Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Membahas vokalis wanita


__ADS_3

Orlin melihat jam di tangan nya sudah jam 12 siang ,waktunya ia kerja, menunggu jasmin belum juga muncul batang hidung nya sendari tadi , membuat orlin berdiri dan keluar dari kelas nya niatnya ingin mencari teman dekatnya itu karena jasmin pergi sudah hampir satu jam belum juga kembali.


"Kemana sih anak ini, Udah tau mau kerja jam segini belum nongol juga" berdiri dari duduk nya berjalan keluar mencari jasmin.


"Hos. Hos . hos.." Nafas jasmin terengah-engah karena barlari menuju kelas nya ketika melihat jam sudah menunjukkan waktu 12 siang.


"Sudah puas mainnya" ucap orlin menyenderkan punggung nya di pintu kelas


"Sorry lin, aku baru liat jam ternyata sudah siang, ayo kita berangkat kerja" ucap jasmin menepuk pundak orlin


"Ya ya ya ayo cepat berangkat ini gara-gara kamu jadi kita kesiangan berangkat kerja" bejalan meninggalkan jasmin yang masih berdiri di depan pintu


"Tunggu Lin.!! Ya ampun tuh anak" bergegas masuk ke kelas ngambil tas nya dan berlalu mengejar orlin yang sudah lebih dulu ke palkiran


Tidak butuh waktu lama , orlin dan jasmin smpe ke tempat kerja ,orlin sedikit kesal dengan sahabatnya ini, untung tidak terlambat bekerja.


"Maafkan aku lin, kita sampai tepat waktu juga kan" merasa bersalah


"Tidak apa jasmin, lain kali jangan seperti itu kalo kamu seperti itu aku akan berangkat sendiri ketempat kerja tidak akan menunggu kamu seperti tadi" ucap orlin


"iya aku janji ini terakhir kali aku telat tadi, habisnya aku terlalu menikmati yang lagi latihan" jelas jasmin


"Menikmati menurutmu, kalo kamu mau ya kamu ikutan aja nanti buat tampil di hari perpisahan kakak kelas" ucap orlin


"Kalian sudah datang" ucap bu susi dari arah belakang


"Iya bu kami sudah datang maaf sedikit terlambat" ucap jasmin


"tidak apa-apa santai saja belum terlambat koq, lagian kan kalian anak sekolah jangan pioritaskan pekerjaan dari sekolah kalian, pioritaskan sekolah kalian dulu agar kalian bisa menggapai cita-cita kalian" ucap bu susi


"Iya bu, Terimakasih sudah mengerti kami dan memberi kami pekerjaan paru waktu ini" ucap orlin kepada bu susi karena memang bu susi yang sudah sudi menerima dia dan temannya.


"Iya , sudah kalian makan dulu saja sana sebelum mulai bekerja" bu susi menyuruh orlin dan jasmin makan terlebih dulu.


"Tidak bu ,kami sudah kenyang sebelum kesini kami sudah makan ya kan Lin" ucap jasmin

__ADS_1


"Iya bu, kami sudah makan koq tenang saja" orlin tersenyum ke arah bu susi


"Ya baiklah kalo begitu, ibu tinggal dulu ya" ucap bu susi di jawab anggukan dari mereka berdua


Di tempat lain deril erul dan teman grup nya sedang berkumpul di sebuah lestoran dimana mereka akan membahas siapa vokalis wanita yang akan ikut band nya mereka.


"Gimana rul kamu sudah menemukan siapa yang akan menjadi vokalis kita?" tanya daniel


"Hmm..." belum smpat erul menjawab sudah di sela duluan oleh gabriel


"Jangan bilang kamu belum menemukannya?" ucap gabriel


"Bentar dulu aku belum selesai bicara, sebenernya aku sudah menemukan orang nya, cuma aku belum bicara langsung ke dia" jelas erul


"Lalu kapan kamu akan bicara dan menemuinya?" ucap daniel


"Tenang saja aku sudah punya kontak nya koq" tersenyum senang karena punya no kontak orlin .


"Kenapa kamu senyum-senyum kaya orang gila" celetuk deril melihat erul malah tersenyum seperti sedang membayangkan sesuatu


"Sudahlah kalian jangan berantem lebih baik kamu Hubungi saja nomernya biar langsung ketemu kita saja disini. Gimana" Ucap samuel


"Iya bener lebih cepat lebih baik aku setuju dengan saran samuel" daniel menyetujui ucapan samuel


Tak bereselang lama pesanan mereka datang, mereka pun ngobrol sambil memakan camilan yang sudah mereka pesan , tidak makan berat mereka memesan camilan saja sama minum jus untuk teman ngobrol mereka.


"Permisi tuan" dengan meletakkan beberapa camilan di meja beserta jus yang mereka pesan.


"Terimakasih nona cantik" ucap gabriel tersenyum genit


"Sadar bro, kau ini slalu begitu ketika liat wanita cantik sungguh memalukan" ucap daniel.


"Aku sadar, kenapa? memang ada yang salah dengan aku yang menyapa begitu" Kesal gabriel karena temannya ini malah menegurnya tepat di depan pelayan tadi.


"Hahahaha, kalian lucu sekali, sudah jangan di bahas cepat makan saja sambil bahas ke topik kita" erul ketawa mendengar perdebatan merekan

__ADS_1


"Ya tuh, kalian ini kenapa sih malah ribut, sudah cepat makan saja" ucap samuel


"Ril kamu kenapa hanya diam saja memang kamu tidak punya saran apa tah apa ngmong ke ta apa" kesal erul melihat temannya ini malah diam saja dari tadi sekalinya bicara membuat dia emosi , gimana ga emosi dia bilang kalau aku gila sungguh menyebalkan bukan.


"Memang apa yang harus aku omongin lagian kan kalian juga yang mengajak aku tampil aku tidak tertarik" ketus deril


"Ya ampun ini anak, sudah lah kamu diam saja ga usah bicara lagi pusing aku, liat aja nanti siapa yang akan menjadi vokalis kita nanti" ucap erul pasrah karena jawaban deril


"Sendari tadi aku diam kamu suruh bicara, aku bicara kamu suruh diam , sungguh kamu itu gila rul" ucap deril sambil minum jus jeruk yang tadi di pesannya.


"sudah lah kalian ini kenapa malah mulai lagi sih, aku pusing melihatnya, Cepatlah kamu hubungi wanita itu erul biar kita bisa ketemu dia dan bicara kapan akan latihan" daniel mererai perdebatan mereka dengan kembali ke topik semula


"Dia lagi kerja jam segini, nanti aku hubungi dia malam saja dan untuk bertemu kita nanti aku bicarakan lagi kapan dan dimana tempatnya" jelas erul


"Bekerja??" beo mereka


"Ya dia bekerja paru waktu, sungguh gadis yang pekerja keras kan, Dimana para teman seusianya hanya menikmati harta kekayaan orang tuanya untuk bersenang - senang dia malah bekerja untuk dirinya bisa sekolah bukan untuk bersenang-senang seperti para gadis lainnya" erul tersenyum ke arah deril karena lucu kalau semisal temanya ini tau siapa yang sedang dia bicarakan adalah gadis yang menyebalkan menurut deril.


"Kenapa kamu tersenyum begitu , ikhh sangat menjijikan" ucap deril melihat senyuman erul kepadanya


"Hahahaha" gelak tawa mereka semua


"Liat saja ya ril siapa gadis yang akan aku bawa nanti" kesal erul


"Ya terserah kau saja, aku pulang duluan males aku berada disini lama-lama" Deril bediri dari dudukanya


"tunggu dulu ril kita belum selesai membicarakan ini" daniel berdiri mencekal tangan deril yang ingin pergi.


"Lepaskan tangan ku, sunggu aku sangat malas berada disini biarkan aku pergi" deril pun berlalu darisana


"Sudahlah dia memang begitu , kita duduk lagi dan lanjut makan kita ini" ucap erul yang tau sifat temanya itu yang tidak suka berlama- lama hanya duduk dan makan saja.


"Ya sudah lah" merekapun duduk kembali dan menikmati makanan yang sudah mereka pesan


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dimana jam kerja orlin dan jasmin sebentar lagi selesai , orlin pun bergegas menyelesaikan pekerjaan nya biar cepat selesai dan kembali kerumah untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2