dan menyerahkan 40 amplop itu pada ibu panti.
__ADS_1
"maaf karena kami tidak bawa mainan atau makanan untuk mereka" ucap deril
"Tidak apa-apa nak deril kalian sudah mau berkunjung kemari saja sudah sangat senang, karena anak panti mereka berasa punya kakak yang menyayangi mereka yang mau bermain bersama mereka" ucap ibu panti
"Dan Ini bu ada sedikit untuk keperluan panti disini, semoga ckup untuk membeli beberapa lauk pauk untuk mereka" menyerahkan amplop yang orlin tidak tau isi amplop tersebut membuat orlin merasa takjub dengan kebaikan deril yang dikira orlin sangat cuek dan dingin ini ternyata punya hati yang sayang penyayang.
"Terimakasih nak Deril" menerima amplop tersebut.
"Ya sudah bu kami pamit untuk bermain bersama anak-anak di luar , kebetulan hari juga udah mulai sore sebentar lagi kami akam pamit" ucap deril berdiri dari duduknya di susul orlin
"Iya , silahkah nak" mempersilahkan untuk mereka bermain di taman.
Mereka bermain bersama anak panti dengan sangat bahagia tertawa bersama mereka membuat hari tidak terasa sudah semakin sore dan mereka pun berpamitan kepada anak panti dan ibu panti.
"Wahh Sudah sore nihh, anak-anak ayo kemari, kasian kakak - kakak kalian sudah capek bermain bersama kalian, kalian juga harus mandi" ucap bu panti menyuruh semua anak panti untuk menyudahi bermainnya.
"Yahh cepat sekali sih" ucap kaira dengan bibirnya yang mengerucut membuat gemas
"Ihh gemasnya, nanti kakak akan main lagi kesini , kalian mandi dulu biar pada wangi" ucap orlin mencium pipi kaira.
"Ya sudah kami pamit dulu yah , awas pesan kakak kalian harus saling...."
"Menyayangi" ucap semua anak panti.
"Ok" jawab serempak
"By by .. Assalamualikum semua nya" Melambaikan tangan ke anak panti.
"Waalaikumsalam" melambaikan tangan juga.
Mereka bergegas pergi dari panti tersebut dan mereka berhenti di sebuah restoran yang memang tidak jauh dari taman dimana sepeda orlin dan jasmin di palkirkan.
"K-kenapa kita berhenti disinu, bukannya disana sepeda kami" tanya Orlin
"Kita makan dulu, memang kamu tidak lapar?" tanya deril.
"T-tidak kami akan makan di rumah saja" jawab orlin
"Ya sudah silahkan kalian pergi kalau kalian tidak mau makan disini, toh tempat palkir sepeda kalian tidak jauh dari sini" membuka helm dan turun dari motor nya.
"Orlin sudah lah kita mkan dulu saja, kasian teman mu itu cacing nya sudah meminta jatah" ucap erul berbohong.
"Ih apanya yang meminta jatah, aku engga gitu koq perut ku engga bunyi juga" di senggol erul untuk mengiyakan omongan nya, tapi di balas ketus oleh jasmin karena tidak suka erul berbohong jika dia yang lapar.
__ADS_1
"Sudah ayo masuk saja" Erul menarik tangan orlin dan jasmin sedangkan Deril sudah lebih dulu jalan masuk kelestroan itu.
Orlin dan jasmin pun ikut masuk kelestoran itu dengan sedikit canggung karena baru pertama kali mereka masuk lestoran ini dan mereka tidak membawa uang lebih karena sudah menduga makanan disini pasti sangat mahal itu yang membuat mereka canggung.
"Lin ini gimana aku ga bawa uang lebih? apa kita pesan air putih aja yah" bisik jasmin
"Ya mau gimna lagi kita pesan saja air putih sama kentang goreng" ucap orlin yang berbisik kepada jasmin.
"Mba, saya pesan Beef Steak Minum nya Jeruk hangat" pesanan deril sambil fokus kembali ke hp nya.
"Saya pesan Spageti Carbonara Minum nya Jus jeruk dingin ya mba" ucap erul.
"Dan Untuk mba nya Pesan apa?" tanya pelayan kepada orlin dan Jasmin membuat mereka saling menyenggol sikut karena makanan di lestoran itu nama nua unik -unik jadi tidak tau makanan apa yang ada di menu itu dan juga uang yang mereka bawa juga tidak banyak jadi mereka bingung.
"A-aku air putih saja sama French fries" ucap Orlin
"Aku juga samain aja mba sama orlin" ucap jasmin.
"Ehh koq kalian pesen itu doang, mana kenyang, pesan yang lainnya biar kenyang tenang aja aku yang traktir kalian disini" ucap erul karena tau pasti mereka tidak bawa uang
"Engga kak itu saja kita bisa mkan kenyang nanti di rumah ya kan jasmin" Menatap jasmin agar mengiyakan
"I-iya kak, kami nanti mkaan di rumah saja" jawab jasmin.
"Tambahin burger aja untuk mereka mba" Ucap Deril yang tetap fokus melihat layar ponselnya.
"Engga engga, sudah itu saja mba" ucap orlin
"Sudah mba cepat siapkan saja pesanan kami" ucap erul
"Baik kak" pelayan itu langsung pergi
dan 5menit kemudian datang pesanan mereka di atas meja tertata rapih dan memulai memakannya. orlin dan jasmin juga memakan pesanan nya yang di tambah burger juga mereka makan.
"Astaghfirullah, aku lUpa" ditengah makan mereka orlin berucap lupa karena memang hari ini orlin tidak bekerja harusnya ia bekerja siang tadi.
"Kamu kenapa sih Lin, membuat kaget aja" ucap jasmin ya memang kaget tiba tiba orlin berucap di tengah mereka sibuk makan.
"Eh maaf , aku hanya lupa kalo siang tadi aku harusnya bekerja" menatap sendu ke deril dan erul yang tadi sempat kget juga.
"Kamu itu lin, kirain ada apa, ya sudah sih nanti besok aja kamu bilang kalo hari ini kamu banyak kegiatan" ucap erul
"iya Lin , aku yaqin bu susi memaklumi kamu koq" sahut jasmin.
__ADS_1