Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Bertemu Pria Dingin


__ADS_3

Orlin dan Erul sudah Berdiri tepat di hadapan deril pria dingin yang sedang tumpang kaki menyeder ke kursi taman sambil melihat ponsel , dia pun cuek dengan kedatangan orlin dan erul yang menghampirinya.


"Hey Teman , kenalin ini Orlin pasti kamu masih mengingat nya kan?" ucap Erul kepada Deril


"Iya saya masih mengingatnya". dengan melirik sedikit dan tetap kembali fokus ke ponsel nya.


"Lin Dia Temanku deril, maaf ya sifat nya memang begitu" ucap erul sedikit bebisik ke orlin


"iya tidak apa- apa"


"Kenalkan namaku Orlin kak, aku mau minta maaf atas kejadian waktu itu, aku benar + benar tida sengaja menabrak motor kakak" ucap lirih orlin sambil menunduk merasa bersalah


"Tidak usah kau ingat lagi" ucap ketus deril


"Tapi kakak tidak akan melaporkan saya ke kantor polisi dan saya juga tidak harus mengganti rugi kan kak?" ucap orlin


"Tidak, tapi jika kamu ingin ganti rugi aku terima dengan senang hati" ucap deril tidak menatap orlin sama sekali.


"Jika saya ganti kerugian waktu itu, berapa yang harus saya bayar kak?" Tanya Orlin


"10jt hanya untuk memperbaiki plat nomber yang penyok waktu itu" menatap tajam ke arah orlin membuat orlin syock.


"Hahhh, 10jt, Ya ampun masa iya aku bayar 10jt karena kemarin menabrak dan plat nomber yang penyok" ucap Orlin


"Iya apa kamu sanggup?" tanya deril


"Maaf kak, aku tidak punya uang sebnyak itu, jika boleh saya akan menyicilnya setelah saya gajian" lirih orlin


"Apa.!!! Kamu kerja Lin?" ucap kaget erul


"Iya kak Aku kerja paruh waktu di jam pulang sekolah, makanya aku baru pulang" jawab orlin


"Kamu luar biasa Lin, jarang anak seusiamu mempunyai pemikiran untuk bekerja kebanyakan anak akan bersenang-senang di luar jam sekolah mereka" sahut erul


"sudah kalian bicaranya, saya akan pulang duluan" ucap Deril


"Bentar dulu ril, kamu buru - buru amat sih kita baru sampai 20menit yang lalu" ucap erul

__ADS_1


"Maaf kak saya permisi dulu, karena sudah malam takut orang tua saya khawatir dan untuk ka deril insyaAllah akan aku cicil kerugian kemarin kalo bisa aku minta potongan 98% kak, aku mohon" memohon kepada deril


"Kamu pikir barang ada Potongan harga?" Menatap tajam ke arah orlin


"Sudah lah deril , aku tau kamu tidak sungguh-sungguh meminta ganti rugi kepada orlin, karena aku tau kamu pasti tidak tega dengan nya" ucap Erul.


"Siapa bilang, saya tidak tega melakukannya, akan saya tunggu kamu membayar ganti rugi itu" ucap deril


"Ini anak tampangnya doang yang tampan tapi tidak dengan hatinya yang dingin sedingin es batu" gumam orlin dalam hati


"Jangan mengataiku" ucap deril ketus


"A..aku tidak mengatai kakak koq Sungguh" bohong orlin


"Awas saja kau" menatap tajam ke arah orlin membuat orlin sedikit ketakutan.


"Saya akan potong 97% ganti rugi itu tapi dengan syarat" ucap deril


"Syarat apa kak?" membuatnya bingung


"Kamu harus membayar ganti rugi itu dengan uang 5rb'n semua sebanyak 60 lembar dan saya akan memberimu waktu 1minggu kedepan" menyeringai senyum ke arah orlin


"Hey, kamu dengar tidak, apa kamu tuli" ucap deril


"A..aku tidak tuli dan aku mendengarnya kak. aku akan menabungnya , terimakasih sudah memberikan potongan ganti rugi itu" ucap orlin menundukkan kepalanya


"Sudah sana pergi , mood saya rusak gara - gara melihatmu" ketus deril membuat orlin ingin mengetok kepalanya dengan palu biar hancur skalian .


"Iya kak, dari tadi juga saya akan pergi dari sini" melangkahkan kaki mendekati sepeda dan langsung pergi dengan mengayun sepedanya.


"Ahhh aku lupa tidak Meminta no telponya, ini semua gara-gara kamu ni ril, kamu bisa ga sih sifat dinginmu itu di rubah" ucap erul kesal


"Memang kenapa dengan sifatku, kamu lupa bukan karena ku, karena kamu sendiri terlalu banyak bicara kenapa yang di salahkan aku" ucap deril


"Kamu itu yah, sudah lahh ngomong sama kamu memang tidak akan menang" ucap erul


"Sudah tau masih saja ingin menang" ucap deril dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


Orlin sampai di rumah tepat pukul 8 malam memang masih sore tapi menurut orlin itu sudah terlalu malam untuk ukuran gadis seusianya..


Tok.. Tok.. tok..


"Assalualaikum".. mengetuk pintu


"Waalaikumslaam" membuka pintu rumah, "Kamu baru pulang nak, ya ampun ini jam berapa ibu sangat khawatir"


"Tidak usah khawatir bu, aku baik-baik saja, maaf jika aku pulang terlambar hari ini, karenan tadi di jalan sempat bertemu dengan orang yang dulu orlin tabrak motornya", ucap orlin dengan mencium tangan ibu nauren dan masuk ke dalam rumah


"Hah, terus gimana lin, apa kamu akan masuk penjara atau kamu akan mengganti kerugian akibat kamu menabrak motornya" du cecar banyak pertanyaan.


"Huuufff. . orlin tidak di laporkan polisi bu, hanya dia meminta ganti rugi atas kejadian kemarin" lirih orlin


"syukurlah, memang dia meminta mu berapa untuk ganti rugi itu? " ucap ibu nauren


"10juta" Menatap sang ibu


"Apaa...!!! Se-sepuluh juta.. apa kamu tidak salah dengar menyebutkan angka" membuat ibu nauren syock atas uang di sebutkan orlin karena uang 30jt untuk melunasi hutang saja masih belum bisa tambah lagi ini.


"Ibu tenang saja, Itu memang dia minta tapi aku meminta potongan 98% tapi tidak di setujui, kemudia dia kasih potongan 97% membuat orlin tidak percaya karena potongan yang aku ajukan berbeda 1 angka dengan yang dia putuskan" Terang olin kepada ibu nauren yang terlihat syock berat.


"Alhmdulilah, ibu jadi lega, tadi ibu memang was - was darimana lagi dapat uang sebanyak itu untuk ganti rugi" ucap ibu nauren


"Sudah lah bu, ohh iya ini ada lauk dari bu susi untuk kita, orlin masuk kamar dulu ya bu mau mandi, sudah bau keringat" mencium keringatnya sendiri.


"ya sudah sana mandi dulu, nanti ibu siapkan makam malam kamu nak". ucap ibu nauren


"iya bu" orlin melangkahkan kaki ke kmar, memang orlin belum mkaan malam dia sengaja agar bisa makan bersama di rumah.


"Assalamualaiku".ucap Pak risman di balik pintu setelah orlin masuk kamar Pak risman datang.


"Waalaikumsalam" mencium tangan suaminya


ayo pak masuk , mandi dulu nanti kita mkan bersama, kebetulan orlin juga baru pulang dia lagi bersi-bersih di kamr nya.


"Orlin Baru pulang bu? kasian juga tuh anak baru pulang jam sgini" lirih pak risman

__ADS_1


"Iya pak, tapi ya mau gimana lagi Orlin sendiri yang besikeras ingin bekerja , ya kita doain aja smga orlin tetap sehat dan sekolah nya orlin juga tidak terganggu.


"iya bu, aminn.. ya sudah ayah mau masuk kamar dulu mau mandi rasanya lengket semua badan. sambi jalan ke arah kamar


__ADS_2