Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Ban bocor


__ADS_3

Matahari di pagi ini sangat cerah membuat semangat untuk pergi kesekolah, orlin Seperti biasa jam 6 sudah siap dan sarpan di meja makan, kebetulan juga jasmin hari ini tidak masuk sekolah karena badan nya demam , mungkin akibat kemarin ikut kelas bela diri jadi badannya kaget menerima segala teknik yang di ajarkan, tapi untuk orlin dia memang gadis yang kuat meskipun kegiatan sekolah sangat melelahkan tidak mengurungkan niatnya untuk tepat masuk sekolah dan masuk bekerja di siang hari.


"Ayah , bu , aku berangkat dulu ya. assalamualaikum" mencium tangan ayah dan ibu


"Waalaikumsalam, hati -hati lin" ucap ibu nauren.


"Bu, nanti kan minggu depan orlin akan ulang tahun yang ke Tujuh belas, bapak kebetulan ada sedikit rizki , gimana kalo kita belikan dia HP bu ,kasian mungkin semua temannya mempunyai Hp dan hanya anak kita saja yang tidak punya" lirih pak risman


"Iya yah benar kasian anak kita, memang ayah ada uang berapa nanti kita cari Hp yang sesuai dengan uang yang kita punya" jelas bu nauren.


"Ini bu, ibu pegang saja , nanti besok kita cari hp di Toko - toko pinggir jalan kan bnyak tuh yang berjualan hp" menyerahkan amplop kepada bu nauren


"Yah , ini ada berapa uang nya yah" melihat uang berwarna merah di dalam amplop tidak sedikit.


"Itu ada 3jt bu, kita bisa belikan hp orlin yang harga 1.5jt'an saja, sisanya buat ibu beli Cincin, maaf ya bu ayah belum bisa membelikan ibu yang lebih mahal" lirih pak risman


"Sudah lah yah, jangan berkata seperti itu, ibu sudah sangat bersyukur kita sudah tidak memiliki hutang lagi, semoga kita bisa menyekolahkan anak kita sampai sarjana yah" memeluk ayah risman


"Terimakasih bu, amin , smga kita bisa menyekolahkan orlin meskipun dengan pendapatan kita yang pas-pas'an ini" membalas pelukan ibu nauren


Di lain tempat Orlin yang mengayunkan sepedanya di buat kaget karena letusan dari ban Sepedanya itu mungkin bannya yang sudah terlalu lama tidak di ganti jadi bengkak seperti balon dan meletus membuat orlin harus turun dan melihat ban nya ternyata sudah ambrat tak beraturan.


"Aihh, kenapa lagi ini ban, ya ampun kenapa bisa begini, mana sudah jam setengah 7 lagi , nanti bisa kesiangan aku ke sekolah. sial" gumam orlin yang melihat ban nya sudah tak beraturan sedangkan jam di pergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 06.30.


"Kenapa dengan sepada mu?" tanya pria yang tiba-tiba berhenti di dekat sepeda orlin.


"Ahh ini ban sepedaku harus di ganti" Orlin berdiri dan menegakkan kepalanya ternyata yang datang deril membuat orlin kaget menatap deril


"Sudah jangan menatap ku seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta, lebih baik kamu bawa sepedamu kebengkel" ucap deril membuayarkan tatapan orlin


"Ti-tidak kak, maaf kan aku tadi aku hanya sedikit kaget saja , aku kira siapa yang bertanya kepada ku" jelas orlin

__ADS_1


"Siapa juga yang jatuh cinta, cihh geer banget" gumam orlin yang masih terdengar oleh deril.


"Hey aku mendengarnya" ucap deril


"Ti-tidak kak, aku tidak ngmong apa-apa" jelas orlin berbohong.


"Sudah cepat kamu naik, dan kamu pegang sepeda mu untuk mencari bengkel sekitaran sini" ajak deril agar orlin naik kemotornya dan membawa sepedanya ke bengkel.


"Tidak kak , terimakasih saya akan menuntun sepedanya sampai ke bengkel" tolak orlin


"Kamu tidak liat jam berapa ini?" tanya deril


"Astaga, sudah siang banget, A-aku boleh ikut menumpang kak" panik melihat jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 7 kurang 15menit.


"Cepatlah naik dan pegang sepeda mu nanti di titipkan di bengkel saja" ucap deril



"Pegangan tangan mu nanti kamu melayang jatuh aku tidak akan bertanggung jawab" sebelum menjalankan motornya


"Ba-baik kak" orlin langsung berpegangan kepada deril dan tangan satunya memegangi sepedanya.


Setelah menemukan bengkel orlin menitipkan sepedanya karena sudah terlambat masuk sekolah jadi dia akan mengambilnya sepulang sekolah nanti.


"Permisi pak, tolong perbaiki sepeda saya ya pak, nanti sepulang sekolah saya ambil kesini" Langsung menaruhkan sepdanya ke dalam bengkel tersebut.


"Iya nona, nanti akan saya perbaiki, tenang saja ketika nanti di ambil sepedanya pasti sudah siap di pakai" ucap tukang bengkel.


"Ah baik lah, terimakasih pak" menundukkan kepalanya.


"Sudah cepat kamu naik lagi, aku tidak mau di hukum gara-gara menolongmu yah". ucap deril.

__ADS_1


"Iya - iya" orlin naik kembali ke motor deril dan berbegangan karena deril membawa motor dengan kecepatan tinggi membuat orlin ketakutan dan menyenderkan kepalanya ke punggung deril dengan kdua tangannya yang memegangi pinggang deril dengan erat.


"Cepat Turun" menganggetkan orlin yang sedang menutup matanya karena tadi sangat takut, sehingga tidak menyadari sudah sampai sekolah.


"Hmm sudah sampai rupanya, terimakasih kak" langsung bergegas turun dari mobilnya.


"Tunggu..!! ini semua tidak gratis" ucap deril


"Maksud kakak, aku harus bayar ongkos nya gitu, aku pikir gratis tau gitu ga usah ikut lagi" memanyunkan bibirnya


"Bukan dengan Uang, aku tidak butuh uang mu" ketus deril


"lalu, dengan apa aku membayarnya" tanya orlin bingung.


"Nanti sepulang sekolah kamu harus ikut dengan ku"


"Ikut kemana?"


"nanti kamu akan tau , saya tunggu kamu di palkiran" deril dengan sedikit menyunggingkan bibir nya dan berlalu darisana.


"Dia mau ajak aku kemana, tidak mungkin kan kalo dia ajak aku ketempat tempat yang sepi. amit amit". bergidik ngeri apa yang ada di pikiran nya ini.


Setelah masuk kekelas bel pun berbunyi, tepat sekali orlin tidak kesiangan hari ini, pas dia duduk pas bel bunyi rasanya sangat lega dan senang karena datang tepat waktu tidak terlambat jadi tidak mendapatkan hukuman dari guru BP.


"Ahh syukur lah aku tidak terlambat" senang orlin


pelajaranpun di mulai, tidak terasa waktu istirahat sudah tiba , orlin pun bergegas keluar kelas untuk kekantin hari ini dia tidak membawa bekal kotak nasi karena ingin mencoba menu yang ada di kantin ini, terlihat ada meja kosong di ujung orlin pun duduk dan memesan makanan.


"Bu, Nasi sama ikan tongkol balado dan tempe tepung nya satu jangan lupa juga Es teh manisnya bu" orlin langsung duduk di tmpat yang kosong setelah memesan makanan karena orlin memilih makanan yang sederhana sesuai uang yang orlin bawa.


Sekolah ini termasuk sekolah elit jadi kebanyakan orang lebih memilih makanan yang berbagai macam nama yang unik ala-ala jepang atau korea dan itu harganya setara uang yang orlin bawa 100rb hanya dapat membeli seperti sushi hanya 4 potong atau 4 gulung saja, mana kenyang Perut orang indonesia sebelum makan nasi sepiring , sedangkan dengan makanan sederhana cukup 50rb tapi sudah kenyang, karena nasinya sepiring dengan beberpa lauk seadanya tapi enak, orlin bukan tidak memiliki teman tapi orlin berusaha untuk tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dengan temannya karena orlin tidak mau kejadian di SmP nya dulu terulang kembali yang mana mereka akan menghinanya bukan tulus berteman, jadi orlin hanya mempunyai sahabat masa kecil yaitu jasmin dari brojol mungkin sudah bersahabat jadi sudah seperti ban sepeda kemana-mana berdua.

__ADS_1


#Mohon dukungannya Kak, aku Baru jadi penulis, Sempat lama up karena kesibukan yang punya bocil pasti tau 🤣


__ADS_2